Viral sampai Disorot Dedi Mulyadi, Guru SMAN 1 Purwakarta Memaafkan Murid yang Ejek Dirinya
- Instagram @dedimulyadi71
tvOnenews.com - Dapat sorotan langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Atun Syamsiah, guru SMAN 1 Purwakarta memilih untuk maafkan siswa yang ejek dirinya.
Atun Syamsiah alias Bu Atun, guru PKN di SMAN 1 Purwakarta mengaku sudah memaafkan siswa-siswa yang berperilaku tidak sopan kepada dirinya.
"Saya memaafkan. Tugas kamu sebagai pendidi adalah membimbing mereka menjadi pribadi yang lebih baik," ujarnya, seperti dilansir dari Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Senin (20/4).
Lebih lajut, Atun juga yakin bahwa ini adalah bagian dari proses pembelajaran pembentukan karakter dari anak didiknya.
Utuk itu, sebagai tenaga pendidik ia tidak ingin membawa masalah ini terlalu serius dan memilih memaafkan muridnya.
- Tangkapan Layar Halo Purwakarta
"Yang salah tidak selamanya salah, yang nakal tidak selamanya nakal. Tugas kami adalah membina,” tutupnya.
Sebelumnya, beredar sebuh cuplikan video sekelompok siswa yang mengerubungi seorang guru setelah pelajaran selesai.
Salah satu siswa di antaranya mengejek guru dengan menjulurkan lidah hingga mengacungkan jari tengah kepada guru tersebut.
Tak berhenti sampai di sana, beberapa siswa lain juga melakukan hal serupa di belakang punggung sang guru.
Video tersebut langsung viral dan mendapat tanggapan langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM.
Dedi menyebut bahwa dirinya menyayangkan hal tersebut bisa terjadi di lingkungan sekolah.
- Instagram @dedimulyadi71
"Saya cukup prihatin dengan peristiwa tersebut dan kronologisnya saya sudah mendengarkan dari kepala dinas pendidikan," katanya, seperti dilansir Sabtu (18/4).
Sebagai bentuk pendisiplnan, pihak sekolah juga telah memberikan hukuman berupa skorsing selama 19 hari untuk siswa-siswa yang bersangkutan.
"Berdasarkan informasi, anak tersebut orangtuanya sudah dipanggil ke sekolah, orangtuanya nangis menyesal atas tindakan yang anaknya," kata KDM.
"Sekolah sudah memberikan skorsing selama 19 hari, anak itu mendapatkan bimbingannya di rumah," imbuhnya.
Kendati demikian, KDM menyarankan hukuman lain yang dinilainya bisa membantu membentuk karakter anak.
Load more