Terkuak! Awal Pertemuan Cucu Mpok Nori dan Suami Siri di Malaysia hingga Cemburu Buta Merenggut Nyawa
- Kolase tvOnenews.com / tvOneNews & Intens Investigasi
tvOnenews.com - Fakta baru mengenai kehidupan Cucu Mpok Nori mulai terungkap ke publik. Kali ini, kakak korban membongkar awal mula pertemuan sang adik dengan suami siri asal Irak hingga hubungan tersebut diliputi konflik akibat cemburu buta.
Kakak korban membeberkan bahwa hubungan antara Cucu Mpok Nori dan suami sirinya bermula sejak lama, bahkan sebelum keduanya tinggal di Indonesia. Pertemuan pertama terjadi saat korban bekerja di luar negeri.
Kakak korban menjelaskan bahwa sang adik berangkat ke Malaysia pada tahun 2007 untuk bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI). Di sanalah keduanya pertama kali berkenalan.
![]()
Kakak Korban. (Sumber: YouTube Intens Investigasi)
“Itu tahun 2007, adik saya ke Malaysia. Nah, itu jadi TKI di sana. Nah, terus dia berkenalan sama orang ini, kenalan di sana,” ujar kakak korban dalam tayangan YouTube Intens Investigasi (23/3/2026).
Hubungan keduanya pun berlanjut hingga korban kembali ke Indonesia setelah beberapa tahun bekerja.
Tanpa diduga, pria tersebut mengikuti korban ke Tanah Air dan melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.
“Terus sudah hampir 4 tahun kerja, pulang dah ke Indonesia. Enggak tahunya lelaki ini ngikut, nyusul gitu. Akhirnya ngelamar adik saya gitu ya. Karena pertimbangannya mereka sama-sama suka, ya kita kan enggak bisa, keluarga enggak bisa ini kan, jadi ikut saja,” lanjutnya.
Meski tidak dijelaskan secara pasti, kakak korban menyebut pernikahan keduanya berlangsung sekitar tahun 2019 atau 2020. Sejak saat itu, hubungan rumah tangga mereka berjalan seperti biasa di mata keluarga.
Namun, kakak korban mengaku tidak mengetahui secara pasti adanya dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), karena tidak tinggal bersama.
“Ya namanya kan kita tinggal enggak barengnya. Kalau untuk masalah KDRT saya enggak tahu, namanya berkeluarga masing-masing. Cuma kalau adik saya biasa saja sih. Walaupun kalau memang dia kena KDRT, mungkin ada lebam, enggak pernah konfirmasi atau enggak pernah ngomong gitu ada apa enggak,” ungkapnya.
Meski begitu, ia menyoroti adanya tekanan secara psikis yang diduga dialami korban selama menjalani hubungan tersebut.
“Tapi yang di ini mah psikisnya dia, ya. Kalau enggak kan enggak mungkin anaknya keguguran tiga kali,” katanya.
Seiring berjalannya waktu, konflik dalam hubungan Cucu Mpok Nori dengan suami siri mulai muncul.
Kakak korban menegaskan bahwa tudingan perselingkuhan yang menjadi pemicu cemburu pelaku tidaklah benar.
“Selingkuh enggak. Karena kan selama dulu pernikahan adik saya tuh sama dia terus kan, ya enggak pernah ada teman. Teman keluarga-keluarganya doang dia komunikasi, apa istilahnya bergaulnya gitu,” jelasnya.
Menurutnya, kecemburuan mulai muncul ketika korban bekerja di sebuah tempat yang membuatnya sering berinteraksi dengan banyak orang, termasuk laki-laki.
“Nah, semenjak dia ngontrak di situ, dia kerja jadi SPPG MBG, bagian masak. Nah, kalau bagian masak itu pulang kan kadang tengah malam jam berapa. Nah, kan di sana kan namanya orang masak rata-rata orang laki dan perempuan tuh campur. Jadi, temannya banyak, itu dia cemburunya di situ,” ungkap kakak korban.
Rasa cemburu tersebut kemudian berkembang menjadi konflik yang terus berulang dalam hubungan mereka.
“Dikirainnya dia sudah enggak ini sama si orang ini gitu. Jadi, ada percekcokan terus,” katanya.
Kakak korban kembali menegaskan bahwa tidak ada tanda-tanda perselingkuhan dari sang adik selama menjalani rumah tangga.
“Kerja di ini MBG gitu. Enggak ada selingkuh adik saya mah, enggak maksudnya enggak ada gelagat kayak begitu adik saya mah. Dia mah normal-normal saja,” tegasnya.
Pengakuan kakak korban ini semakin memperjelas bahwa konflik dalam hubungan Cucu Mpok Nori dengan suami siri diduga kuat dipicu oleh kecemburuan yang tidak berdasar.
Kisah ini pun menjadi potret tragis bagaimana hubungan yang bermula dari pertemuan di perantauan justru berujung pada konflik berkepanjangan.
(anf)
Load more