Bukan Cuma Urus Satwa, Dedi Mulyadi Lakukan Aksi Kemanusiaan di Kebun Binatang Bandung
- YouTube Dedi Mulyadi
tvOnenews.com - Krisis di Kebun Binatang Bandung bukan hanya soal satwa. Di tengah sorotan publik akibat kematian dua anak harimau Benggala, muncul sisi lain dari langkah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang justru menyentuh sisi kemanusiaan.
Aksi spontan yang Dedi Mulyadi lakukan saat inspeksi mendadak menjadi perhatian dan mengundang simpati.
Dedi Mulyadi diketahui tengah melakukan intervensi langsung untuk membenahi kondisi Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) sejak Maret 2026.
![]()
Dedi Mulyadi Lakukan Aksi Kemanusiaan di Kebun Binatang Bandung. (Sumber: YouTube Kang Dedi Mulyadi)
Langkah ini diambil sebagai respons atas berbagai persoalan serius, mulai dari kesejahteraan satwa hingga manajemen operasional yang sebelumnya menuai kritik publik.
Dalam unggahan di kanal YouTube pribadinya pada 31 Maret 2026, Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa sekitar 90 persen permasalahan di Bandung Zoo telah berhasil diatasi.
Ia memastikan bahwa kebutuhan pakan satwa kini dalam kondisi aman, serta gaji para pegawai yang sempat tertunda sudah mulai dibayarkan.
Namun, di balik proses pembenahan tersebut, perhatian publik justru tertuju pada aksi kemanusiaan yang dilakukan Dedi Mulyadi saat melakukan pengecekan langsung di area kebun binatang.
Di tengah aktivitasnya, ia bertemu dengan seorang pedagang yang tengah mengalami kondisi kesehatan serius.
Dedi Mulyadi langsung menunjukkan kepeduliannya. Ia berkata, “Ini Abah yang tadi ya. Ya sudah, Abah sekarang ke rumah dinas saya, langsung saya bawa ke rumah sakit.”
Pedagang tersebut diketahui bernama Ki Rohmat. Kepada rekan-rekannya, Dedi Mulyadi menjelaskan kondisi pria tersebut.
“Si Abah ini pedagang yang ada di sini. Kemudian istrinya menjadi asisten rumah tangga. Dia sakit, Pak. Sakit jantung kayaknya perhitungan saya ya.”
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa Ki Rohmat tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan karena status Penerima Bantuan Iuran (PBI) telah dihentikan sejak setahun lalu.
“Kemudian PBI-nya diputus, sudah setahun yang lalu. Jadi enggak bisa berobat. Boleh dibawa oleh Pak Sekda langsung sekarang, nanti dibawa oleh Pak Sekda,” jelas Dedi Mulyadi.
Dalam suasana yang cukup santai, Dedi Mulyadi juga memperkenalkan Sekretaris Daerah kepada Ki Rohmat.
“Ini orang baik, Pak. Dia kalau sama laki-laki yang tua kurang baik sebenarnya. Sama perempuan muda dia paling baik. Tapi sekarang sama Bapak disuruh baik sama Bapak. Bawa saja ke dokter. Di itu kan ada di rumah sakit kita,” kata Dedi Mulyadi dambil bercanda.
Tak berhenti sampai di situ, Dedi Mulyadi memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan akan ditanggung.
“Nanti Bapak kalau diputuskan harus dirawat, kita rawat dan Bapak enggak usah bayar, kita tanggung. Coba ya. Semangat, Pak,” ujar Dedi Mulyadi.
Mendengar hal tersebut, Ki Rohmat menjawab singkat, “Semangat.”
Dedi Mulyadi kemudian menginstruksikan anggotanya untuk segera membawa Ki Rohmat ke rumah sakit. Ia juga meminta agar perjalanan tersebut dibekali.
“Dibawa ke rumah sakit ya. Bekelan dulu sama Pak Sekda 500,” perintah Dedi Mulyadi.
Sebelum berpisah, Dedi Mulyadi kembali memberikan semangat kepada Ki Rohmat, “Berkah, Pak. Setiap peristiwa ada berkahnya, hari ini lihat ke kebun binatang bertemu Bapak ya. Kita sedikit-sedikit bisa bantu Bapak ya. Semuanya selesai kan?”
Ki Rohmat pun menjawab dengan penuh harap, “Selesai.”
Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa di tengah upaya pembenahan Kebun Binatang Bandung, Dedi Mulyadi tidak hanya fokus pada satwa dan sistem, tetapi juga pada masyarakat kecil yang berada di sekitarnya.
Langkah tersebut pun menuai apresiasi dari publik, karena dinilai mencerminkan kepemimpinan yang responsif dan penuh empati.
(anf)
Load more