News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siapa Saja 3 Dewan Kepemimpinan Sementara Iran Setelah Khamenei Wafat? Ini Sosoknya!

Tiga tokoh memimpin Iran sementara usai wafatnya Khamenei. Siapa mereka dan bagaimana perannya?
Senin, 2 Maret 2026 - 22:19 WIB
Bendera Iran
Sumber :
  • Instagram/tehrantimes79

tvOnenews.com - Pasca meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan gabungan Israel-Amerika Serikat, situasi politik di Iran langsung memasuki babak baru.

Pemerintah Iran dengan cepat membentuk Dewan Kepemimpinan Sementara yang terdiri dari tiga orang tokoh penting.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dewan ini ditugaskan untuk menjalankan pemerintahan hingga pemimpin tertinggi baru ditetapkan.

Langkah ini sesuai dengan Pasal 111 Konstitusi Iran, yang menyebut bahwa jika posisi Pemimpin Tertinggi kosong karena kematian, pengunduran diri, atau ketidakmampuan permanen, maka Dewan Kepemimpinan Sementara akan mengambil alih tugas kepemimpinan tertinggi.

Dewan tersebut terdiri dari Presiden, Ketua Mahkamah Agung, dan anggota Dewan Penjaga. Ketiganya saat ini adalah Masoud Pezeshkian, Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, dan Ayatollah Alireza Arafi.

1. Ayatollah Alireza Arafi

Sosok pertama dalam dewan ini adalah Ayatollah Alireza Arafi, tokoh ulama berpengaruh yang telah menjadi anggota Dewan Penjaga (Guardian Council) sejak tahun 2019.

Dewan tersebut memiliki peran vital dalam sistem politik Iran karena bertugas memeriksa seluruh undang-undang dan kebijakan agar sejalan dengan prinsip-prinsip Islam.

Sebagai anggota Dewan Penjaga, Arafi memiliki wewenang untuk menolak rancangan undang-undang yang dianggap bertentangan dengan syariat Islam.

Selain itu, lembaga ini juga berperan dalam menyaring calon presiden dan anggota parlemen yang akan maju dalam pemilihan umum.

Arafi juga menjabat sebagai wakil ketua Majelis Pakar, lembaga yang memiliki tanggung jawab utama dalam memilih dan mengawasi Pemimpin Tertinggi Iran.

Di luar aktivitas politik, ia dikenal luas di kalangan ulama karena memimpin salat Jumat di kota Qom, pusat pendidikan keagamaan terpenting di Iran.

Sebagai pemimpin sistem seminari nasional, ia juga berperan besar dalam mencetak generasi baru ulama Syiah.

2. Masoud Pezeshkian

Presiden Iran Masoud Pezeshkian
Presiden Iran Masoud Pezeshkian
Sumber :
  • Anadolu

Tokoh berikutnya adalah Masoud Pezeshkian, Presiden Iran yang terpilih pada pemilihan umum tahun 2024.

Pria berusia 71 tahun ini dikenal sebagai politikus reformis dan juga seorang ahli bedah jantung.

Pezeshkian pernah bertugas di militer selama perang Iran dan menjabat sebagai Menteri Kesehatan di masa pemerintahan Presiden Mohammad Khatami.

Setelah tahun 2005, ia menjabat sebagai anggota parlemen yang mewakili kota Tabriz di barat laut Iran.

Dalam karier politiknya, Pezeshkian kerap menyuarakan reformasi sosial dan ekonomi.

Ia berkomitmen untuk melonggarkan kebijakan sosial dalam negeri serta memperbaiki hubungan luar negeri tanpa meninggalkan nilai-nilai revolusi Islam.

Dalam menanggapi pembunuhan Khamenei, Pezeshkian menyampaikan pernyataan keras bahwa Iran memiliki hak penuh untuk membalas serangan tersebut.

"Republik Islam Iran menganggapnya sebagai tugas dan hak yang sah untuk membalas para pelaku dan dalang kejahatan bersejarah ini,” tegasnya dalam pidato resminya.

3. Gholam-Hossein Mohseni-Ejei

Anggota ketiga dewan ini adalah Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, pemimpin tertinggi lembaga peradilan Iran sejak 2021.

Ia merupakan seorang ulama senior dan dikenal sebagai tokoh garis keras yang loyal terhadap pemerintahan konservatif Iran.

Sebelum menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung, Mohseni-Ejei pernah menduduki posisi penting lainnya, seperti Menteri Intelijen (2005–2009), Jaksa Agung, dan Wakil Ketua Hakim Pertama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam beberapa pernyataannya, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberi kelonggaran terhadap siapa pun yang dianggap mengancam stabilitas negara.

Kini, bersama Pezeshkian dan Arafi, Mohseni-Ejei menjadi bagian penting dari Dewan Kepemimpinan Sementara Iran yang bertugas menjaga stabilitas politik dan memastikan transisi kekuasaan berjalan sesuai dengan konstitusi di tengah situasi perang dan tekanan internasional yang memanas. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Harga Emas Antam Hari Ini 10 Agustus 2026 Terpantau Stabil, Tetap di Angka Rp2.690.000 per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini 10 Agustus 2026 Terpantau Stabil, Tetap di Angka Rp2.690.000 per Gram

Harga emas Antam hari ini 10 Agustus 2026 terpantau stabil atau tetap di angka Rp2.690.000 per gram.
Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan Bidik Sejarah di Asian Games 2026, Kejar Medali Keempat

Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan Bidik Sejarah di Asian Games 2026, Kejar Medali Keempat

Perjalanan panjang Eko Yuli Irawan di panggung Asian Games belum berakhir. Lifter senior Indonesia tersebut diproyeksikan kembali memperkuat Merah Putih pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang.
Harga Pangan Hari Ini 10 Agustus 2026: Beras Kompak Naik, Cabai Rawit Merah Melejit

Harga Pangan Hari Ini 10 Agustus 2026: Beras Kompak Naik, Cabai Rawit Merah Melejit

Harga sejumlah bahan pangan strategis kembali bergerak naik pada awal pekan, Senin, 10 Agustus 2026.
Garuda Calling! Bintang Abroad Eropa Segera Berkumpul, Ini Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Garuda Calling! Bintang Abroad Eropa Segera Berkumpul, Ini Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia mulai mengalihkan perhatian ke FIFA ASEAN Cup 2026 setelah gagal di Piala AFF. Skuad Garuda kini punya peluang bangkit dengan kekuatan terbaik.
Jukir di Tambora Ditangkap, Paksa Pemotor Bayar Rp5 Ribu Pakai Karcis Kadaluwarsa Berujung Cekcok

Jukir di Tambora Ditangkap, Paksa Pemotor Bayar Rp5 Ribu Pakai Karcis Kadaluwarsa Berujung Cekcok

Pelaku yang merupakan juru parkir memaksa dan membentak-bentak korban untuk membayar parkir Rp5 ribu. Pelaku dalam aksinya menggunakan karcis kadaluwarsa.
Rupiah Menguat ke Rp17.810 per Dolar AS, Dipengaruhi Cadangan Devisa Juli dan Ketegangan Iran-AS di Timur Tengah

Rupiah Menguat ke Rp17.810 per Dolar AS, Dipengaruhi Cadangan Devisa Juli dan Ketegangan Iran-AS di Timur Tengah

Rupiah menguat ke Rp17.810 per dolar AS dipengaruhi cadangan devisa Juli dan ketegangan Iran-AS di Timur Tengah. 

Trending

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Hingga Amerika penuhi semua syarat, Iran tidak akan membuka Selat Hormuz, syarat itu termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran.
Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Aparat dari Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.
FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

Timnas Indonesia akan kembali bertemu Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Pertemuan tersebut berpotensi menjadi pertandingan yang sarat dendam sekaligus unjuk identitas.
Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan kaki korban mutilasi Depok belum ditemukan hingga saat ini. Kendalanya, yakni titik pasti di mana tersangka membuangnya dan aliran air.
Drama Mees Hilgers di FC Twente Belum Usai, Rekan Satu Tim Bek Timnas Indonesia Buka Suara: Kedua Pihak Saling Kecewa

Drama Mees Hilgers di FC Twente Belum Usai, Rekan Satu Tim Bek Timnas Indonesia Buka Suara: Kedua Pihak Saling Kecewa

Kompetisi Liga Belanda dimulai, namun ujung hidung Mees Hilgers tak kunjung terlihat bersama FC Twente. Situasi tersebut tidak lepas dari persoalan kontrak yang membuat hubungan Hilgers dan klub asal Belanda itu memanas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT