News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Di Hadapan ASN Pemprov Jabar, Dedi Mulyadi Sebut Dirinya Gubernur Pinggiran

​​​​​​​Dedi Mulyadi sebut dirinya gubernur pinggiran di hadapan ASN Pemprov Jabar saat halal bihalal sederhana, tekankan kerja nyata dan tinggalkan seremonial.
Selasa, 31 Maret 2026 - 03:12 WIB
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat
Sumber :
  • YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL

tvOnenews.com - Suasana tak biasa terjadi di halaman Gedung Sate, Senin pagi. Di tengah tradisi halal bihalal yang biasanya berlangsung formal, Dedi Mulyadi justru tampil sederhana dan blak-blakan menyebut dirinya sebagai “gubernur pinggiran”. Pernyataan ini langsung mencuri perhatian para ASN yang hadir.

Gubernur Jawa Barat itu memimpin apel pagi yang dirangkaikan dengan acara halal bihalal bersama aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Jabar. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, acara kali ini dikemas dengan nuansa kekeluargaan yang kental, bahkan dilakukan secara lesehan.

dedi mulyadi
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat. (Sumber: YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL)

Dalam suasana santai tersebut, Dedi Mulyadi membuka sambutannya dengan sapaan hangat kepada seluruh jajaran pemerintah daerah.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sampurasun. Yang saya hormati Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat, yang saya hormati para bupati, wali kota, para wakil bupati, wakil wali kota, para ketua DPRD se-Provinsi Jawa Barat. Yang saya hormati seluruh jajaran pegawai Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dipimpin oleh saudara sekretaris daerah dari sisi administrasi kepegawaian,” ujarnya, seperti dikutip dari unggahan YouTube Lembur Pakuan Channel (30/3/2026).

Ia kemudian menyampaikan rasa syukur atas momen kebersamaan tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih pada hari ini, pagi hari, di minggu kedua Syawal 1447 Hijriah kita bersama berkumpul untuk bersilaturahmi sebagai bentuk tradisi tahunan negara,” kata Dedi Mulyadi.

Meski demikian, ia mengakui bahwa tradisi halal bihalal selama ini kerap identik dengan kegiatan seremonial.

“Biasanya saya paham sejak saya dulu menjadi bupati di Provinsi Jawa Barat, pertama kali masuk kerja biasanya ada halal bihalal se-Provinsi Jawa Barat dengan berbagai atributif kegiatan seremonial,” ungkapnya.

Namun kini, ia memilih pendekatan berbeda yang lebih sederhana dan berorientasi pada kerja nyata.

“Tetapi seiring dengan tuntutan kerja kita yang harus terus memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, saya lebih memilih sudahlah apel pagi, yang mungkin saya menjadi pemimpin apel setahun dua kali karena saya hari ini menjadi gubernur pinggiran, bukan gubernur kantoran,” tegas Dedi Mulyadi.

Istilah “gubernur pinggiran” pun ia jelaskan dengan gamblang di hadapan para ASN.

“Gubernur pinggiran adalah gubernur yang ada di pinggir kampung, gubernur yang ada di pinggir kali, gubernur yang ada di pinggir pantai, gubernur yang ada di pinggir jalan, di pinggir hutan, di seluruh pinggir-pinggir itu,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar kebijakan pemerintah tidak terjebak dalam konsep yang terlalu teoritis.

“Apa sih kepentingannya? Kepentingannya satu, Pak. Selama ini provinsi itu terlalu akademis. Selama ini provinsi itu terlalu imajinatif. Karena terlalu akademis, terlalu imajinatif, itu tidak sesuai dengan tuntutan publik yang semakin terbuka,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sebagai pemimpin yang dipilih rakyat, gagasan harus bersifat nyata dan menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Karena gubernur sampai saat ini masih dipilih oleh rakyat, maka gagasannya tidak boleh imajinatif, tapi gagasannya harus real. Karena dia dipilih oleh manusia yang membutuhkan tangan, membutuhkan perumahan, membutuhkan kesehatan, membutuhkan pendidikan, dan membutuhkan kebahagiaan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi juga memperkenalkan konsep manajemen sederhana yang ia sebut sebagai “Pok, Pek, Prak”.

