Dedi Mulyadi Syok Lihat 3 Janda Tinggal di Warung Nasi, Langsung Siapkan Bantuan Rp50 Juta
- Kolase tvOnenews.com / YouTube Kang Dedi Mulyadi
tvOnenews.com - Dedi Mulyadi menjadi sorotan publik usai momen haru yang terjadi saat Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Dalam momen tersebut, Dedi Mulyadi terlihat cukup syok ketika menemukan 3 janda tinggal berdesakan di sebuah rumah sempit.
Aksi cepat Dedi Mulyadi yang langsung menyiapkan bantuan Rp50 juta pun menuai perhatian luas.
![]()
Dedi Mulyadi dan Tetangga. (Sumber: YouTube Kang Dedi Mulyadi)
Peristiwa ini terjadi saat Dedi Mulyadi melakukan silaturahmi dengan warga di lingkungan tempat tinggalnya.
Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya pada 22 Maret 2026, ia terlihat menyusuri lorong permukiman warga sambil menyapa tetangga.
Dedi Mulyadi tampak menjabat tangan warga satu per satu, memohon maaf lahir dan batin, serta membagikan THR kepada anak-anak yang ditemuinya. Suasana hangat penuh keakraban terasa sepanjang perjalanan tersebut.
Namun, perhatian Dedi Mulyadi kemudian tertuju pada sebuah rumah sederhana di tengah lorong. Ia bersama rombongan pun berhenti dan menyapa penghuni rumah tersebut.
Saat berbincang dengan seorang anak perempuan, Dedi Mulyadi bertanya, “Neng sekolah di mana, Neng?”
Anak itu menjawab, “Cipto.”
Dedi Mulyadi kembali bertanya, “SMP?”
Anak perempuan itu menjawab, “Eh SD.”
Mendengar jawaban itu, Dedi Mulyadi tampak terkejut. “Masih SD tapi sudah tinggi begini,” ujarnya.
Tak lama kemudian, seorang ibu dari dalam rumah berkata, “Emak penasaran banget sama Bapak.”
Dedi Mulyadi menjawab, “Kan sekarang ketemu.”
Namun, ibu tersebut menjelaskan bahwa yang dimaksud penasaran adalah sang nenek. Dedi Mulyadi pun masuk ke dalam rumah untuk menemui sosok tersebut.
Saat melihat kondisi rumah, Dedi Mulyadi langsung menunjukkan keterkejutannya.
“Oh ampun, ya Allah, di Bandung rumah kok begini. Berapa orang di sini?” ucapnya.
Sang ibu menjawab, “Janda, janda, janda.”
Dedi Mulyadi kembali bertanya, “Yang janda ada berapa orang?”
Ibu penjual nasi menjelaskan, “Saya, emak, dan anak saya.”
Dari situ, Dedi Mulyadi mengetahui bahwa ada 3 janda yang tinggal bersama dalam satu rumah sempit tersebut.
Ia kemudian menanyakan kondisi keluarga tersebut lebih lanjut.
“Teteh di mana suaminya?” tanya Dedi Mulyadi.
Pertanyaan itu dijawab bahwa sang anak telah bercerai.
“Sekarang sudah 4 tahun, dari usia 2 tahun,” ujar ibu penjual nasi.
Dedi Mulyadi kembali bertanya mengenai penghidupan mereka.
“Sekarang teteh menghidupi anak dari mana?”
“Jualan,” jawab sang anak.
“Jualan, bantu aku di sini,” timpal sang ibu.
Keluarga tersebut diketahui menjalankan usaha warung nasi kecil di rumah yang sama dengan tempat tinggal mereka.
Melihat kondisi itu, Dedi Mulyadi pun mengajak agar warga sesekali membantu dengan membeli dagangan mereka.
“Nanti sesekali dipesen nasi bungkus, nasi dus, pesan sama dia biar para janda ini hidup,” ujarnya.
Ia kemudian menanyakan status tanah tempat mereka tinggal. “Tapi ini tanah sendiri?”
“Bukan, tanah ini milik kotamadya,” jawab sang ibu.
Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi kembali mengungkapkan keprihatinannya. “Oh jadi ini tanah kota. Jadi enggak punya rumah, tanah pun ngontrak. Ngontrak juga enggak, tanahnya tanah pemkot. ‘Saya janda, anak saya janda, cucu saya janda semua,’ kok hidup gini amat ya,” ucapnya.
Dedi Mulyadi juga menanyakan kondisi tempat tinggal mereka yang terlihat sempit. “Ini di sini berdesakan?”
“Iya, karena rumah di Padalarang hancur,” jawab sang ibu.
Saat ditanya penyebabnya, sang anak menjelaskan, “Di belakang rumah kebakaran, Pak. Terus kena bagian belakang rumah. Karena susah disiram, jadi orang-orang pada naik ke atap.”
Dedi Mulyadi kemudian memastikan apakah mereka masih memiliki rumah pribadi. “Ibu punya rumah pribadi?”
“Ada, tapi sudah hancur,” jawabnya.
Mendengar kisah tersebut, Dedi Mulyadi akhirnya mengambil langkah cepat. “Kalau dibangunin oleh kita, dibantu Rp50 juta untuk bangun rumah, mau enggak?” tawarnya.
Sang anak langsung menjawab mantap, “Insyaallah mau.” Sang ibu pun mengangguk setuju.
Setelah itu, Dedi Mulyadi melanjutkan kunjungannya ke rumah warga lainnya. Momen ini pun menuai banyak pujian dari warganet yang menilai kepeduliannya terhadap masyarakat kecil sangat nyata dan menyentuh.
(anf)
Load more