Profil Abu Janda alias Permadi Arya, Pegiat Viral yang Murka hingga Diusir saat Debat Perang AS-Israel dan Palestina
- Instagram/@permadiaktivis2
"Kalau tidak ada bangsawan dari Palestina yang menyumbang untuk kemerdekaan bangsa ini, melalui Agus Salim, belum tentu juga kita merdeka. Jadi, kalau main utang sejarah, sebenarnya kita punya utang besar terhadap bangsa Palestina," beber Feri.
Abu Janda langsung emosional dan mengamuk. Pegiat media sosial itu menilai pernyataan dilontarkan Feri adalah hoaks dan merasa Indonesia tidak berutang budi terhadap Palestina.
"Utang apaan bangsa kita kemerdekaan Palestina? Utang apaan bang? Jangan ngaco. Gue kasih tahu ya, biar lo tahu. Ada hoaks yang bilang katanya, Palestina negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia, itu hoaks," geram Abu Janda.
Emosi Abu Janda yang semakin tidak terkendali membuat dirinya diusir dari acara talkshow tersebut. Sontak, video Abu Janda marah-marah berbuah kontroversial hingga viral di media sosial.
Profil Abu Janda alias Permadi Arya
- Instagram/@permadiaktivis2
Permadi Arya memiliki nama populer Abu Janda. Ia mempunyai nama asli Heddy Setya Permadi.
Abu Janda merupakan pegiat media sosial yang lahir di Cianjur, Jawa Barat pada 14 Desember 1973.
Berdasarkan latar belakangnya, Abu Janda pernah menempuh pendidikan di Singapura. Ia mengambil gelar Diploma Ilmu Komputer Informatics IT School Singapura pada April 1997.
Selain itu, Abu Janda juga berhasil menyabet gelar Sarjana Business & Finance di University of Wolverhampton Inggris pada 1999.
Kemudian, Abu Janda pernah bekerja di sejumlah sektor industri. Ia pernah menjadi karyawan di beberapa perusahaan, di antaranya sekuritas, bank swasta hingga perusahaan tambang batu bara mulai tahun 1999 hingga 2015.
Di sisi lain, Abu Janda juga sudah menjadi pegiat media sosial yang memiliki pengaruh luas. Itu terjadi sejak 2015.
Di dunia maya, ia dikenal luas sering melontarkan beragam pendapat terkait isu-isu sosial. Terlebih, ia paling getol membahas isu yang berkaitan dengan intoleransi, radikalisme, hingga kebebasan beragama di Indonesia.
Bahkan, ia kerap kali memberikan komentar terkait peristiwa yang kontroversial. Contohnya terkait pembubaran kegiatan ibadah hingga perusakan tempat ibadah dimiliki oleh kelompok minoritas.
Load more