“Nah, seluruh rangkaian itu harus ditempuh dengan cara-cara taktis. Cara taktis itu ada kalimat manajemen Sunda. Jadi, belajar manajemennya enggak usah jauh-jauh banget. Manajemen Sunda itu sederhana, Pok, Pek, Prak. Pok, Pek, Prak itu sebuah manajemen yang lebih mengutamakan pekerjaan daripada pembicaraan,” jelasnya.

Selain berbicara soal kepemimpinan, ia juga sempat menyinggung gaya hidup sehat berdasarkan pengalaman keluarga.

“Sebelum orang mengenal dunia yang disebut dengan vegetarian, kita sudah lala berubah dari dulu. Kita sudah jauh. Makanya orang yang ingin sehat itu sederhana, laksanakan saja sebuah tradisi leluhur orang tuamu, dia akan tumbuh hidupnya jadi sehat,” tuturnya.

“Saya mengikuti tradisi ibu saya. Saat meninggal di usia 80-an, ibu saya enggak ada satu pun giginya yang copot. Bapak saya juga sama. Bapak saya meninggal 92, hidupnya sederhana,” sambungnya.

Ia menambahkan, pola hidup sederhana seperti membatasi garam, menghindari terasi, serta lebih banyak mengonsumsi makanan kukus dan pepes menjadi kunci kesehatan keluarganya.

“Saya lihat, perhatikan waktu saya kecil itu membatasi garam, tidak makan terasi. Bapak saya tidak minum kopi. Kemudian lebih memperbanyak yang dipepes dan dikukus dibanding digoreng,” katanya.

“Dan jumlah makan nasi lebih sedikit dibanding anak-anaknya. Nah, mungkin karena tradisi anak-anaknya harus makan. Nah, kerangka itulah yang saya laksanakan hari ini,” pungkas Dedi Mulyadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Konsep “Pok, Pek, Prak” yang diusungnya pun menegaskan satu hal penting, yaitu ide tidak boleh berhenti di wacana, tetapi harus segera diwujudkan dalam tindakan nyata demi memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

BYD Atto 2 Segera Hadir di Indonesia, Bawa Teknologi Baterai Baru yang Bikin Penasaran

BYD Atto 2 Segera Hadir di Indonesia, Bawa Teknologi Baterai Baru yang Bikin Penasaran

BYD Atto 2 bakal hadir di Indonesia dengan spesifikasi berbeda dari sejumlah pasar lain. Salah satu teknologi yang disorot adalah Blade Battery generasi kedua.
Fakta Mengejutkan! Pelaku Pembunuhan Istri Siri dan Anak di Madiun Ternyata Memiliki IQ di Atas Rata-rata

Fakta Mengejutkan! Pelaku Pembunuhan Istri Siri dan Anak di Madiun Ternyata Memiliki IQ di Atas Rata-rata

Hasil pemeriksaan psikologis terhadap Dwi Bagus Martono yang menunjukkan adanya kecenderungan kepribadian superior serta tingkat kecerdasan di atas rata-rata.
Awas WhatsApp Dibajak dari Jarak Jauh! Kenali 5 Tandanya Sebelum Pesan Pribadi dan Rekening Jadi Sasaran

Awas WhatsApp Dibajak dari Jarak Jauh! Kenali 5 Tandanya Sebelum Pesan Pribadi dan Rekening Jadi Sasaran

Kenali 5 ciri WhatsApp disadap atau dibajak dari jarak jauh, mulai dari kode OTP asing hingga pesan terkirim sendiri, serta cara memulihkannya
Kok Bisa AI Membutuhkan Banyak Air? Begini Penjelasan Ilmiahnya

Kok Bisa AI Membutuhkan Banyak Air? Begini Penjelasan Ilmiahnya

Kok bisa AI membutuhkan banyak air? Guru Besar FMIPA UI menjelaskan alasan data center memakai air untuk pendinginan dan cara menghematnya.
Gempa M 5,4 Guncang Gunungkidul Yogyakarta, Begini Penjelasan BMKG

Gempa M 5,4 Guncang Gunungkidul Yogyakarta, Begini Penjelasan BMKG

Wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), baru saja dikejutkan oleh guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 pada Selasa (27/10) malam.
Viral Layar iPhone Duo Retak di Bagian Engsel, Apple Akhirnya Buka Suara dan Siapkan Penggantian

Viral Layar iPhone Duo Retak di Bagian Engsel, Apple Akhirnya Buka Suara dan Siapkan Penggantian

Layar bagian dalam iPhone Duo dilaporkan retak di area engsel. Apple mengakui masalah pada sejumlah kecil unit dan membuka layanan penggantian.

Trending

Ngeri! Viral Ikan Asin Diduga Disemprot Cairan Pembasmi Serangga, Ini 5 Risiko Kesehatan jika Dikonsumsi

Ngeri! Viral Ikan Asin Diduga Disemprot Cairan Pembasmi Serangga, Ini 5 Risiko Kesehatan jika Dikonsumsi

Video yang memperlihatkan ikan asin diduga disemprot menggunakan cairan pembasmi serangga (Baygon) saat dijemur viral di media sosial. Ini bahaya insektisida.
Bukan Cuma Tungku Api, Tas Ukuran Jumbo Usai Pertemuan Terakhir Tersangka dengan Korban Ibu-Anak di Madiun Jadi Petunjuk Penting

Bukan Cuma Tungku Api, Tas Ukuran Jumbo Usai Pertemuan Terakhir Tersangka dengan Korban Ibu-Anak di Madiun Jadi Petunjuk Penting

Bukan cuma tungku api, tas berukuran jumbo juga merupakan petunjuk penting dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun. Meski demikian, petugas di lapangan masih mendalami hal tersebut lebih lanjut.
Operasi Patuh Jaya 2026 Berlanjut: Polisi Bakal Datangi Rumah Pelanggar, Begini Cara Kerjanya

Operasi Patuh Jaya 2026 Berlanjut: Polisi Bakal Datangi Rumah Pelanggar, Begini Cara Kerjanya

Memasuki hari kedua, Selasa (27/10/2026), Operasi Patuh Jaya 2026 yang digelar Polda Metro Jaya kian intensif. 
Misteri Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Mulai Terpecahkan, Diduga Berawal dari Komunikasi Istri Sah Tersangka dan Korban

Misteri Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Mulai Terpecahkan, Diduga Berawal dari Komunikasi Istri Sah Tersangka dan Korban

Misteri kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, mulai terpecahkan. Perselisihan berujung maut tersebut diduga bermula dari komunikasi antara istri sah tersangka dan korban DH.
Shin Tae-yong Wanti-wanti Lapangan JIS yang Tak Kunjung Membaik Bisa Cederai Pemain Persija Jakarta

Shin Tae-yong Wanti-wanti Lapangan JIS yang Tak Kunjung Membaik Bisa Cederai Pemain Persija Jakarta

Persija berhasil kembali meraih kemenangan atas Persik Kediri. Hasil akhir 2-1 mewarnai laga lanjutan pekan ketujuh Super League 2026-2027.
Jangan Asal Beli, Ini Dokumen Penting yang Harus Dicek Sebelum Membeli Apartemen

Jangan Asal Beli, Ini Dokumen Penting yang Harus Dicek Sebelum Membeli Apartemen

Sejumlah pembeli apartemen di Surabaya dan sekitarnya mengaku belum menerima Akta Jual Beli (AJB) dan Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHMSRS), meski pembayaran unit telah lunas
Klasemen Akhir Grup G Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia U-15 Lanjut ke Mana?

Klasemen Akhir Grup G Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia U-15 Lanjut ke Mana?

Timnas Indonesia U-15 meraih hasil yang campur aduk pada Senin (26/10/2026) kemarin. Mereka mengalahkan Burundi namun takluk dari Portugal.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT