News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Wejangan Jeng Nimas Usai Betrand Peto Sebut Lebih Diurus Ruben Onsu daripada Sarwendah di Acara TV

​​​​​​​Wejangan Jeng Nimas usai Betrand Peto sebut lebih diurus Ruben Onsu daripada Sarwendah di acara TV, ahli tarot soroti sikap dan ucapan Onyo saat itu.
Kamis, 19 Februari 2026 - 12:22 WIB
Jeng Nimas dan Betrand Peto
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / YouTube Jeng Nimas / Instagram @betrandpetoputraonsu

tvOnenews.com - Wejangan Jeng Nimas usai Betrand Peto menyebut dirinya lebih diurus Ruben Onsu daripada Sarwendah di acara TV. 

Nama Betrand Peto kembali jadi perbincangan publik setelah menjawab pertanyaan perbedaan saat tinggal di rumah Sarwendah dulu dengan Ruben Onsu sekarang dianggap membandingkan perhatian kedua orang tuanya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ucapan Betrand Peto yang memicu reaksi beragam netizen ini menarik perhatian ahli tarot Jeng Nimas.

jeng nimas
Wejangan Jeng Nimas Usai Betrand Peto Sebut Lebih Diurus Ruben Onsu daripada Sarwendah di Acara TV. (Sumber: YouTube Jeng Nimas)

Sejak Desember 2025, Betrand Peto memutuskan pindah dan tinggal bersama Ruben Onsu untuk menemani sang ayah angkat yang tinggal sendiri. 

Dalam kesehariannya, ia disebut merasa lebih diperhatikan, terutama dalam hal kebutuhan penampilan seperti pakaian untuk syuting dan manggung. 

Meski kini tinggal terpisah dengan Sarwendah, hubungan keluarga disebut tetap berjalan baik karena Ruben dan Sarwendah masih menjaga komunikasi dan bekerja sama mengurus anak-anak.

Pernyataan tersebut mencuat setelah Betrand hadir sebagai bintang tamu di acara Pagi Pagi Ambyar pada 12 Februari 2026. 

Acara yang dipandu oleh King Nassar, Caren Delano, Dewi Perssik, dan Rian Ibram itu langsung memantik perbincangan luas di media sosial.

Melihat polemik yang berkembang, ahli tarot Jeng Nimas mencoba menjawab rasa penasaran publik melalui terawangan kartu tarot yang diunggah di kanal YouTube pribadinya. 

Ia mempertanyakan alasan di balik keberanian Betrand mengungkap perbedaan perlakuan orang tuanya di tayangan televisi, mengingat posisinya yang kini sudah dewasa dan ucapannya berpotensi menyebar luas.

Dalam terawangannya, kartu yang muncul adalah Workaholic. Jeng Nimas menilai kondisi Sarwendah saat ini tidak lagi sama seperti dulu. 

“Workaholic. Seperti yang saya bilang tadi, bundanya sibuk bekerja. Dengan begitu, tidak bisa seperti dulu lagi,” ujarnya.

Menurut Jeng Nimas, ketika dulu Sarwendah masih bisa fokus penuh pada rumah tangga, hal-hal kecil dalam keseharian anak-anak lebih mudah terpantau. Namun situasinya kini berubah. 

“Kalau dulu memperhatikan hal-hal yang kecil dari kegiatan anak-anaknya, nah sekarang ini pikirannya sudah bercabang-cabang. Jadi ada yang akan tersisihkan dari perhatian Sarwendah ini,” jelasnya.

Ia juga menilai ucapan Betrand sebenarnya sudah diupayakan agar tidak menyinggung pihak tertentu, tetapi tetap saja menjadi bahan gorengan media gosip.

“Sebenarnya Betrand ini juga sudah ngomong kemungkinan karena Bunda sibuk dan lain sebagainya. Tapi media gosip itu tetap menggoreng-menggoreng,” kata Jeng Nimas.

Lebih lanjut, Jeng Nimas menyoroti posisi Betrand yang kini sudah dewasa dan berstatus mahasiswa. Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya membuatnya lebih memahami batasan saat berbicara di ruang publik. 

“Betrand ini kan sudah dewasa, sudah kuliah juga, tentunya sudah paham mana yang boleh diucapkan atau mana yang aman diucapkan saat diundang di televisi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan latar belakang kehidupan Betrand yang dinilai membuatnya perlu lebih berhati-hati menjaga perasaan orang tua. 

“Apalagi sebagai seseorang yang mengetahui latar belakangnya sebelum adopsi seperti apa dan saat diadopsi seperti apa, tentunya harus bisa menjaga nama atau perasaan dari kedua orang tuanya,” tutur Jeng Nimas.

Dalam wejangan penutupnya, Jeng Nimas menegaskan bahwa baik Ruben Onsu maupun Sarwendah memiliki peran besar dalam membesarkan Betrand. 

“Karena bagaimanapun kedua orang tuanya ini memiliki peran dari membesarkan Betrand, baik Sarwendah maupun Ruben,” katanya.

Ia pun meminta publik untuk tidak memperkeruh keadaan dengan berpihak berlebihan. 

“Buat kalian-kalian yang pro sana, pro sini harus berpikir lerem lah, ademlah. Wong hubungan anak dan ayah bundanya jangan dikipas-kipasi,” ucap Jeng Nimas.

