Viral Tuduhan Rossa Lakukan Oplas, Penasihat Hukum Beri Ultimatum 1x24 Jam atau Tempuh Jalur Hukum
- Instagram @itsrossa910
tvOnenews.com - Nama Rossa mendadak jadi sorotan usai viral tudingan operasi plastik (oplas) gagal di media sosial.
Wajahnya disebut berubah drastis hingga memicu spekulasi liar warganet. Tak tinggal diam, Rossa langsung mengambil langkah tegas lewat jalur hukum.
Isu ini bermula dari beredarnya video dan foto terbaru Rossa yang dinilai memperlihatkan perubahan pada wajahnya, terutama bagian kulit yang tampak lebih kencang.
Sejumlah akun bahkan menduga adanya prosedur face-lift atau implan, hingga memicu narasi yang merugikan sang penyanyi.
Menanggapi hal tersebut, pada 13 April 2026, pihak manajemen Rossa melalui kuasa hukumnya melayangkan somasi terbuka kepada puluhan akun media sosial di Instagram, TikTok, dan Threads yang diduga menyebarkan fitnah.
Dalam tayangan YouTube Reyben Entertainment (13/4/2026), penasihat hukum Rossa, M. Iksan Tualeka, SH, membuka konferensi pers dengan pernyataan,
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera buat kita semua, Shalom. Terima kasih teman-teman media yang sudah menyempatkan hadir di konferensi pers atau preskon kita di siang hari ini.”
Ia kemudian menegaskan perannya dalam tim hukum Rossa, “Saya Iksan Tualeka, juru bicara dan penasihat hukum dari tim manajemen Rossa, juga dari Master Trust Law Firm. Di samping saya ada Ibu Natalia Rusli, kuasa hukum dari tim manajemen Rossa, dengan teman-teman yang lain.”
Iksan menjelaskan bahwa somasi ini merupakan respons atas konten yang dinilai mencemarkan nama baik Rossa.
“Kami hari ini akan melakukan preskon terkait dengan langkah somasi yang sudah kami lakukan kepada sejumlah pengguna media sosial yang secara sadar maupun juga tidak sengaja menyebarkan fitnah, mendiskreditkan, menjatuhkan harkat dan martabat dari Teh Ocha, dan juga menggunakan konten dari Teh Ocha secara tidak bertanggung jawab. Ini kita lakukan, sekali lagi, bukan hanya karena alasan personal, tapi ini untuk menjadi pendidikan literasi kepada masyarakat secara luas agar lebih cermat, lebih cerdas dalam menggunakan media sosial,” ujar Iksan Tualeka.
Ia juga menyoroti bahwa kasus serupa tidak hanya dialami Rossa, “Kita lihat bukan hanya Teh Ocha yang belakangan ini mendapatkan situasi yang kurang menyenangkan seperti ini, tapi juga sejumlah tokoh publik juga berhadapan dengan situasi yang sama. Kita lihat Pak Jusuf Kalla juga menghadapi situasi yang sama.”
Lebih lanjut, pihak Rossa menilai langkah hukum ini sebagai bentuk edukasi publik.
“Sebagai public figure, Rossa menganggap bahwa dengan speak-up atau dengan melakukan langkah-langkah seperti yang kita lakukan hari ini, somasi dan juga langkah hukum yang mungkin juga akan kita lakukan dalam beberapa waktu ke depan, tentu saja akan menjadi satu bentuk pembelajaran kepada masyarakat,” tutur Iksan Tualeka.
Tak hanya itu, Iksan juga memberikan peringatan keras kepada para penyebar konten.
“Bagi yang sudah dengan sengaja memfitnah Rossa, itu bisa segera mentake down, dan bagi yang akan mau melakukan itu tentu akan berhati-hati untuk melakukan apa yang tentu saja merusak citra orang lain dan tentu saja membuat jagat digital kita terpolusi oleh konten-konten yang tidak saja mendidik tapi juga merusak nama baik orang lain,” tegas Iksan Tualeka.
Kuasa hukum Rossa menegaskan bahwa konten yang beredar merupakan hasil manipulasi foto dan video (editing) yang bertujuan menjatuhkan martabat penyanyi tersebut.
Sebagai langkah tegas, Rossa memberikan tenggat waktu 1x24 jam kepada akun-akun terkait untuk menghapus konten dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Jika ultimatum tersebut tidak diindahkan, pihak Rossa memastikan akan menempuh jalur hukum sesuai dengan ketentuan dalam UU ITE.
(anf)
Load more