News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dedi Mulyadi Tak Mau Salah Langkah, Minta Waktu Cari Solusi Masalah Vina Cirebon dan Mantan Mertua

​​​​​​​Dedi Mulyadi minta waktu cari solusi kasus Vina Cirebon dan mantan mertua. Ia tak ingin salah langkah karena persoalan hukum pernikahan di China cukup rumit.
Rabu, 25 Maret 2026 - 04:05 WIB
Dedi Mulyadi, Vina, dan Mantan Mertua
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / YouTube Kang Dedi Mulyadi

tvOnenews.com - Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan setelah menangani kasus Vina, warga Desa Gombang, Cirebon, yang mengaku menjadi korban pengantin pesanan di China

Dalam upayanya menyelesaikan persoalan tersebut, Dedi Mulyadi memilih berhati-hati dan meminta waktu untuk mencari solusi terbaik agar tidak merugikan kedua belah pihak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini mencuat setelah Vina mengaku disekap oleh sesama WNI di China dan kesulitan pulang karena dokumen pentingnya ditahan. 

dedi mulyadi
Dedi Mulyadi mempertemukan Vina dan Mantan Mertua. (Sumber: YouTube Kang Dedi Mulyadi)

Melalui video di media sosial, Vina meminta bantuan langsung kepada Dedi Mulyadi untuk bisa kembali ke Indonesia.

Merespons hal tersebut, mantan mertua Vina bahkan datang langsung dari Tiongkok ke Lembur Pakuan untuk memberikan klarifikasi. 

Pertemuan antara kedua pihak pun difasilitasi oleh Dedi Mulyadi guna meluruskan informasi yang beredar.

Dalam pertemuan itu, Nisa yang bertindak sebagai penerjemah menjelaskan situasi dari pihak keluarga pria.

“Ya, dia kalau misalnya si Vinanya speak up, jadi dia merasa tidak enak, karena kan dia niatnya dari awal itu baik. Terus saya yang dari awal menerjemahkan si Vina dari awal, saya yang nemenin ke China karena dari keluarga si Vina ini enggak ada yang bisa nemenin, Vinanya juga minta tolong ke aku,” ujar Nisa dalam tayangan YouTube Kang Dedi Mulyadi.

Ia juga menambahkan bahwa keterbatasan bahasa menjadi kendala utama, “Terus dianya juga kan belum bisa bahasa, terus dari keluarganya si Vina pun katanya ini minta tolong aja dari keluarga kita udah pada tua-tua katanya gitu, nggak ada yang bisa nemenin ke sana. Jadi saya di situ cuma bener-bener terjemahin aja.”

Melihat kondisi tersebut, Dedi Mulyadi tampak keheranan. Ia bahkan sempat memejamkan mata saat mengetahui Vina tidak memahami bahasa maupun budaya China, termasuk sosok pria yang menikahinya.

Pihak mantan mertua Vina pun memberikan klarifikasi melalui penerjemah, “Kalau permintaan mertuanya ini kan kita kenalnya baik-baik pak, berakhir juga baik-baik.”

Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa persoalan hukum harus dipahami dengan baik oleh Vina.

“Harus dipahami juga karena nikahnya kan resmi, harus dipahami ininya tuh nggak bisa lagi nikah dengan yang lain. Di undang-undang Chinanya harus cerai dulu sama kamu, itu masalahnya,” jelasnya.

Nisa kembali menjelaskan bahwa proses perceraian di China memiliki aturan berbeda, “Jadi pihak ayahnya ini minta si Vinanya mau enggak mau harus ke sana buat ngurus cerai. Karena kalau di sana itu kan foto berdua kayak gini nih pak, maksudnya pernikahan kan foto berdua, pas cerai pun harus foto berdua gitu.”

Ia juga menekankan bahwa pihak keluarga pria ingin menyelesaikan masalah secara baik-baik, “Dari pihak keluarga si laki-laki mah pengennya karena kita ininya baik-baik ya pak, dia inginnya pisahnya baik-baik gitu.”

Bahkan, solusi pendampingan juga sempat disampaikan, “Nanti misalnya si Vina ini takut sendirian kan bisa ditemani pamannya atau sama siapa ke sana buat urus cerai doang, nanti setelah selesai cerai dia balik lagi ke sini.”

Namun, Dedi Mulyadi melihat adanya perbedaan sistem hukum antara Indonesia dan China, “Beda dengan Indonesia ya, di Indonesia mah kalau satu sudah pergi, tidak menjalankan kewajiban, nantikan bisa diputus oleh pengadilan asal melakukan gugatan kan.”