Menurutnya, hubungan anak dan orang tua wajar mengalami gesekan, namun tidak seharusnya diumbar ke ruang publik. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Hubungan seorang anak dengan orang tuanya itu memang kadang-kadang ada gesekan-gesekan. Tapi ketika ada gesek-gesekan, seharusnya tidak usah diucapkan di sebuah tayangan televisi,” pungkasnya.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Akankah Garuda Amankan Tiket Semifinal?

Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Akankah Garuda Amankan Tiket Semifinal?

Laga Singapura kontra Timnas Indonesia dipastikan menjadi salah satu pertandingan paling menentukan di Grup A Piala AFF 2026. Seperti apa prediksi skornya?
Rupiah Melemah 12 Poin Menjadi Rp17.935 per Dolar AS

Rupiah Melemah 12 Poin Menjadi Rp17.935 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah menjadi Rp17.935 per dolar AS, padahal penutupan sebelumnya di level Rp17.923 per dolar AS.
IHSG Dibuka Menghijau saat Bursa Asia Bergerak Variatif sementara Wall Street Melemah

IHSG Dibuka Menghijau saat Bursa Asia Bergerak Variatif sementara Wall Street Melemah

IHSG dibuka menguat 8 poin atau 0,14 persen di level 6.352 pada pembukaan perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026.
Kunjungi Korban Musibah Tumpahan Minyak Montara di NTT, Purbaya Janji Tangani Dampak Sosial-Ekonomi

Kunjungi Korban Musibah Tumpahan Minyak Montara di NTT, Purbaya Janji Tangani Dampak Sosial-Ekonomi

Purbaya berdialog dengan masyarakat yang selama 16 tahun terakhir menghadapi berbagai konsekuensi akibat tumpahan minyak Montara yang terjadi pada tahun 2009.
Polda Metro Gagalkan Peredaran Narkoba di Tangerang, Dua Pria Bawa Dua Paket Ganja Diciduk

Polda Metro Gagalkan Peredaran Narkoba di Tangerang, Dua Pria Bawa Dua Paket Ganja Diciduk

Pengungkapan kasus berawal dari informasi masyarakat mengenai adanya pengiriman ganja dari Sumatera Utara yang akan tiba di terminal bus ALS, di Jalan Daan Mogot. 
Kualitas Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia Pada Jumat

Kualitas Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia Pada Jumat

Kualitas udara di Jakarta pada Jumat pagi menduduki posisi 10 besar sebagai kota dengan udara terburuk di dunia dan masuk ke dalam kategori udara tak sehat.

Trending

Terbongkar, Ini Alasan Mengejutkan Kenapa Ada 995 Senjata di Dalam Sekolah Jaksel Sejak 2020

Terbongkar, Ini Alasan Mengejutkan Kenapa Ada 995 Senjata di Dalam Sekolah Jaksel Sejak 2020

Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin serta Kuasa Hukum Eks Ketua Yayasan, IWD, yakni Alhadid Endar Putra buka suara soal temuan 995 senjata airsoft gun di sebuah sekolah swasta, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Keempat Soal Status Cekal

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Keempat Soal Status Cekal

Usai gugatan praperadilan ketiga soal ganti rugi, tersangka tudingan ijazah palsu Jokowi, Roy Suryo mengajukan kembali praperadilan terkait pencekalan. 
Fakta Baru Pelaku Mutilasi di Depok: Mendadak Resign Kerja Goreng Piscok Usai Izin Interview di Mal

Fakta Baru Pelaku Mutilasi di Depok: Mendadak Resign Kerja Goreng Piscok Usai Izin Interview di Mal

Di balik kasus pembunuhan disertai mutilasi yang menggegerkan Depok, muncul cerita dari tempat terakhir Saepul alias Saepullah (26) mencari nafkah.
Geger! PSSI-nya Korea Selatan Dituding Biayai Hiburan Seks untuk Wasit Asing, KFA Buka Suara

Geger! PSSI-nya Korea Selatan Dituding Biayai Hiburan Seks untuk Wasit Asing, KFA Buka Suara

Setelah kegagalan Timnas Korea Selatan di Piala Dunia hingga keputusan aneh pada sanksi pelatih Persija, Shin Tae-yong, kali ini KFA terkena skandal seksual. 
Heboh Usulan MBG Raih Nobel Perdamaian 2026, Istana Akhirnya Buka Suara

Heboh Usulan MBG Raih Nobel Perdamaian 2026, Istana Akhirnya Buka Suara

Istana Kepresidenan merespons isu yang beredar mengenai usulan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperoleh Nobel Perdamaian 2026.
KPK Bakal Panggil Kakanim Jaksel Usai Ditemukan Uang 8.500 Dolar Singapura Hasil Penggeledahan 

KPK Bakal Panggil Kakanim Jaksel Usai Ditemukan Uang 8.500 Dolar Singapura Hasil Penggeledahan 

Kepala Kantor Imigrasi (Kanim) Jakarta Selatan, Winarko akan dipanggil KPK usai ditemukannya uang 8.500 Dolar Singapura di dalam ruangannya oleh penyidik. 
Lewat Diskusi Persoalan Bangsa di Yogyakarta, Gerakan Iqra Indonesia Terbentuk

Lewat Diskusi Persoalan Bangsa di Yogyakarta, Gerakan Iqra Indonesia Terbentuk

Puluhan peserta dari berbagai universitas dan organisasi ekstra kampus di Yogyakarta mengikuti kegiatan focus group discussion (FGD) '81 Tahun Merdeka, 19 Tahun Menuju Indonesia 2045'.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT