Ketika Karier Denada Kena Ancaman Boikot dan Dirinya Malah Makin Melejit, Ressa: Berkat Kakak-kakak Semua
- Kolase YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo - Instagram/denadaindonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Pemuda asal Banyuwangi, Al Ressa Rizky Rossano seolah membalikkan keadaan. Kariernya kini semakin melejit sementara sang ibu kandung, Denada terancam diboikot.
Karier antara Ressa Rizky Rossano dan Denada Tambunan seakan mulai berubah tak lekang dari kasus dugaan penelantaran anak kandung. Apalagi pemuda itu belakangan ini debut menjadi model di fashion show Shella Saukia bertajuk "The Royal Ottoman Heritage of Turkiye".
Walau bukan berasal dari dunia hiburan, Ressa coba terlihat profesional saat menjadi model. Sementara, Denada sendiri sudah tidak menampakkan wajahnya sebagai publik figur.
Saat diwawancarai tim Reyben Entertainment, Ressa mengaku bahagia. Ia tak lupa mengucapkan terima kasih atas dukungan dari publik, terutama media massa untuk mengawal kasusnya.
"Ini karena kakak-kakak semua yang sudah support. Berkat kakak semua, orang-orang itu notice bilang ada pekerjaan. Kalau happy, happy banget," ujar Ressa Rizky Rossano dikutip tvOnenews.com, Senin (2/2/2026).
Kaget Kariernya Mendadak Mentereng

- YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo
Ressa yang berasal dari kalangan orang biasa tentu kaget dengan kondisi saat ini. Ia mengaku sampai kini masih belum percaya bisa debut di dunia hiburan.
Ressa sendiri selalu hidup di tengah keterbatasan ekonomi. Ia sudah ditempa berbagai ujian selama diasuh keluarga paman Denada, Dino Rossano Hansa selama 24 tahun.
Akan tetapi, pemuda berusia 24 tahun itu menegaskan, perubahan kariernya yang semakin mentereng bukan berasal dari keinginannya sendiri. Ia masih berpegang teguh mengawal kasusnya agar bisa diakui sebagai anak kandung secara langsung oleh Denada.
"Yang mau untuk pansos itu enggak. Ressa nggak mau sama sekali pansos. Itu dari kakak-kakak semua yang sudah dukung Ressa," jelasnya.
Saat ditanya terkait ketertarikan terjun ke dunia entertainment, Ressa tampaknya akan mulai menekuninya. Menurutnya, hal itu bisa membalikkan keadaan yang selama ini hidup susah.
"Semoga ada jodohnya. Terus ada tawaran itu banyak. Itu pun kembali lagi karena dari kakak-kakak semua," terangnya.
Di sisi lain, Ressa juga telah mempunyai niat melanjutkan pendidikannya. Sebab, ia sempat putus kuliah di salah satu kampus swasta di Banyuwangi.
Kala itu, Ressa mempunyai alasan tidak bisa melanjutkan kuliahnya. Hal ini tak lepas akibat faktor kesulitan ekonomi sehingga tidak mampu membayar uang pendidikan.
Karena banyak tawaran pekerjaan di dunia hiburan, hal ini bisa membantu keuangannya. Namun, ia tetap berusaha mencari uang dengan hasisl jerih payahnya sendiri.
"Ressa sih penginnya dari uang hasilnya sendiri. Ressa enggak mau membebani siapa pun. Ressa makanya harus cari uang sendiri, kuliah sendiri, lulus sendiri," katanya.
Tanggapan Ressa soal Denada Diboikot

- Kolase tvOnenews.com / YouTube MNCTVrumahnyadangdut - HepiNews
Ia tampaknya mengetahui kondisi karier sang ibu kandung, Denada Tambunan. Penyanyi berusia 47 tahun itu dikenal sebagai sosok publik figur namun kariernya merosot akibat dugaan menelantarkan anaknya sendiri.
Di balik itu, Ressa tidak menyerukan agar Denada diboikot dari pekerjaannya. Ia menganggap bagaimanapun rapper papan atas tersebut adalah ibu kandungnya.
"Tapi mau gimana lagi, Ressa juga enggak bisa ngapa-ngapain. Sebenarnya enggak perlu terjadi sampai ada boikot-boikot. Enggak mau berlarut-larut," harap dia.
Kabar Ressa mengajukan gugatan perdata kepada Denada Tambunan mendadak santer sejak awal Januari 2026. Ia menggugat ibu kandungnya ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi pada 26 November 2025.
Motif Ressa didampingi kuasa hukumnya meminta ganti rugi miliaran rupiah kepada Denada atas kasus dugaan penelantaran anak kandung. Selain materiil, ia membutuhkan adanya pengakuan sebagai anak biologis Denada.
Belakangan ini, kuasa hukum Denada Tambunan, Muhammad Iqbal muncul ke ruang permukaan sesi wawancara virtual dengan awak media. Kata dia, Denada selama ini mengakui Ressa sebagai anak kandungnya.
Iqbal menambahkan, Denada justru tidak merasa menelantarkan anak kandung. Anak kandung almarhumah Emilia Contessa itu selalu memberikan kasih sayang dan kebutuhan hidup untuk buah hatinya.
"Kita sampaikan bahwa, Denada tidak pernah tidak menganggap Ressa sebagai anak. Semua sudah dikasih, kasih sayang, materi," ungkap Iqbal.
Iqbal menyesali adanya gugatan yang dilayangkan Ressa kepada kliennya. Dalam gugatan perdata itu, Denada diminta ganti rugi sebesar Rp7 miliar.
"Tiba-tiba ada gugatan, kita juga bingung ada apa ini," katanya.
Ia menyampaikan alasan Denada selalu mangkir sidang mediasi yang digelar oleh PN Banyuwangi. Pada momen itu, kliennya terus merenungkan diri dan memasuki massa pendinginan.
Ia menyayangkan pihak Ressa terus muncul ke ruang publik. Selain meminta haknya, pemuda berusia 24 tahun dan keluarga kerap membongkar aib Denada.
"Saya sudah ngobrol sama pihak Manajemen Denada, sama Mbak Denada juga menentukan waktu. Istilahnya kayak masa damai, cooling down (pendinginan) dulu untuk menentukan waktu ketemunya, eh malah pecah ke mana-mana bikin gaduh," terangnya.
(hap)
Load more