Ia pun mencoba mencari alternatif solusi, termasuk kemungkinan menggunakan kuasa hukum atau surat keterangan WNA yang telah kembali ke Indonesia.

Di sisi lain, kekhawatiran juga muncul dari pihak keluarga pria, “Solusinya gimana? Soalnya nanti anaknya dia enggak bisa nikah lagi,” ujar Nisa menyampaikan pesan tersebut.

Dalam situasi yang cukup rumit ini, Dedi Mulyadi akhirnya mengambil sikap untuk tidak tergesa-gesa.

“Oke, kasih saya waktu ya kan. Kan ada nomornya, nanti saya bicarakan dari sisi hukumnya ya,” tegasnya.

Ia juga menegaskan prinsip yang dipegang dalam menangani kasus ini, “Nanti kasih saya waktu, saya cari solusi karena bagi saya juga, ke sini saya harus melindungi, ke sana juga tidak boleh menyakiti. Karena dua-duanya walaupun beda negara, beda agama adalah manusia yang harus saling dihargai, itu prinsip hidup saya.”

Diketahui, mantan mertua Vina berada di Indonesia hingga 23 Maret. Keputusan akhir pun akan disampaikan setelah Dedi Mulyadi menemukan solusi terbaik.

“Nanti keputusannya seperti apa nanti bapak kabarin,” ujar Nisa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya nanti kabarin mbak, kan ngerti bahasanya mbak. Ya nanti kalau seumur hidup enggak boleh nikah kan kasihan,” tutup Dedi Mulyadi.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hilirisasi Bauksit Jadi Pijakan Pengembangan Mineral Strategis Indonesia

Hilirisasi Bauksit Jadi Pijakan Pengembangan Mineral Strategis Indonesia

Indonesia terus perkuat hilirisasi bauksit sebagai bagian dari transformasi sumber daya mineral menjadi fondasi industri nasional yang bernilai tambah. seiring
Messi, Suarez dan Neymar bakal Reunian

Messi, Suarez dan Neymar bakal Reunian

Inter Miami berniat menyatukan trio MSN, yaitu Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar.
Maarten Paes Dicadangkan, Netizen Belanda Ramai Mengamuk ke Pemain Ini Usai Ajax Kalahkan PEC di Eredivisie: Sangat Ceroboh

Maarten Paes Dicadangkan, Netizen Belanda Ramai Mengamuk ke Pemain Ini Usai Ajax Kalahkan PEC di Eredivisie: Sangat Ceroboh

Maarten Paes harus memulai laga dari bangku cadangan saat Ajax Amsterdam menghadapi PEC Zwolle. Sorotan justru mengarah kepada pemain tuan rumah yang blunder.
Heboh, Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Menantunya

Heboh, Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Menantunya

Sultan Brunei Hassanal Bolkiah disebut telah mencabut gelar kerajaan “Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri” yang disandang menantunya, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah.
Viral! Video Seorang Ibu Diduga Ditendang oleh Putrinya karena Tidak Bisa Ambil Foto yang Bagus

Viral! Video Seorang Ibu Diduga Ditendang oleh Putrinya karena Tidak Bisa Ambil Foto yang Bagus

Viral sebuah video diduga anak tendang ibunya di daerah Kalimantan Barat. Aksi si perempuan yang diduga menendang sang Ibu, memancing amarah warga sekitar
Hina Pasien BPJS di Threads, Dokter Elda Putri Dinonaktifkan 3 Bulan dari PPDS UGM Usai Ditarik dari Stase Sardjito

Hina Pasien BPJS di Threads, Dokter Elda Putri Dinonaktifkan 3 Bulan dari PPDS UGM Usai Ditarik dari Stase Sardjito

Polemik dokter Elda Putri Rahardini yang menjadi sorotan setelah unggahannya di media sosial (medsos) terkait pasien BPJS Kesehatan berujung pada sanksi akademik. 

Trending

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Hingga Amerika penuhi semua syarat, Iran tidak akan membuka Selat Hormuz, syarat itu termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran.
Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Aparat dari Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.
Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku mutilasi di Depok ternyata sempat berbicara hal menyeramkan soal pembunuhan ke temannya. 
FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

Timnas Indonesia akan kembali bertemu Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Pertemuan tersebut berpotensi menjadi pertandingan yang sarat dendam sekaligus unjuk identitas.
Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan kaki korban mutilasi Depok belum ditemukan hingga saat ini. Kendalanya, yakni titik pasti di mana tersangka membuangnya dan aliran air.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT