Geger! Percakapan Grup Orang Tua Terduga Pelaku Pelecehan Seksual FH UI, Anggap Anaknya Juga Korban
- X @kaikirdp
Banyak yang beranggapan bahwa tanpa adanya sorotan publik, kasus serupa berpotensi diselesaikan secara diam-diam tanpa memberikan efek jera bagi pelaku.
Kontroversi semakin memuncak ketika beberapa orang tua mengusulkan sanksi alternatif yang dinilai lebih ringan.
Usulan seperti skorsing satu hingga dua semester dengan tetap membayar biaya kuliah, hingga permintaan maaf di media sosial, dianggap tidak sebanding dengan dampak yang dialami korban.
Yang paling menjadi sorotan adalah munculnya narasi yang menyebut bahwa anak-anak mereka juga merupakan “korban”.
Dalam salah satu percakapan, disebutkan bahwa mahasiswa yang tidak ikut berkomentar di grup justru patut dikasihani.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras, karena dinilai mengaburkan posisi korban yang sebenarnya.
Tidak berhenti di situ, beredar pula informasi bahwa beberapa orang tua mencoba menahan anak-anak mereka agar tidak menghadapi situasi di kampus yang disebut sudah tidak kondusif.
Bahkan ada klaim yang menyebut bahwa kondisi di lokasi sudah mengarah pada situasi yang dianggap tidak aman.
Fenomena ini menimbulkan kritik tajam. Publik menilai bahwa pembelaan yang berlebihan justru berpotensi menghambat proses keadilan.
Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya edukasi mengenai kekerasan seksual di lingkungan akademik.
Kampus sebagai ruang intelektual seharusnya menjadi tempat yang aman bagi seluruh mahasiswa, tanpa terkecuali.
Oleh karena itu, setiap bentuk pelanggaran harus ditangani secara serius dan transparan.
Sorotan terhadap kasus di Universitas Indonesia ini pun terus berkembang, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu kekerasan seksual. (adk)
Load more