Adik Denada Tantang Pihak Ressa Ungkap Sosok Ayah Biologis: Harusnya Serang Orang Itu!
- Kolase Instagram/@denadaindonesia/@enricotambunan & tvOne/Happy Oktavia
tvOnenews.com - Konflik antara keluarga Denada Tambunan dan pihak Ressa Rizky Rosano semakin panas.
Setelah Denada akhirnya mengakui secara terbuka bahwa Ressa adalah anak kandungnya, kini giliran sang adik, Enrico Tambunan, yang ikut angkat bicara.
Melalui unggahan video dan pernyataannya di media sosial, Enrico menilai bahwa pihak Ressa seharusnya menagih pengakuan dan pertanggungjawaban dari ayah biologis, bukan justru menyerang Denada.
Enrico dengan tegas menantang pihak Ratih dan Dino Rossano, keluarga yang selama ini mengasuh Ressa, untuk berani membuka identitas sang ayah kandung jika memang mengetahui sosoknya.
Ia menyebut langkah menggugat Denada secara hukum sebagai tindakan yang tidak tepat sasaran.
“Oleh sebab itulah yang menjadi kekecewaan saya yang paling luar biasa adalah di dalam podcast itu dibilang tante tahu siapa bapaknya, kenapa kok yang tante serang malah keponakan sendiri bukan yang orang lain yang justru dialah bapaknya," ujar Enrico di Instagram pribadinya.
"Dialah yang harusnya memberikan nafkah utama. Kalau menurut saya dialah yang seharusnya bertanggung jawab,” pintanya.

- Instagram/enricotambunan
Enrico juga menambahkan bahwa seharusnya keluarga besar Denada justru melindungi Denada, bukan menambah tekanan dengan tuduhan dan gugatan yang justru menyeret nama baik kakaknya.
“Tapi sekarang sudah kakak saya ditinggalin dan kakak saya harus menanggung beban yang luar biasa, dan sekarang dijatuhkan lagi bukan malah dilindungi,” lanjutnya.
Menurut Enrico, jika memang benar Ratih mengetahui siapa ayah biologis dari Ressa, maka langkah yang seharusnya diambil adalah menggugat pria tersebut secara perdata, bukan menjadikan Denada sebagai sasaran.
“Kalau memang tante tahu ya seharusnya tante serang orang itu, bukan serang keponakan sendiri. Saya hanya bisa memohon untuk supaya baik tante maupun teman-teman semua untuk berpikir secara lebih holistik begitu dan bisa mengerti situasi seseorang yang yang sudah disakiti dengan luar biasa begitu,” tegas Enrico.
Pernyataan Enrico langsung direspons keras oleh Ronald Armada, kuasa hukum dari pihak Ressa.
Ronald menilai Enrico tidak memahami konstruksi hukum terkait hubungan antara ibu, anak, dan ayah biologis berdasarkan Undang-Undang Perkawinan.

- Kolase tvOnenews.com/ Instagram @denadaindonesia/ Tangkapan Layar YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo
“Bang Rico ini enggak punya rasional berpikir, apalagi konstruksi hukum enggak tahu apa-apa, ngomong asal jeplak saja mulutnya,” ujar Ronald Armada menanggapi pernyataan terbuka Enrico di media sosial.
Ronald juga menjelaskan secara hukum bahwa hubungan keperdataan anak dengan ayah biologis baru bisa diakui apabila terbukti secara ilmiah melalui tes DNA atau bukti kuat lainnya.
Ia kemudian mengutip dasar hukum dari Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang menjelaskan bahwa anak di luar perkawinan hanya memiliki hubungan perdata dengan ibunya.
Namun, setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010, hubungan tersebut juga bisa diperluas dengan ayah biologis apabila terbukti secara sah.
“Anak itu kan hanya memiliki hubungan keperdataan dengan ibunya. Sebelum frasa itu diperluas oleh Mahkamah Konstitusi lewat putusan 46 tahun 2010, bapak biologisnya juga bisa memiliki hubungan keperdataan asalkan bisa dibuktikan melalui teknologi dan ilmu pengetahuan,” papar Ronald.
Ronald menyindir Enrico karena dianggap tidak memahami konteks tersebut dan menuduhnya hanya beropini berdasarkan emosi semata.
“Jadi jenengan kan enggak tahu apa-apa itu. Kita enggak bisa masuk langsung minta tanggung jawab bapaknya. Wong ibunya saja enggak mengakui kok. Logikanya gimana caranya,” sindir Ronald.
Pernyataan saling sindir antara Enrico dan kuasa hukum Ressa ini menambah panas situasi antara kedua belah pihak.
Publik pun kini semakin penasaran, apakah sosok ayah biologis Ressa benar akan diungkap ke publik seperti yang ditantang Enrico, atau tetap menjadi misteri yang belum terpecahkan. (adk)
Load more