GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Usai Diperiksa 12 Jam, Keluarga Cucu Mpok Nori Ungkap Tak Bertemu Tersangka

​​​​​​​Usai diperiksa 12 jam di Polda Metro Jaya, keluarga Cucu Mpok Nori ungkap tak bertemu tersangka dan berharap pelaku dihukum setimpal atas perbuatannya.
Selasa, 24 Maret 2026 - 23:18 WIB
Cucu Mpok Nari, Suami Siri, dan Kakak Korban
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / tvOneNews & Intens Investigasi

tvOnenews.com - Keluarga Cucu Mpok Nori akhirnya buka suara usai menjalani pemeriksaan panjang selama 12 jam di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Selasa (24/3/2026). Dalam kesempatan itu, pihak keluarga mengungkap bahwa mereka tidak sempat bertemu langsung dengan tersangka pembunuhan.

Pemeriksaan ini dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan kasus meninggalnya Dwintha Anggary, yang merupakan Cucu Mpok Nori. Setelah menjalani pemeriksaan maraton, keluarga langsung dikerumuni awak media, seperti terlihat dalam unggahan YouTube Intens Investigasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kakak korban menjelaskan bahwa ada empat anggota keluarga yang turut diperiksa oleh penyidik dalam kasus ini.

cucu mpok nori
Keluarga Cucu Mpok Nori. (Sumber: YouTube Intens Investigasi)

“Kita dari empat orang, ibu saya, adik saya, saya, sama ipar,” ujarnya.

Selain itu, ia juga membenarkan bahwa salah satu yang diperiksa berkaitan dengan kontrakan yang ditempati tersangka.

“Iya betul, yang kontrakan tersangka,” lanjutnya.

Saat ditanya apakah sempat dipertemukan dengan pelaku, kakak korban menegaskan bahwa tidak ada pertemuan langsung selama proses pemeriksaan berlangsung.

“Kita enggak ketemu, cuman adik-adik saya yang pada ketemu tadi,” katanya.

Ia menjelaskan, momen tersebut pun bukanlah pertemuan yang disengaja, melainkan hanya sekadar berpapasan saat tersangka sedang digiring oleh petugas.

“Enggak ketemu, cuman enggak sengaja pas dia lagi digiring,” tambahnya.

Terkait materi pemeriksaan, kakak korban menyebut pertanyaan yang diajukan penyidik berkisar pada hal-hal umum, termasuk komunikasi terakhir dengan korban.

“Enggak, sekitaran itu ya yang ditanyain,” ungkapnya.

Ketika ditanya kemungkinan adanya interaksi atau permintaan maaf dari tersangka kepada keluarga, ia menegaskan hal tersebut tidak terjadi.

“Kita mau ngomong apa ya?” ujarnya singkat.

“Orang cuman dia lewat doang gitu, dia juga mungkin enggak tahu kalau ada kita. Enggak ditemuin,” sambungnya.

Meski demikian, pihak keluarga memilih untuk mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian yang tengah menangani kasus ini.

“Ya kita tinggal tunggu dari Bapak polisi. Saya juga makasih banget sama Bapak penyidik juga sampai hari ini masih bantuin kita, gitu aja,” katanya.

Di akhir pernyataannya, kakak korban menyampaikan harapan agar kasus yang menimpa Cucu Mpok Nori dapat segera diselesaikan dan pelaku mendapat hukuman yang setimpal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Semoga cepat, pokoknya cepat selesai, terus dihukum yang setimpal dengan perbuatannya,” tutupnya.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Fakta Terbaru Buronan Pelecehan Seksual Sesama Jenis Syekh Al-Misry, Rupanya Punya 2 Kewarganegaraan dan Simpan Paspor Mesir

Fakta Terbaru Buronan Pelecehan Seksual Sesama Jenis Syekh Al-Misry, Rupanya Punya 2 Kewarganegaraan dan Simpan Paspor Mesir

Polri mengungkap fakta baru terkait buronan kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis, Syekh Al-Misry. Tersangka yang kini berada di Mesir itu dipastikan memiliki lebih dari satu kewarganegaraan.
Heboh Soal Kabar Jaringan Pedofilia Libatkan WNA Jepang di Blok M, Ini Fakta Sebenarnya

Heboh Soal Kabar Jaringan Pedofilia Libatkan WNA Jepang di Blok M, Ini Fakta Sebenarnya

Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan dugaan jaringan pedofilia yang disebut melibatkan warga negara asing asal Jepang di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
Lebih Besar Pahala Kurban Sapi Bersama 7 Orang atau Kambing Milik Sendiri? Begini Kata Buya Yahya

Lebih Besar Pahala Kurban Sapi Bersama 7 Orang atau Kambing Milik Sendiri? Begini Kata Buya Yahya

Dalam pemilihan hewan kurban, umat muslim memiliki opsi berkurban seekor kambing secara individu atau patungan satu ekor sapi diperuntukkan bagi tujuh orang.
Minim Laporan Korban, Komnas Perempuan Menduga Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Fenomena Gunung Es

Minim Laporan Korban, Komnas Perempuan Menduga Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Fenomena Gunung Es

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menengarai bahwa kasus kekerasan seksual yang terjadi di pondok pesantren merupakan fenomena gunung es. 
Sempat Menolak Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Ini Kini Bangga Kenakan Jersey Garuda hingga Tuai Sorotan Warganet

Sempat Menolak Timnas Indonesia, Pemain Keturunan Ini Kini Bangga Kenakan Jersey Garuda hingga Tuai Sorotan Warganet

Sempat menolak tawaran membela Timnas Indonesia, Tijjani Reijnders kini justru mencuri perhatian setelah terlihat bangga mengenakan jersey Garuda, momen viral.
Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin ternyata sempat menghubungi Megawati Hangestri terlebih dahulu sebelum akhirnya Mega berlabuh ke Hyundai Hillstate musim depan.

Trending

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Reaksi Kapten Red Sparks Yeum Hye-seon Setelah Megawati Hangestri Pilih Gabung ke Hyundai Hillstate

Begini reaksi kapten Red Sparks Yeum Hye-seon setelah sahabatnya Megawati Hangestri memilih gabung Hillstate sekaligus gagal bermain setim lagi musim depan.
Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Media Korea Tak Habis Pikir, Sebut Hyundai Hillstate Dapat 'Jackpot' Usai Rekrut Megawati Hangestri

Kembalinya Megawati Hangestri ke Liga Voli Korea mendapat sorotan besar dari media Korea. Mereka menyebut perekrutan Megatron sebagai sebuah jackpot bagi klub.
News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

News Terpopuler: Modus Pesan Tengah Malam Kiai Cabul Ponpes Pati, hingga Doktrin Ashari Pada Santriwati

Modus pesan oknum Kiai, Ashari pengasuh ponpes di Pati saat tengah malam. Doktrin diberikan tersangka kasus dugaan pencabulan untuk melancarkan aksi bejatnya
Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.
Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Alasan Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin Relakan Megawati Hangestri Gabung Hillstate Musim Depan

Pelatih Red Sparks Ko Hee-jin ternyata sempat menghubungi Megawati Hangestri terlebih dahulu sebelum akhirnya Mega berlabuh ke Hyundai Hillstate musim depan.
Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Saksi Ceritakan Awal Mula Didirikan Ponpes Ndholo Kusumo oleh Kiai Ashari: Belum Ada Kejanggalan tapi Gerak-geriknya Mencurigakan

Pak Di, saksi yang lebih dari 10 tahun bekerja dengan Kiai Ashari menceritakan awal mula didirikannya Ponpes Ndholo Kusumo Pati sebelum ramai kasus pencabulan.
Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban, Begini Isi Chat Kiai Ashari ketika Minta Temani Tidur Santriwati

Bukti WhatsApp dibongkar kuasa hukum korban, Ali Yusron, begini isi chat Kiai Ashari ketika minta ditemani tidur oleh santriwati di malam hari.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT