News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ramai Kabar Ayah Nizam Jadi Tersangka, Ini Klarifikasi Tegas Kuasa Hukumnya

​​​​​​​Ramai kabar Ayah Nizam jadi tersangka, kuasa hukum beri klarifikasi tegas. Disebut belum ada pemberitahuan resmi dari penyidik hingga saat ini.
Minggu, 19 April 2026 - 22:43 WIB
Ibur Tiri, Nizam Syafei, dan Anwar Satibi
Sumber :
  • tvOneNews

tvOnenews.com - Kabar mengejutkan datang dari kasus kematian tragis nizam syafei yang belakangan kembali ramai diperbincangkan publik. Isu yang menyebut Ayah Nizam telah ditetapkan sebagai tersangka langsung menyebar luas dan memicu beragam reaksi. Namun, di tengah derasnya kabar tersebut, pihak kuasa hukum akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi tegas.

Kasus kematian Nizam Syafei (12 tahun) di Jampang Kulon, Sukabumi, kini telah memasuki tahap penyidikan intensif dan mulai bergulir ke proses hukum. Berdasarkan penyelidikan kepolisian serta temuan KPAI, Nizam diduga telah mengalami penganiayaan sejak tahun 2023. Bentuk kekerasan terakhir yang disebut-sebut menjadi penyebab kematiannya adalah penyiraman air panas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah proses hukum yang berjalan, muncul laporan yang menyebut bahwa Ayah Nizam, Anwar Satibi, telah ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan, pihak keluarga korban melalui kuasa hukum mereka mendesak kepolisian agar segera melakukan penahanan.

ayah nizam
Kuasa Hukum Ayah Nizam, Dedi Setiadi. (Sumber: YouTube Cumicumi)

Namun, kabar tersebut langsung dibantah oleh kuasa hukum Anwar Satibi, Dedi Setiadi. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pemberitahuan resmi dari pihak penyidik.

“Banyak beredar ya berita-berita bahwa klien saya Pak Anwar itu sudah ditetapkan. Jadi sampai hari ini kami belum ada pemberitahuan penetapan tersangka dan klien kami juga belum ada panggilan untuk diperiksa sebagai tersangka,” ujar Dedi Setiadi dalam tayangan YouTube Cumicumi pada 19 April 2026.

Dedi juga menekankan bahwa status kliennya hingga kini masih belum berubah dan belum ada surat resmi yang menyatakan penetapan tersangka.

“Jadi status klien saya itu penyidik pasti akan memberitahukan kepada kami bahwa Pak Anwar ini sudah ditetapkan jadi tersangka. Jadi sampai hari ini ya, sampai hari ini belum ada surat pemberitahuan dan belum ada panggilan menjadi tersangka,” lanjut Dedi Setiadi.

Menurutnya, penetapan tersangka tidak bisa didasarkan pada kabar yang beredar di luar, melainkan harus melalui prosedur resmi dari penyidik.

“Tanggapan saya mengenai berita-berita yang beredar, yang berhak menetapkan tersangka itu penyidik ya. Dan kami menunggu apakah penyidik sudah menetapkan tersangka, ya saya jawab belum ada pemberitahuan secara resmi.”

Ia juga menegaskan bahwa semua informasi yang beredar saat ini masih sebatas praduga dan belum bisa dianggap valid.

“Jadi tanggapan-tanggapan itu semua praduga tidak bersalah semua juga. Jadi sepanjang belum mendapatkan pemberitahuan penetapan tersangka atau juga ada pemanggilan sebagai tersangka ya saya anggap berita itu belum valid,” tegasnya.

Dedi mengaku hingga kini belum menerima informasi pasti terkait status hukum kliennya, termasuk dari pihak lain yang ikut menangani kasus ini.

“Saya tidak tahu pasti ya teman-teman, rekan-rekan lawyer baik pelapor maupun pengacaranya Bu Teni bahwa Pak Anwar sudah ditetapkan jadi tersangka atau baru akan, kan saya sampai hari ini belum ada informasi itu.”

Ia menegaskan bahwa pihaknya hanya akan berpegang pada informasi resmi dari penyidik, dalam hal ini Polres Sukabumi.

“Tetap pegangan saya itu harus ada surat pemberitahuan resmi dari penyidik yaitu Polres Sukabumi. Saya tidak akan menanggapi teman-teman lawyer yang berbicara seperti itu. Karena kami sebagai penasihat hukum ya harus patuh terhadap aturan di dalam.”

Lebih lanjut, Dedi menjelaskan bahwa penetapan tersangka harus disertai dokumen resmi dan prosedur yang jelas.

“Jadi kan menetapkan seseorang itu harus ada surat penetapannya dan kalaupun ada panggilan BAP menjadi tersangka juga harus ada undangannya baru kami akan percaya.”

Ia juga menyebut belum bisa memastikan kapan atau apakah penetapan tersangka akan dilakukan.

“Saya tidak tahu persis ya apakah hari besok atau minggu depan atau bulan depan belum tahu. Karena saya ini dengan teman-teman termasuk Bang Farhat saya percaya kepada penyidik. Jadi kalau informasi-informasi yang sekarang beredar saya masih belum percaya karena kan yang bisa mengeluarkan seseorang itu ditetapkan tersangka adalah penyidik.”

Terakhir, Dedi mengungkap bahwa pemanggilan terakhir terhadap kliennya masih dalam kapasitas sebagai saksi.

“Kemarin terakhir kita dipanggil itu klien itu sebagai saksi ya. Ada lagi surat pemanggilan kalau enggak salah berapa lupa lagi aku. Sekitar 3 minggu yang lalu ya. Jadi ada pemeriksaan, waktu pertama adalah klarifikasi, kedua ada sebagai saksi karena ada SPDP, yang ketiga ini belum ada surat pemberitahuan atau panggilan lagi,” tutup Dedi Setiadi.

Sementara itu, perkembangan lain dalam kasus ini juga menyita perhatian publik. Ibu kandung korban, Lisnawati, kini berada di bawah perlindungan darurat Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban setelah menerima berbagai ancaman dan teror usai melaporkan kasus ini ke pihak berwenang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus kematian Nizam Syafei ini pun masih terus menjadi sorotan. Publik kini menanti kepastian resmi dari pihak kepolisian terkait status hukum yang sebenarnya, di tengah simpang siur informasi yang beredar luas.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.
Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Siap-siap Kapolda Jabar Minta Propam Tindak Tegas Anggota yang Nakal Pakai Vape

Hengki menegaskan larangan vape ini tak hanya berlaku saat dinas di kantor, tetapi juga di luar lingkungan kerja Polri bagi seluruh Pegawai Negeri pada Polri.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT