Pihak Ressa Masih Ngambek, Denada Diminta Lakukan Satu Hal Ini Demi Keluarga
- Kolase tvOnenews.com / YouTube MNCTVRumahnyaDangdut / CURHAT BANG Denny Sumargo
tvOnenews.com - Ressa Rizky Rossano dan Denada masih berada dalam pusaran konflik emosional dan hukum yang belum sepenuhnya reda, meski sang penyanyi sudah menyampaikan klarifikasi di media sosial.
Prahara antara Denada dan Ressa memang mulai menemui titik terang setelah Denada akhirnya mengakui secara terbuka bahwa Ressa adalah anak kandungnya. Pengakuan itu disampaikan melalui video klarifikasi yang diunggah pada awal Februari 2026.
Dalam video tersebut, Denada juga menyampaikan permintaan maaf atas keterpisahan selama puluhan tahun. Namun, bagi pihak Ressa, langkah itu dinilai belum cukup menyentuh inti persoalan.
Denada sudah melakukan pengakuan besar di ruang publik. Tetapi kuasa hukum Ressa menilai permintaan maaf itu masih terasa formal dan belum menyentuh sisi batiniah yang lebih dalam.
Pihak Ressa merasa klarifikasi tersebut hanya berhenti sebagai pernyataan media sosial, bukan sebagai bentuk tanggung jawab emosional yang nyata.
Salah satu tuntutan utama yang kini disorot adalah permintaan agar Denada datang langsung menemui keluarga yang selama ini merawat Ressa.
Kuasa hukum Ressa menekankan pentingnya Denada menyampaikan permintaan maaf secara pribadi kepada sosok yang dianggap berjasa besar membesarkan Ressa selama 24 tahun.
Ronald Armanda menyebut ada luka batin yang belum terobati, terutama karena Denada tidak menyinggung keluarga pengasuh dalam klarifikasinya.
Ronald Armanda, kuasa hukum Ressa dalam YouTube Cumicumi (4/2/2026), mengatakan, “Terus yang kedua lagi di dalam pengakuan itu bagi saya yang sangat-sangat memberikan apa ya, penghinaan dan melecehkan saya secara personal itu tidak juga dia diikuti dengan rasa mohon maaf kepada orang tua saya.”
Ia juga mempertanyakan mengapa nama keluarga yang merawat Ressa tidak disebut sama sekali.
“Kalau sudah enggak pernah minta mohon maaf apalagi terima kasih kan itu logikanya kan. Nah, kenapa kok tidak disebut juga namanya orang tua saya di situ?” kata Ronald menegaskan.
Ronald menilai persoalan ini bukan hanya soal status hukum, tetapi juga menyangkut adab dan penghormatan kepada pihak yang telah membesarkan Ressa.
“Jadi kalau kita berbicara tentang adab pun enggak masuk adab memberikan pengakuan seperti itu kan begitu kan,” lanjutnya.
Menurutnya, luka terbesar justru dirasakan oleh ibunya yang selama ini ikut merawat Ressa.
“Nah, ini yang lagi berat secara batiniah ini juga ibu saya kan juga istilahnya… nelongso itu ya, loh kok enggak disebut juga nama mama,” ungkap Ronald.
Meski sudah ada pengakuan, proses hukum tetap bergulir. Pihak Ressa masih melanjutkan gugatan perdata senilai Rp7 miliar terhadap Denada terkait dugaan penelantaran anak.
Karena belum ada langkah nyata berupa pertemuan tatap muka, pihak Ressa menilai itikad baik Denada masih dipertanyakan.
Di sisi lain, tim hukum Denada menyebut bahwa selama ini Denada diam-diam telah memberikan nafkah serta membiayai kebutuhan hidup dan pendidikan Ressa sejak kecil.
Namun, klaim tersebut belum meredakan tuntutan pihak Ressa yang lebih menekankan aspek emosional dan penghormatan keluarga.
Kini, langkah yang paling ditunggu adalah kesediaan Denada untuk datang langsung menemui keluarga Ressa.
Ronald Armanda juga menyinggung sejumlah peristiwa lama yang menurutnya belum pernah dibahas Denada dalam klarifikasinya.
“Yang pertama tidak membukakan pintunya itu membiarkan orang tua saya berdiri di tengah jalan selama 3 jam setengah itu tidak pernah dia bahas di situ ya kan,” tutur Ronald.
Ia juga menambahkan soal laporan polisi yang pernah menyeret keluarganya.
“Terus habis gitu adiknya melaporkan orang tua saya di kepolisian atas indikasi dugaan penggelapan mobil, Itu aja sudah,” tambahnya.
Polemik Denada dan Ressa Rizky Rossano kini bukan hanya soal pengakuan di depan kamera, tetapi soal langkah nyata untuk menyembuhkan luka keluarga.
Pihak Ressa masih menunggu satu hal penting, yaitu pertemuan langsung dan permintaan maaf dari hati ke hati demi penyelesaian secara kekeluargaan sebelum konflik ini melangkah lebih jauh di meja hijau.
(anf)
Load more