Didatangi Bocah SD Pengidap Kanker Stadium 4, Dedi Mulyadi Tersentuh: Ini Contoh Anak Indonesia
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
tvOnenews.com - Momen haru terjadi saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tengah melakukan kegiatan bersih-bersih di kawasan Bandung.
Di sela aktivitasnya, ia didatangi seorang bocah sekolah dasar yang datang bersama sang ibu.
Pertemuan sederhana itu berubah menjadi perbincangan yang menyentuh hati.
Bocah berusia 11 tahun tersebut ternyata tengah berjuang melawan kanker darah stadium 4 yang dideritanya sejak usia 7 tahun.
Dengan wajah tenang dan sikap yang terlihat tegar, sang ibu menceritakan kondisi putranya.
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Sang ibu juga menceritakan bahwa mereka menghampiri Dedi Mulyadi karena sang anak mengidolakannya.
Wanita asal Sukabumi itu juga mengaku saat ini anaknya tidak bersekolah karena harus rutin menjalani pengobatan.
“Sekarang lagi nggak sekolah, habis kontrol, kanker darah,” ujar sang ibu.
Sang ibu kemudian menjelaskan bahwa anaknya harus menjalani pemeriksaan darah dan kemoterapi secara rutin setiap bulan.
“Setiap bulan diambil untuk cek darah, dikemo,” lanjutnya.
Bertahan dengan Keterbatasan
Dalam perbincangan itu, Dedi Mulyadi juga menanyakan bagaimana keluarga tersebut membiayai pengobatan.
Sang ibu menjelaskan bahwa biaya kemoterapi ditanggung melalui program BPJS Kesehatan PBI.
Di balik perjuangan tersebut, kondisi ekonomi keluarga pun terbilang sederhana.
Sang ibu tidak bekerja, sementara suami hanya membuka jasa pangkas rambut di rumah mereka di Sukabumi.
Ketika ditanya soal uang belanja, sang ibu mengaku hanya menerima sekitar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per hari.
Untuk biaya transportasi dan kebutuhan tambahan, ia sesekali berjualan di lingkungan PAUD.
Ia juga menyebut pernah mendapatkan bantuan dari Baznas Sukabumi, meski hanya setahun sekali dengan nominal sekitar Rp700 ribu.
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Ketegaran yang Menginspirasi
Mendengar cerita tersebut, Dedi Mulyadi tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya.
Ia memuji ketegaran sang ibu yang tetap kuat mendampingi anaknya tanpa banyak mengeluh.
“Ibu hebat, anaknya kena kanker darah tidak teriak-teriak. Apa yang membuat ibu bertahan tidak cari bantuan?” tanya Dedi.
Load more