Kronologi Kades Hoho Alkaf Dikeroyok Warga, Akhirnya Ngadu ke Gubernur Jabar Dedi Mulyadi
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
tvOnenews.com - Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan kabar kurang mengenakkan dari Kepala Desa Purwasaba yang dikenal nyentrik, Hoho Alkaf.
Sosok yang memiliki nama asli Welas Yuni Nugroho itu menjadi sorotan publik setelah video dirinya keluar dari kantor desa dengan pakaian dinas terkoyak viral di berbagai platform.
Dalam video yang beredar, terlihat Hoho keluar dari Balai Desa Purwasaba dengan pengawalan aparat kepolisian.
Seragam dinasnya tampak rusak setelah sebelumnya terjadi kericuhan dalam aksi demonstrasi yang digelar ratusan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Peristiwa tersebut terjadi di Balai Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah pada Selasa (11/3/2026).
Demonstrasi awalnya berlangsung sebagai forum penyampaian aspirasi masyarakat terkait proses penjaringan perangkat desa.
Namun situasi yang awalnya kondusif berubah menjadi ricuh ketika massa mulai mendesak pemerintah desa untuk membatalkan hasil seleksi perangkat desa yang telah diumumkan.
Aksi unjuk rasa tersebut dipicu oleh ketidakpuasan sejumlah peserta terhadap hasil seleksi perangkat desa.
- Kolase tvOnenews.com / YouTube Kang Dedi Mulyadi
Salah satu anggota LSM yang ikut dalam proses penjaringan disebut tidak lolos dalam tahapan seleksi.
Massa kemudian menuntut agar proses penjaringan tersebut dibatalkan dan diulang kembali.
Namun permintaan itu ditolak oleh pihak pemerintah desa.
Hoho Alkaf menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi perangkat desa telah dilakukan sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku.
Menurutnya, panitia telah menjalankan proses seleksi secara transparan dan sesuai regulasi, sehingga tidak ada alasan untuk mengulang proses yang sudah selesai.
Penolakan tersebut justru memicu ketegangan di lokasi aksi.
Kericuhan memuncak ketika Hoho Alkaf hendak meninggalkan aula balai desa setelah melakukan audiensi dengan massa.
Ia mengaku menjadi korban pengeroyokan saat keluar dari pintu aula.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @hoho_alkaff, Hoho menceritakan kronologi kejadian yang menimpanya.
Ia mengatakan bahwa serangan terjadi sebelum dirinya mendapatkan pengawalan aparat keamanan.
“Waktu saya baru keluar dari pintu aula, sebelum dikawal, langsung pukulan menghujani dari belakang, samping, dan depan. Kacamata saya sampai remuk karena dipukul dari depan,” ungkap Hoho.
Ia juga menyebut massa yang berada di sekitar lokasi langsung menyerangnya dari berbagai arah.
Akibat kejadian tersebut, kacamata yang dikenakannya pecah dan seragam dinasnya robek.
Bahkan beberapa atribut kepala desa yang melekat di pakaiannya terlepas karena ditarik oleh massa.
“Logo atribut saya juga pada rogol. Papan nama jatuh karena ketarik-ketarik,” jelasnya.
Hoho juga menegaskan bahwa video yang viral di media sosial tidak sepenuhnya menggambarkan kejadian yang sebenarnya.
Menurutnya, rekaman tersebut diambil saat dirinya sudah berada dalam pengamanan aparat kepolisian.
“Di video itu memang suruh keluar semua, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Dan ada yang bilang saya tidak dikeroyok. Memang di video itu saya sudah diamankan karena sudah di belakang mobil,” katanya.
Ia menilai banyak pihak yang salah memahami situasi karena hanya melihat potongan video yang beredar.
Setelah insiden pengeroyokan tersebut viral, Hoho Alkaf kemudian menjadi perhatian publik dengan menceritakan kejadian yang dialaminya.
- YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL
Ia bahkan diundang ke kanal YouTube milik Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menceritakan secara langsung kronologi insiden yang menimpanya.
Dalam kesempatan tersebut, Hoho kembali menegaskan bahwa dirinya hanya menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku dalam proses penjaringan perangkat desa.
Ia berharap kejadian yang dialaminya bisa menjadi perhatian publik dan menjadi pembelajaran agar proses demokrasi di tingkat desa tetap berjalan tanpa kekerasan. (adk)
Load more