Pihak Denada Minta Ressa Tenang dan Introspeksi Diri di Tengah Polemik Gugatan
- Kolase tvOnenews.com / YouTube HepiNews / Instagram @denadaindonesia
Konflik ini semakin mencuat setelah muncul persoalan penjualan mobil bekas hadiah SMA yang cicilannya dibayar oleh ibu angkat Ressa, namun hasil penjualannya diduga tidak diserahkan sepenuhnya.
Menanggapi situasi tersebut, kuasa hukum Denada, Iqbal, memberikan penjelasan melalui kanal YouTube Cumicumi pada 30 Januari 2026.
Ia menekankan bahwa masa mediasi seharusnya dimanfaatkan untuk menenangkan diri dan melakukan introspeksi.
“Kemarin kan masa mediasi kan mingguan lamanya ya. Nah, dalam kurun waktu tiga minggu itu sebetulnya kan pengin para pihak ini cooling down, introspeksi diri. Ibaratnya ada yang salah ya ayo ditata lagi, kan, gitu, sehingga nanti ada komunikasi yang baik,” ujar Iqbal.
Iqbal juga menyesalkan adanya manuver selama masa mediasi. “Namun di masa mediasi ini saya penginnya kan kayak masa tenang gitu loh. Tapi pihak penggugat malah manuver, kayak podcast ngomong sana-sini, sehingga ya gimana tujuan mediasinya ya enggak tercapai,” katanya.
Ia menegaskan bahwa sebagai kuasa hukum, dirinya berupaya mencari jalan terbaik bagi kedua belah pihak.
“Pencapaian yang diinginkan ya sama para pihak ini kan masing-masing, Pak, ya. Cuman saya sebagai kuasa hukumnya itu ya intinya berupaya yang terbaiklah gimana dua-dua pihak ini bisa ketemu,” ujarnya.
Iqbal kembali mengulang penilaiannya soal langkah yang diambil selama mediasi. “Tapi sayangnya, saya ulangi sekali lagi, ada kayak manuver-manuver yang ke mana-mana ngomong, bahwa kalian tahu sendirilah, sehingga ya kayak Denadanya juga, ‘aduh kok gini’,” ucapnya.
Ketika ditanya awak media apakah perkara ini akan berlanjut ke persidangan, Iqbal menjawab tegas, “Berlanjut sidang. Enggak mungkin saya buka sekarang. Maksudnya besok ini agendanya pembacaan gugatan. Nanti dicek dulu pihak penggugat, gugatannya ini sudah betul apa tidak, apa ada perubahan. Kalau ada perubahan ya disempurnakan dulu, baru saya jawab.”
Usai pernyataan tersebut, Ressa Rizky Rossano dan tim kuasa hukumnya yang telah berada di Jakarta sejak 24 Januari 2026 masih kerap muncul di hadapan publik dan menggelar konferensi pers untuk memperjuangkan hak Ressa.
Load more