Kepada Dedi Mulyadi, Istri Satpam Sekolah Cerita Momen Suami Hanyut Terbawa Arus Sungai Cibanjaran saat Tolong Siswa
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Bandung, tvOnenews.com - Leni Herlina, istri mendiang satpam SMA Negeri 1 Banjaran, Agus Sutisna (52) dihubungi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Kepada Dedi Mulyadi, Leni Herlina menceritakan peristiwa mencekam Agus ditemukan meninggal dunia terseret arus deras di Sungai Cibanjaran di Kampung Sasak Dua, Banjaran, Kabupaten Bandung, Rabu (15/4/2026).
Dedi Mulyadi mengetahui Agus gugur saat menolong seorang siswa, Ginasa Lintang Sari (18). Pasalnya, siswa tersebut hanyut saat terseret arus Sungai Cibanjaran.
Ditanya Dedi Mulyadi, Leni menjelaskan awal mula peristiwa itu ketika Agus bertugas di SMK Negeri 1 Banjaran. Satpam sekolah tersebut sedang di pos yang lokasinya berdekatan dengan jembatan.
"Waktu itu lagi banjir. (di pos satpam) sama Kepala Sekolah. Jembatan itu penyambung mau masuk ke sekolah," ujar Leni dilansir dari kanal YouTube milik Dedi Mulyadi, Sabtu (18/4/2026).
Awal Mula Satpam SMA Negeri 1 Banjaran Hanyut
- Ist
Leni mengabarkan bahwa, Gina saat itu hanyut. Penyebabnya akibat rumah siswa SMA Negeri 1 Cibanjaran tersebut terdampak genangan air banjir.
Ironisnya, Gina mendadak terpeleset saat di teras rumahnya yang kebetulan berada di bantaran Sungai Banjaran. Akibatnya, siswa tersebut terbawa arus deras.
Di momen itulah, Agus mendengar bahwa Gina hanyut terbawa arus deras Sungai Cibanjaran. Sebab, siswa tersebut teriak meminta tolong.
"(Gina) teriak minta tolong pas di depan Pak Agus. Pak Agus melihat mungkin itu murid sekolah. Lalu, Pak Agus spontan (loncat) nolongin," terang Leni.
Leni mengatakan, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Cibanjaran sempat menahan Agus. Setidaknya sang satpam menggunakan alat pelindung diri agar aman saat menolong Gina.
"Tadinya disuruh biar ngambil ban atau tali, tapi mungkin kalau mengambil ban itu si anak maju terus. Jadi, takut keburu jauh dan spontan loncat si Pak Agus," bebernya.
KDM sapaan akrabnya, terkejut mendengar cerita bahwa Agus spontan loncat. Ia pun kembali bertanya tentang kondisi saat Agus menolong Gina.
"Ketika loncat itu, kalau menurut saksi, harusnya sempat menarik si Gina?," tanya Dedi Mulyadi.
Leni mengatakan, Agus sempat meraih Gina. Bahkan, satpam sekolah tersebut memeluk sambil membawa siswa SMAN 1 Cibanjaran itu ke tepi sungai.
Sayangnya upaya Agus berakhir gagal. Arus sungai yang semakin deras membuat satpam sekolah terpisah dengan Gina.
"Iya lepas. Si enengnya lepas tapi timbul ke atas katanya. Tapi, Pak Agus nggak kelihatan malah terus kebawa kayak nggak kelihatan di permukaan," bebernya.
Lebih lanjut, Leni menjelaskan peristiwa itu terjadi tidak hanya melibatkan Agus. Tiga warga dan ayah korban juga langsung melompat ikut menolong Gina.
Namun, ayah korban, Ersih dan tiga warga bernama Indra, Ja A, dan Wildan dilaporkan selamat. Sementara, Agus dan Gina belum ditemukan membuat tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Diki Sudrajat juga mengabarkan bahwa, jasad Agus ditemukan pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 10.26 WIB.
Titik penemuan jasad korban berjarak sekitar 3 kilometer dari lokasi awal korban terjatuh, tepatnya di Kampung Badra, Desa Tarajusari.
"Korban ditemukan dalam posisi telungkup. Bagian ikat pinggangnya tersangkut pada sebuah tanggul di aliran sungai sehingga jasadnya tertahan di sana dan tidak terbawa arus lebih jauh," terang Diki, Kamis, 16 April 2026.
Seperti Apa Penilaian Dedi Mulyadi untuk Agus?
Melalui saluran VC, Dedi Mulyadi mengapresiasi tindakan dari Agus. Gubernur Jabar tersebut menganggap aksi tersebut sangat luar biasa.
Bukan tanpa alasan, Agus menjalani tugasnya dengan baik. KDM menilai satpam sekolah tersebut telah melakukan aksi kemanusiaan.
Walau begitu, Agus yang seharusnya niat menolong korban justru nyawanya tak tersalamat. Menurutnya, tindakan Agus menunjukkan sikap seorang pahlawann.
"Dari sisi pribadi, Pak Agus sudah menjadi seorang pahlawan karena dia memperlihatkan diri sebagai seorang yang punya tanggung jawab menolong orang yang membutuhkan dan berani mengorbankan dirinya untuk kepentingan orang lain," jelas Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut, mantan Bupati Purwakarta ini bertanya apakah keluarga mendiang Agus sudah mendapatkan santunan. Ia merasa lega setelah Leni mengatakan dirinya telah dikasih santunan dari pihak SMA Negeri 1 Cibanjaran.
KDM memberikan kabar bahagia. Ia telah menugaskan perwakilan BAZNAS langsung memberikan santunan senilai Rp35 juta untuk keluarga Agus dan Leni.
Derai air mata Leni langsung tidak terbendung. Ia hanya mengucapkan terima kasih kepada Dedi Mulyadi.
(hap)
Load more