Dituding Tilep Rp700 Juta untuk Pilkada, Ini Rekam Jejak Kegagalan Vicky Prasetyo di Dunia Politik
- Instagram @vickyprasetyo777
Saat itu, Vicky maju sebagai calon Bupati Pemalang bersama Muchamad Suwandi, diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

- Tim tvOne - Mohammad Hamzah
Berdasarkan hasil real count dari dokumen Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU), pasangan Vicky-Suwandi menempati posisi paling rendah di berbagai wilayah.
Mereka kalah telak dari dua pasangan lain, yakni Mansur Hidayat-Bobby Dewantara dan Anom Widiyantoro-Nurkholes.
Kekalahan di Pemalang bukan satu-satunya. Masih di tahun yang sama, Vicky Prasetyo juga sempat mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Partai Perindo, mewakili daerah pemilihan Depok dan Bekasi (Jawa Barat VI).
Meski memperoleh suara tertinggi di internal partainya, yakni sekitar 1.800 suara, ia gagal lolos ke Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) karena Partai Perindo tidak mencapai ambang batas parlemen sebesar 4 persen, partai tersebut hanya meraih 1,3 persen suara nasional.
Jika menilik ke belakang, ambisi politik Vicky sudah dimulai sejak lama.
Pada tahun 2018, ia sempat mengikuti penjaringan bakal calon Wali Kota Bekasi melalui Partai Amanat Nasional (PAN).
Namun, langkahnya terhenti karena partai memutuskan untuk mengusung pasangan Rahmat Effendi-Tri Adhianto.
Lebih jauh lagi, Vicky bahkan pernah mencoba peruntungan di level lokal pada Pemilihan Kepala Desa Karang Asih, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi pada 2012.
Saat itu, ia bersaing dengan sembilan calon lain dan hanya memperoleh 2.869 suara, sehingga gagal memenangkan pilkades.
Serangkaian kegagalan tersebut kini menambah catatan panjang perjalanan Vicky Prasetyo di dunia politik. (adk)
Load more