News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Geger! Percakapan Grup Orang Tua Terduga Pelaku Pelecehan Seksual FH UI, Anggap Anaknya Juga Korban

Viral chat grup orang tua terduga pelaku pelecehan seksual di FH UI menuai kecaman publik. Pernyataan yang menyebut anak mereka juga korban memicu perdebatan.
Rabu, 15 April 2026 - 23:57 WIB
Para terduga pelaku pelecehan seksual yang juga mahasiswa FH UI
Sumber :
  • X @kaikirdp

tvOnenews.com - Kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Indonesia kembali memicu perhatian publik.

Kali ini, sorotan tidak hanya tertuju pada para terduga pelaku, tetapi juga pada sikap sejumlah orang tua yang tergabung dalam sebuah grup percakapan yang diduga menjadi ruang diskusi mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tangkapan layar percakapan grup tersebut viral di media sosial dan langsung memicu gelombang reaksi dari masyarakat.

Isi percakapan dinilai kontroversial karena dianggap tidak menunjukkan empati yang cukup terhadap korban, melainkan cenderung membela anak-anak mereka yang terlibat dalam kasus tersebut.

Dalam salah satu percakapan yang beredar, terlihat adanya kekhawatiran dari para orang tua terkait kemungkinan sanksi berat berupa Drop Out (DO) yang bisa dijatuhkan kepada anak-anak mereka.

Salah satu pesan berbunyi, “Duh prihatin, kasihan ya. Semoga ada solusi lain selain DO.”

Pernyataan ini sontak menuai kritik, karena dianggap lebih berfokus pada nasib pelaku dibandingkan dampak yang dialami korban.

Tidak hanya itu, beberapa isi chat juga memperlihatkan adanya upaya untuk membandingkan atau bahkan meremehkan bentuk pelecehan yang terjadi.

Dalam chat tersebut tertulis, "Pastinya korban sangat perlu lebih diperhatikan. Cuma korbannya emang diapain, secara fisik atau hanya lewat medsos aja?”

Padahal, dalam banyak kasus, pelecehan seksual dalam bentuk apa pun, baik fisik, verbal, maupun digital tetap memiliki dampak serius terhadap kondisi psikologis korban.

Reaksi publik pun semakin memanas ketika muncul pernyataan yang menyoroti pihak penyebar informasi.

Dalam percakapan tersebut, ada orang tua yang menyayangkan mengapa kasus ini harus tersebar luas ke publik.

"Maaf kalau boleh tahu mereka chatnya di grup umum atau privat? Andai saja si penyebar lebih bijak. Diingatkan/dinasehatkan terlebih dahulu sesama teman atau melibatkan pihak kampus (intern saja). Jika tidak berubah baru punishment. Kalau disebar seperti ini da menjadi bola liar. Semua pihak dirugikan," bunyi salah satu chat dari orangtua di grup itu.

Pandangan ini tentu berbanding terbalik dengan masyarakat yang menilai bahwa keterbukaan informasi justru penting untuk memastikan keadilan bagi korban.

Banyak yang beranggapan bahwa tanpa adanya sorotan publik, kasus serupa berpotensi diselesaikan secara diam-diam tanpa memberikan efek jera bagi pelaku.

Kontroversi semakin memuncak ketika beberapa orang tua mengusulkan sanksi alternatif yang dinilai lebih ringan.

Usulan seperti skorsing satu hingga dua semester dengan tetap membayar biaya kuliah, hingga permintaan maaf di media sosial, dianggap tidak sebanding dengan dampak yang dialami korban.

Yang paling menjadi sorotan adalah munculnya narasi yang menyebut bahwa anak-anak mereka juga merupakan “korban”.

Dalam salah satu percakapan, disebutkan bahwa mahasiswa yang tidak ikut berkomentar di grup justru patut dikasihani.

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras, karena dinilai mengaburkan posisi korban yang sebenarnya.

Tidak berhenti di situ, beredar pula informasi bahwa beberapa orang tua mencoba menahan anak-anak mereka agar tidak menghadapi situasi di kampus yang disebut sudah tidak kondusif.

Bahkan ada klaim yang menyebut bahwa kondisi di lokasi sudah mengarah pada situasi yang dianggap tidak aman.

Fenomena ini menimbulkan kritik tajam. Publik menilai bahwa pembelaan yang berlebihan justru berpotensi menghambat proses keadilan.

Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya edukasi mengenai kekerasan seksual di lingkungan akademik.

Kampus sebagai ruang intelektual seharusnya menjadi tempat yang aman bagi seluruh mahasiswa, tanpa terkecuali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oleh karena itu, setiap bentuk pelanggaran harus ditangani secara serius dan transparan.

Sorotan terhadap kasus di Universitas Indonesia ini pun terus berkembang, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu kekerasan seksual. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Program Ekonomi Biru untuk Negeri Digelar untuk Dukung Penguatan Ekonomi Nelayan di Kupang

Program Ekonomi Biru untuk Negeri Digelar untuk Dukung Penguatan Ekonomi Nelayan di Kupang

Upaya pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan melalui penguatan sektor kelautan dan perikanan di Indonesia Timur.
Timnas Voli Putri Korea Selatan Gagal Bawa Pulang Medali di Asian Games 2026, Pelatih Tiba-tiba Singgung Aturan V League

Timnas Voli Putri Korea Selatan Gagal Bawa Pulang Medali di Asian Games 2026, Pelatih Tiba-tiba Singgung Aturan V League

Timnas Voli Putri Korea Selatan dipastikan pulang tanpa medali dari Asian Games 2026 setelah kembali gagal mencapai podium.
Dugaan Korupsi Replanting PT PSU Dilaporkan ke Polda Sumut, Soroti Potensi Pendapatan Rp73,8 Miliar

Dugaan Korupsi Replanting PT PSU Dilaporkan ke Polda Sumut, Soroti Potensi Pendapatan Rp73,8 Miliar

Komisaris PT PSU Muhammad Syarif Lubis mengatakan, pihaknya melakukan audit internal dan menemukan dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oknum pegawai.
GAMKI DIY Gagas "Memilih Dari Mana Saja" atau Vote Anywhere Diusulkan dalam Diskursus RUU Pemilu 2026

GAMKI DIY Gagas "Memilih Dari Mana Saja" atau Vote Anywhere Diusulkan dalam Diskursus RUU Pemilu 2026

Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang tengah bergulir dinilai tidak boleh hanya sekadar berkutat pada persoalan sistem pemilu, pencalonan, atau daerah pemilihan saja.
Kapolri: Sinergi Ulama dan Umara Jadi Kekuatan dalam Membangun Bangsa

Kapolri: Sinergi Ulama dan Umara Jadi Kekuatan dalam Membangun Bangsa

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam membangun bangsa.
Bukan Mbappe, Harry Kane Dijagokan Menang Ballon d'Or 2026, Legenda Ungkap Prediksi AI

Bukan Mbappe, Harry Kane Dijagokan Menang Ballon d'Or 2026, Legenda Ungkap Prediksi AI

Persaingan Ballon d'Or 2026 semakin memanas menjelang malam penghargaan. Legenda Bayern Munich Karl-Heinz Rummenigge menjagokan Harry Kane, bahkan menyebut.

Trending

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat

Guruh Soekarnoputra, adik Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, meninggal dunia.
Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September: Bulu Tangkis Tunggal Mulai Hari Ini dan Perebutan Medali di Kano dan Marathon

Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September: Bulu Tangkis Tunggal Mulai Hari Ini dan Perebutan Medali di Kano dan Marathon

Jadwal Asian Games 2026, Sabtu 26 September yang merupakan hari ke-8 penyelenggaraan multi event terbesar se-Asia ini.
Reaksi Erick Thohir usai Timnas Indonesia Menang Atas 2-0 dan FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dibuka

Reaksi Erick Thohir usai Timnas Indonesia Menang Atas 2-0 dan FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dibuka

Erick Thohir bangga Indonesia menjadi tuan rumah perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Kebanggaan makin lengkap setelah Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT