Kisah Pilu Warga Jabar, Ditinggal Istri Saat Sakit Diabetes Akut, Dedi Mulyadi Langsung Turun Tangan
- tangkapan layar YouTube KANG DEDI MULYADI CHANEL
tvOnenews.com - Kisah pilu Suryana, warga Tasikmalaya yang mengidap penyakit diabetes akut mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Sosoknya langsung jadi perhatian setelah viral seorang TikTokers mengunggah video meminta bantuan kepada Kang Dedi Mulyadi (KDM).
Saat dihubungi langsung oleh Dedi Mulyadi, Suryana membagikan cerita pahitnya ditinggal istri dalam kondisi sakit, membuat dirinya semakin terpuruk.
Suryana bercerita bahwa dirinya sempat menikah dua kali. Pada pernikahannya yang pertama, ia dikaruniai dua orang putra.
Namun, pernikahan tersebut harus kandas di tengah jalan. Anak pertamanya ikut dengan sang ibu, dan Suryana bersama dengan anak keduanya.
- tangkapan layar YouTube KANG DEDI MULYADI CHANEL
Kemudian di pernikahannya yang kedua, ia meminang seorang janda anak tiga. Tetapi, kisah tersebut ternyata tak bertahan selamanya, Suryana harus rela ditinggal pujaan hatinya di tengah kondisi sakit diabetes akut.
"Oh jadi bapak pisah sama istri? Kenapa harus pisah, ngikutin saya aja" kata Dedi Mulyadi dengan nada penuh canda.
Suryana menuturkan bahwa mungkin itu sudah nasib dirinya, harus ditinggal oleh istrinya.
"Kata istri pas itu udah gak sanggup, udah gak bisa biayain gitu," ucapnya.
Soal kondisi kesehatannya, KDM bertanya mengapa Suryana tidak berobat ke dokter.
Diketahui Suryana sudah sekitar satu tahun tidak melanjutkan pengobatannya lantaran terkendala biaya, BPJS miliknya sudah lama tidak dibayar.
Menurut keterangan Suryana, ia juga pernah dibantu membayar uang bulanan BPJS oleh RW setempat dan Punduh (tokoh masyarakat).
"Pertama bikin dibayarin RW (BPJS),"ucapnya.
Namun, karena kondisi Suryana yang sudah tidak bisa bekerja karena lumpuh, BPJS pun tidak bisa dibayarkan.
Untuk kehidupan sehari-hari, Suryana dan anaknya pun harus bergantung pada orangtuanya yang kerja serabutan.
Lantaran kondisi kesehatannya yang tak memungkinkan untuk bekerja, anak Suryana yang diketahui masih kelas 3 SD pun terpaksa harus putus sekolah.
- tangkapan layar YouTube KANG DEDI MULYADI CHANEL
"(Anak) udah gak sekolah, udah gak kebiayain (jajan sehari-harinya)," kata Suryana.
Mendengar anaknya sudah putus sekolah, KDM langsung meminta agar anak Suryana kembali ke sekolah sesegera mungkin.
"Kan (skoleh) SD enggak bayar, pak" kata KDM.
"Jangan jajan (anaknya), kan sekolah lebih penting dari jajan," imbuhnya.
Mendengar kisah pilu Suryana, Dedi Mulyadi pun tak tinggal diam. Ia memberikan bantuan senilai Rp5 juta untuk pengobatan dan biaya peralatan anaknya sekolah.
"Nanti saya bantu lah kalau untuk sepatu segala macam. Tapi catatan, tidak boleh jajan dan tetap sekolah. Kan keadaan lagi susah. Orang lagi susah harus prihatin, bagaimana melewati kesusahan," Kata KDM.
Dedi Mulyadi memerintahkan perangkat desa dan dinas kependudukan setempat untuk segera memperbarui kartu keluarga dan KTP Suryana guna melanjutkan BPJS dan pengobatannya.
"Nah, dari (bantuan) Rp5 juta ini sama haji belanjakan dulu Rp500.000 untuk keperluan anaknya sekolah. Sepatu, baju, tas. Cukup kan Rp500.000 sepatu baju, tas kan?" kata KDM
"Ya udah kurang Rp1 juta belanjain untuk sepatu, baju, tas, buku, pulpen, segala macam. Tapi tidak boleh jajan, sekolahnya tetap sekolah,"
"Nanti yang Rp4 jutanya untuk bekel selama di rumah sakit. Takut ada keperluan di luar pengobatanya," ucapnya menambahkan.
Sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ingin selalu memerhatikan warganya, salah satunya untuk aspek kesehatan.
" Jangan sampai ada orang sakit tidak diobati. Pemerintah membiarkan, saya enggak mau dosa. Saya enggak mau dosa," tandasnya.
(nka)
Load more