News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dipanggil Dedi Mulyadi, Vina Cirebon Ungkap Pernah Dipukul Saat Tolak Melayani Suami

​​​​​​​Vina Cirebon mengaku kepada Dedi Mulyadi pernah dipukul suami saat di China. Pengakuan itu terungkap saat pertemuan dengan mantan mertuanya. (18/3/2026)
Rabu, 18 Maret 2026 - 04:15 WIB
Dedi Mulyadi dan Vina Cirebon
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / YouTube Dedi Mulyadi

tvOnenews.com - Dedi Mulyadi kembali menyoroti kasus yang menimpa Vina, perempuan asal Cirebon yang sebelumnya mengaku menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus “pengantin pesanan” di China. 

Dalam pertemuan yang difasilitasi langsung oleh Dedi Mulyadi, Vina mengungkap pengalaman pahitnya selama tinggal bersama suaminya di negeri tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus Vina sendiri sempat menjadi perhatian publik sejak awal Maret 2026. Perempuan asal Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon itu mengaku disekap dan mengalami kekerasan setelah dinikahkan dengan seorang warga negara China.

vina
Vina Cirebon Dipanggil Dedi Mulyadi. (Sumber: YouTube Dedi Mulyadi)

Vina juga menyebut paspornya sempat ditahan sehingga tidak bisa kembali ke Indonesia. Dalam kondisi tertekan, ia kemudian melakukan panggilan video dengan Dedi Mulyadi untuk meminta pertolongan agar dapat dipulangkan.

Tak lama setelah kasus itu viral, pemerintah bersama sejumlah pihak akhirnya berhasil memulangkan Vina ke Indonesia. 

Namun beberapa waktu kemudian, mantan mertua Vina dari China justru datang ke kediaman Dedi Mulyadi untuk memberikan klarifikasi terkait tudingan yang beredar.

Setelah mendengar penjelasan dari pihak mantan mertua, Dedi Mulyadi menilai bahwa mereka memiliki niat baik. Meski begitu, sebagai Gubernur Jawa Barat, ia tidak ingin hanya mendengar satu sisi cerita.

Karena itu, dalam unggahan di kanal YouTube pribadinya pada 17 Maret 2026, Dedi Mulyadi mempertemukan langsung Vina dengan mantan mertuanya untuk mencari kejelasan dari kedua pihak.

Dalam pertemuan tersebut, mantan mertua Vina menyampaikan bahwa sebenarnya mereka sempat berencana mengantarkan Vina pulang ke Indonesia.

“Emang dia udah ada omongan, Pak, katanya kalau misalnya kayak Idul Fitri dia mau pengin mengantar pulang. Dia sudah ada omongan begitu,” ujar mantan mertua Vina melalui penerjemah.

Penerjemah juga menambahkan bahwa pihak keluarga suami sebenarnya terbuka jika Vina memiliki keluhan.

“Kalau misalnya ada apa-apa, misalnya ada keluhan apa, dianya tuh bisa ngebantu. Ngomong baik-baik,” kata penerjemah.

Mendengar penjelasan tersebut, Dedi Mulyadi kemudian mengingat percakapan sebelumnya saat ia berkomunikasi dengan Vina ketika masih berada di China.

“Nah, waktu itu pernah cerita ke saya, ‘pernah enggak Vina waktu di sana pernah telepon menangis dan mengaku pada mertuanya dia bertengkar sama saudaranya karena saudaranya pakai uang Vina?’” tanya Dedi Mulyadi.

Vina pun menanggapi pernyataan tersebut dengan singkat.

“Oh, itu urusan aku ya,” jawab Vina.

Dedi Mulyadi lalu menjelaskan bahwa pihak keluarga suami merasa tuduhan penganiayaan muncul karena kesalahpahaman.

“Artinya gini loh. Kan ada dia merasa tuduhannya Vina nangis itu sampai mukanya kayak lembam-lembam itu penganiayaan, gitu loh. Nah, dia tidak merasa menganiaya. Katanya ‘waktu itu dia nangis karena dia lagi nangis karena uangnya dipakai saudaranya, bukan dianiaya oleh saya’. Ini urusannya juga mungkin dia ngejaga kehormatan dia,” jelas Dedi Mulyadi.

Namun Vina kemudian memberikan pengakuan berbeda mengenai kejadian yang dialaminya.

“Kalau yang nelepon sambil nangis itu benar, tapi bukan urusan uang sama keluarga ya, Pak. Kalau bapak ini, bapak mertua emang enggak mukul waktu itu. Tapi anaknya, Pak,” kata Vina.

“Suami berarti,” tanya Dedi Mulyadi.

“Vina sudah sering bilang, Pak. Tapi ayah dan ibu enggak pernah percaya kalau dia yang mukul,” jawab Vina.

Dedi Mulyadi kemudian kembali memastikan soal perlakuan dari keluarga suami.

“Oh, suaminya yang kan. Tapi mertuamu baik kan?” tanya Dedi Mulyadi.

Vina pun mengakui bahwa mertuanya sebenarnya bersikap baik, meskipun pernah terjadi insiden kekerasan.

“Baik. Tapi pernah mukul juga,” ujar Vina.

“Pernah mukul kenapa?” tanya Dedi Mulyadi lagi.

Vina menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi saat dirinya mencoba pergi.

“Waktu itu di kantor polisi karena aku pergi,” ungkapnya.

“Ya karena kabur gitu berarti,” kata Dedi Mulyadi.

“Ya kan dipukul, diseret di kantor polisi. Dipukul juga sama ayah dan ibunya,” lanjut Vina.

Vina juga mengaku pernah mencoba melarikan diri karena ingin pulang ke Indonesia.

“Pernah. Karena mereka bilang kan, aku udah ngomong secara baik-baik sama mereka,” katanya.

“Karena kabur karena kamu pengin pulang belum diantar pulang?” tanya Dedi Mulyadi.

“Waktu itu enggak. Waktu itu kan aku bilang aku siap balikin uang. Waktu itu masih ada rekamannya juga, tapi mereka mintanya 500, sedangkan itu bukan uang yang aku terima,” jelas Vina.

Penerjemah kemudian menanyakan kembali maksud angka tersebut.

“Kata-kata 500 itu dari siapa?” tanya penerjemah.

“Dari Liu, Ame yang ngomong. Waktu itu kan kakak juga ada di telepon. Aku ada buktinya, tapi di HP aku. HP-nya ada di PH aku,” jawab Vina.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertemuan yang difasilitasi Dedi Mulyadi itu menjadi momen bagi kedua pihak untuk menyampaikan versi masing-masing terkait kejadian yang dialami Vina selama tinggal di China.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Periksa Pembina Federasi Wing Chun, KPK Telusuri Aset Kasus Korupsi Kuota Haji

Periksa Pembina Federasi Wing Chun, KPK Telusuri Aset Kasus Korupsi Kuota Haji

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan penyidikan terkait kasus dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama tahun 2023-2024.
DPP BKPRMI: Tradisi Dialog Pejabat dan Mahasiswa di Kampus Adalah Kemajuan Demokrasi

DPP BKPRMI: Tradisi Dialog Pejabat dan Mahasiswa di Kampus Adalah Kemajuan Demokrasi

Dewan Pengurus Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI) mengapresiasi menteri dan para pejabat pemerintah di era Presiden RI, Prabowo Subianto yang berdialog dengan mahasiswa secara langsung ke kampus.
Kebijakan Era Prabowo-Gibran Dinilai Langkah Perubahan Tata Kelola Negara Menuju Kemajuan

Kebijakan Era Prabowo-Gibran Dinilai Langkah Perubahan Tata Kelola Negara Menuju Kemajuan

Kebijakan yang dijalankan oleh pemerintahan era Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka menuai respons positif.
Bepotensi Tembus Rp400 Triliun, Wakaf Dinilai Dapat Jadi Kekuatan Ekonomi BAru Indonesia

Bepotensi Tembus Rp400 Triliun, Wakaf Dinilai Dapat Jadi Kekuatan Ekonomi BAru Indonesia

Pemerintah melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 571 Tahun 2026 resmi menetapkan Bulan Wakaf Nasional.
Sulteng Dihantam Gempa Bumi Dahsyat, Seorang Warga Dilaporkan Meninggal Dunia

Sulteng Dihantam Gempa Bumi Dahsyat, Seorang Warga Dilaporkan Meninggal Dunia

Gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo melanda wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Selasa (16/6/2026).
Tak Hanya Mees Hilgers, FC Twente Berpotensi Punya Satu Lagi Pemain Berdarah Indonesia

Tak Hanya Mees Hilgers, FC Twente Berpotensi Punya Satu Lagi Pemain Berdarah Indonesia

Pemain Timnas Indonesia, Mees Hilgers, berpeluang memiliki rekan setim baru yang juga memiliki darah Indonesia yakni eks kiper FC Volendam, Kayne van Oevelen.

Trending

Waspada, Pinjol Ilegal Makin Merajalela! Kenali Bahaya, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya Sebelum Jadi Korban

Waspada, Pinjol Ilegal Makin Merajalela! Kenali Bahaya, Ciri-Ciri, dan Cara Menghindarinya Sebelum Jadi Korban

Pinjol ilegal masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia. Kenali bahaya, ciri-ciri, serta cara menghindari pinjaman online ilegal agar terhindar dari teror, kebocoran
Masih Ingat Herve Renard? Eks Pelatih Arab yang Pernah Merepotkan Timnas Indonesia Kini Dapat Misi Berat di Piala Dunia

Masih Ingat Herve Renard? Eks Pelatih Arab yang Pernah Merepotkan Timnas Indonesia Kini Dapat Misi Berat di Piala Dunia

Nama Herve Renard bukanlah sosok asing bagi penggemar Timnas Indonesia. Eks pelatih Arab Saudi kini dapat tugas berat untuk selamatkan Tunisia di Piala Dunia.
Kenali Ciri-Ciri Pinjaman Online Ilegal dan Fakta Apakah Gagal Bayar Pinjol Ilegal itu Aman?

Kenali Ciri-Ciri Pinjaman Online Ilegal dan Fakta Apakah Gagal Bayar Pinjol Ilegal itu Aman?

Bagaimana cara mengenali pinjol ilegal? Apakah gagal bayar pinjaman online ilegal aman? Simak ciri-ciri pinjol ilegal, risiko yang mengintai, serta langkah hukum yang dapat
Haji Bolot Sempat Kritis dan Tak Sadarkan Diri 2 Hari, Kondisi Terkini Diungkap Sang Istri

Haji Bolot Sempat Kritis dan Tak Sadarkan Diri 2 Hari, Kondisi Terkini Diungkap Sang Istri

Kondisi kesehatan komedian senior Haji Bolot berangsur menunjukkan perkembangan positif setelah sempat menjalani masa kritis akibat serangan jantung.
Program MBG Tuai Kritik Publik, PSI Minta Masyarakat Beri Kesempatan ke Pimpinan Baru BGN

Program MBG Tuai Kritik Publik, PSI Minta Masyarakat Beri Kesempatan ke Pimpinan Baru BGN

Belakangan publik mengkritik keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) buntut terungkapnya kasus mega korupsi oleh tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).
Telan Korban Jiwa, DPRD Surabaya Bakal Panggil Penanggung Jawab Proyek Gorong-Gorong Margorejo

Telan Korban Jiwa, DPRD Surabaya Bakal Panggil Penanggung Jawab Proyek Gorong-Gorong Margorejo

DPRD Kota Surabaya akan memanggil penanggung jawab proyek gorong-gorong di Jalan Margorejo Indah, depan Plaza Marina Surabaya, menyusul insiden yang menewaskan seorang lansia setelah terperosok ke area proyek tersebut pada Jumat (12/6/2026) malam.
Judi Online Bisa Bikin Masuk Penjara! Ini Aturan KUHP, Jerat Hukum, dan Dampak Sosial yang Wajib Diketahui

Judi Online Bisa Bikin Masuk Penjara! Ini Aturan KUHP, Jerat Hukum, dan Dampak Sosial yang Wajib Diketahui

Judi online bukan sekadar pelanggaran moral, tetapi juga tindak pidana yang diancam hukuman penjara hingga 10 tahun dan denda miliaran rupiah. Simak aturan KUHP, UU ITE, serta dampak sosialnya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT