News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bangga dengan Paspor WNA, Helmi Yahya Menangis Melihat Dwi Sasetyaningtyas: Orang Pintar Sepertimu, Bantu Negerimu Ini

Ucapan ‘Cukup aku yang WNI, anak-anakku jangan’ viral di media sosial, alumni penerima beasiswa LPDP Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas mendapat sorotan Helmy Yahya
Senin, 23 Februari 2026 - 20:57 WIB
Helmy Yahya sayangkan perkataan Dwi Sasetyaningtyas
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ Tangkapan Layar YouTube Helmy Yahya Bicara

tvOnenews.com - Setelah mengucapkan ‘Cukup aku yang WNI, anak-anakku jangan’ viral di media sosial, alumni penerima beasiswa LPDP Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas menjadi perbincangan netizen.

Melalui video yang diunggah di media sosial, Dwi Sasetyaningtyas merasa bangga dengan memamerkan paspor anaknya yang berwarga negara asing (WNA) dari Inggris.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibatnya, konten miliknya viral dan menjadi polemik hebat. Banyak pihak yang menyayangkan pernyataannya tersebut, salah satunya Helmi Yahya.

Seorang entertainer, Helmy Yahya mengaku sebagai penerima beasiswa dari World Bank melalui Departemen Keuangan tahun 1991.

Ketika menerima beasiswa dari negara, maka setiap orang menandatangani perjanjian kontrak bahwa setelah sekolah harus mengabdi pada negara.

“Seperti saya tahun 1991, kita menandatangani perjanjian kontrak bahwa setelah selesai kita sekolah harus mengabdi ke Indonesia, 2N + 1. Kalau dulu kuliahnya 2 tahun, artinya 2x2+1 artinya 5 tahun,” ungkap Helmy Yahya pada tayangan YouTube Helmy Yahya Bicara.

Sewaktu bersekolah di Miami, Amerika Serikat ia hanya bersekolah selama 10 bulan atau 1 tahun. Maka dalam waktu 3 tahun mengabdi pada negara, selanjutnya sudah terbebas dari kontrak.

Menurutnya, hal ini cukup adil karena untuk menyekolahkan seseorang ke luar negeri menghabiskan uang hingga miliaran rupiah.

“Jadi cukup fair lah karena kuliah di luar negeri kan menghabiskan uang miliaran. Jadi menurut saya, termasuk saya, kita harus berterima kasih,” ujarnya.

Dwi Sasetyaningtyas.
Dwi Sasetyaningtyas.
Sumber :
  • Instagram @sasetyaningtyas

Namun, mantan Direktur Utama LPP TVRI ini mengingatkan bahwa uang dipakai untuk beasiswa merupakan uang rakyat yang dikumpulkan melalui pajak.

“Dan ingat ya, uang yang kita pakai ini adalah uang rakyat yang dikumpulkan dari pajak. Jadi jangan merasa ‘ah ini kan uang negara’. No, uang rakyat!” tegas Helmy.

Oleh karena itu, ia sangat menyesalkan dengan ucapan Dwi Sasetyaningtyas yang sangat bangga bahwa anaknya mendapatkan kewarganegaraan Inggris.

“Kita sangat menyesalkan, Dwi Sasetyaningtyas. Nggak ada masalah mau anaknya jadi warga negara manapun,” tuturnya.

“Tapi ucapannya, ‘cukup saya saja yang WNI, anak saya jangan’. Haduh Dwi, saya mendengarmu bicara begini, dengan muka berbinar-binar setelah dapat surat dari home office-nya Inggris itu, gimana gitu ya,” sambungnya.

Sebagai seorang yang memiliki rasa nasionalisme, ia sangat terganggu dengan kata-kata konten kreator itu.

Menurutnya, justru orang-orang pintar penerima beasiswa seperti Tyas bisa membantu negerinya menjadi lebih baik lagi.

“Jadi sorry ini pribadi, nasionalisme saya terganggu. Jangan lah bicara begitu,” sindir adik Tantowi Yahya itu.

“Kita tahu Indonesia lagi ada banyak masalahnya. Justru orang pintar seperti kamu, seperti suamimu, seperti awardee-awardee dari LPDP dan beasiswa-beasiswa yang lain bantulah negerimu ini,” lanjutnya berharap.

Sebagai warga negara Indonesia (WNI), menurutnya kita harus bersyukur karena bisa menjadi tempat untuk pulang dan tempat pertama kali melihat dunia. 

Memang menurutnya ada banyak persoalan yang terjadi di Tanah Air, namun alangkah baiknya diselesaikan bersama.

“Jadi ingat kata orang, right or wrong, it's my country. Jadi mau salah atau betul, ini negaraku. Inilah Indonesiaku. Disini kita dilahirkan, disini kita pertama kali melihat dunia, disini kita dibesarkan. Walaupun persoalan kita banyak, tetapi kita harus bersyukur,” jelas Helmy Yahya.

“Justru karena kita punya banyak persoalan, mari kita selesaikan,” pungkasnya.

Terkait dengan isu tersebut, pihak Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan memanggil suami Dwi Sasetyaningtyas, Arya Irwanto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Disisi lain, pihak LPDP mengklarifikasi bahwa Dwi Sasetyaningtyas telah menyelesaikan studi magisternya pada 31 Agustus 2017 dan sudah memenuhi seluruh kewajiban masa pengabdian sesuai aturan yang berlaku.

(kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Kementerian ATR/BPN kebut transformasi layanan untuk mempersempit celah mafia tanah. Salah satunya dengan uji coba layanan Peralihan Hak atau balik nama sertifikat maksimal 10 hari kerja.
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Tanjung Priok dan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai gagalkan pengiriman 8,96 juta batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai
15 Ucapan HUT RI ke-81 yang Penuh Semangat yang Cocok untuk Jadi Caption di Status WhatsApp

15 Ucapan HUT RI ke-81 yang Penuh Semangat yang Cocok untuk Jadi Caption di Status WhatsApp

Bagi yang sedang mencari referensi kalimat singkat, menarik, dan berkesan, berikut lima belas ucapan HUT RI ke-81 yang siap menyemarakkan Status WhatsApp Anda.
Nyeri Lutut dan Sendi Sembuh Tanpa Obat Kimia, dr Zaidul Akbar Anjurkan Langkah Sederhana Ini

Nyeri Lutut dan Sendi Sembuh Tanpa Obat Kimia, dr Zaidul Akbar Anjurkan Langkah Sederhana Ini

Masalah nyeri lutut dan sendi tidak hanya menyerang kelompok usia lanjut, jika terjadi nyeri lutut dan sendi, dr Zaidul Akbar menganjurkan ikuti langkah berikut
Perayaan HUT ke-81 RI Jadi Momentum Menghidupkan Kembali Budaya, Wastra, Kuliner dan UMKM Daerah

Perayaan HUT ke-81 RI Jadi Momentum Menghidupkan Kembali Budaya, Wastra, Kuliner dan UMKM Daerah

Perayaan HUT ke-81 RI menjadi momentum mengenalkan kembali budaya, wastra, kuliner, seni, dan komoditas UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.
Bangkit dari Vakum, Tradisigila Rilis Album Ketiga Street Love Memories dengan Warna Musik yang Lebih Variatif

Bangkit dari Vakum, Tradisigila Rilis Album Ketiga Street Love Memories dengan Warna Musik yang Lebih Variatif

Band rock asal Semarang, Jawa Tengah, TRADISIGILA, kembali menunjukkan produktivitasnya setelah sempat mengalami masa vakum beberapa tahun.

Trending

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal di Tanjung Priok, Potensi Kerugian Negara Rp8,6 M

Bea Cukai Tanjung Priok dan Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai gagalkan pengiriman 8,96 juta batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai
Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Jegal Ruang Gerak Mafia, Balik Nama Sertifikat Tanah Maksimal 10 Hari Kerja akan Dimulai 17 Agustus 2026

Kementerian ATR/BPN kebut transformasi layanan untuk mempersempit celah mafia tanah. Salah satunya dengan uji coba layanan Peralihan Hak atau balik nama sertifikat maksimal 10 hari kerja.
Jadwal Siaran Langsung Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Ukir Sejarah, Selangkah Lagi Menuju UFC

Jadwal Siaran Langsung Dana White's Contender Series: Bilal Hasan Ukir Sejarah, Selangkah Lagi Menuju UFC

Jadwal siaran langsung Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1. Petarung MMA tak terkalahkan asal Indonesia, Bilal Hasan, akan menjalani pertarungan penting untuk membuka jalan menuju UFC.
Polisi Masih Selidiki Kematian Siswi 14 Tahun Diduga Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswi 14 Tahun Diduga Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu

Perjalanan KRL di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, sempat terganggu setelah seorang siswi SMA kelas 10 tertabrak kereta rel listrik (KRL), Senin (10/8/2026).
Siapa Wanita Berbaju Putih di Balik Challenge Surat Ad-Duha Berhadiah Miras? Ini Pengakuan MC Newport 

Siapa Wanita Berbaju Putih di Balik Challenge Surat Ad-Duha Berhadiah Miras? Ini Pengakuan MC Newport 

Sosok wanita berbaju putih disebut mengambil mikrofon MC Newport sebelum muncul challenge hafalan Surat Ad-Duha berhadiah minuman beralkohol. Siapa dia?
MC Booth Miras Newport Akhirnya Minta Maaf, Singgung Kehadiran Gadis Misterius Berbaju Putih

MC Booth Miras Newport Akhirnya Minta Maaf, Singgung Kehadiran Gadis Misterius Berbaju Putih

Revnaldo Ega, MC di booth Newport akhirnya meminta maaf setelah video sayembara satu botol miras gratis dengan hafalan surat Ad-Dhuha menuai kecaman luas.
Viral Video Promosi Alkohol dengan Hafalan Ayat Al-Quran Berhadiah Sebotol Miras, Tuai Kecaman Warganet

Viral Video Promosi Alkohol dengan Hafalan Ayat Al-Quran Berhadiah Sebotol Miras, Tuai Kecaman Warganet

Media sosial dihebohkan dengan adanya video. Viral video yang memperlihatkan Booth Brand Alkohol mengadakan challenge, bermaksud promosi gunakan ayat alquran.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT