News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nyalinya Boleh Juga, John Kei Tak Kalah Nekat dengan Hercules, Ternyata Asal-usul sebagai Preman Dimulai di Sini

Berikut kisah hidup John Kei yang dikenal tak kalah nekat dengan Hercules, asal-usul dari anak petani di Maluku hingga Dijuluki “Godfather Jakarta”.
Rabu, 22 April 2026 - 17:00 WIB
John Refra alias John Kei
Sumber :
  • Kolase Tvonenews.com

tvOnenews.com - Nama John Kei pernah begitu dikenal di dunia kriminal Ibu Kota. 

Sosok yang kerap dijuluki “Godfather Jakarta” ini memiliki perjalanan hidup panjang yang penuh lika-liku, bahkan sejak usia muda. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kisahnya kerap disandingkan dengan tokoh lain seperti Hercules yang juga dikenal sebagai figur kuat dari kawasan Tanah Abang.

Perjalanan hidup John Kei bukanlah cerita yang sederhana. 

Ia lahir dengan nama lengkap John Refra pada 10 September 1969 di Maluku Tenggara. 

Berasal dari keluarga sederhana, masa kecilnya diwarnai dengan berbagai keterbatasan.

John Kei Bercerita
John Kei Bercerita
Sumber :
  • tangkapan layar youtube kick andy

Dalam sebuah wawancara yang dikutip dari kanal YouTube Kick Andy Show, ia mengenang latar belakang keluarganya yang hidup sebagai petani.

"Saya lahir di Maluku Tenggara, di Kei. Saya lahir dari keluarga petani, bapak saya petani, ibu saya petani," ujar John Kei.

Sejak kecil, kehidupan yang dijalaninya tidak lepas dari kerasnya lingkungan. 

Ia mengaku sudah terbiasa dengan perkelahian bahkan sejak masih duduk di bangku sekolah.

"Masa kecil saya, saya sekolah di Kei. Sepulang sekolah senior-senior kita pasti adu kita untuk berantem," kenang John Kei.

"Jadi saya sejak kecil sudah hobi berkelahi," tambahnya.

Kebiasaan tersebut perlahan membentuk karakter keras dalam dirinya. 

Di sisi lain, kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas turut mendorongnya untuk mengambil keputusan besar di usia muda.

"Saya waktu umur 18 tahun, saya nekat saya harus keluar dari kampung, dan saya harus kembali ke kampung," ungkapnya.

Kolase foto John Kei dan putranya, Keiland Refra.
Kolase foto John Kei dan putranya, Keiland Refra.
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

Keputusan merantau menjadi titik awal perjalanan panjangnya. 

Dalam perjalanannya, ia sempat mengalami berbagai kejadian sulit, termasuk saat harus melarikan diri dan menumpang kapal menuju Surabaya.

Namun, perjalanan itu tidak berjalan mulus. Setibanya di kapal, ia dihadapkan pada situasi yang tidak mudah karena tidak memiliki tiket.

Akibatnya, ia harus bekerja sebagai imbalan agar tetap bisa melanjutkan perjalanan.

"Akhirnya disuruh kerja membersihkan kapal," ujarnya.

Setibanya di Surabaya, kehidupan yang dijalani pun masih jauh dari kata nyaman. 

Ia sempat tinggal bersama saudara, namun tidak bertahan lama hingga akhirnya hidup di jalanan.

"Sampai di Surabaya, ketemu saudara, tinggal bersama saudara, mungkin sekitar satu bulan nggak cocok, akhirnya tinggal di pinggir jalan," ungkapnya.

Kolase foto - John Kei dan keluarga kecilnya
Kolase foto - John Kei dan keluarga kecilnya
Sumber :
  • Istimewa

Di tengah kondisi tersebut, ia sempat mendapatkan bantuan dari seorang hamba Allah dari sebuah gereja, dan mulai menata kembali hidupnya, meski jalan yang ditempuh tetap penuh tantangan.

Perjalanan hidupnya kemudian membawanya ke Jakarta, tepatnya di kawasan Berlan, Jakarta Pusat. 

Di sinilah namanya mulai dikenal luas, seiring dengan keterlibatannya dalam berbagai aktivitas yang membuatnya menjadi sosok yang disegani sekaligus ditakuti.

Meski dikenal keras, John Kei mengaku bahwa kehidupannya sejak kecil dipenuhi kesulitan.

Ia bahkan mengakui bahwa pengalaman pahit itulah yang membentuk dirinya hingga seperti sekarang.

Selain itu, ia juga sempat memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. 

Namun, rencana tersebut harus terhenti akibat berbagai persoalan hukum yang menjeratnya.

"Saya berniat mau lanjutkan ke kampus Jayabaya, tapi kebetulan karena kasus ini (dia di tahan ke Nusakambangan)," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, John Kei pernah tersandung sejumlah kasus hukum, termasuk kasus pembunuhan bos PT Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono alias Ayung pada 2012. 

Ia kemudian menjalani masa tahanan di Nusakambangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selama berada di dalam lapas, ia mengaku menemukan perubahan dalam hidupnya dan mulai merasakan kehidupan yang lebih baik dibanding masa lalu.

Terlepas dari berbagai kontroversi yang melekat, perjalanan hidup John Kei menjadi gambaran bagaimana seseorang bisa tumbuh dari kondisi sulit, mengambil keputusan berani, hingga akhirnya dikenal luas dengan segala konsekuensinya. (gwn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polisi Terkejut Temukan Hal Ini saat Olah TKP Sekolah Penyimpan Ratusan Senpi di Jakarta Selatan

Polisi Terkejut Temukan Hal Ini saat Olah TKP Sekolah Penyimpan Ratusan Senpi di Jakarta Selatan

Polres Metro Jakarta Selatan bersama Puslabfor Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sekolah swasta yang terletak di wilayah Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pada Senin (10/8/2026).
Polisi Temukan Puluhan Barang Bukti Baru dari Olah TKP Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Jaksel

Polisi Temukan Puluhan Barang Bukti Baru dari Olah TKP Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Jaksel

Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri melakukan penggeledahan lanjutan di sebuah sekolah swasta kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, yang ditemukan ratusan senjata.
Aksi Heroik Pria Tangkap Sopir Taksi Online yang Diduga Lecehkan Pacarnya di Jakbar

Aksi Heroik Pria Tangkap Sopir Taksi Online yang Diduga Lecehkan Pacarnya di Jakbar

Seorang penumpang perempuan berinisial SN dilaporkan menjadi korban dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang pengemudi taksi online di kawasan Jakarta Barat. 
Momentum HUT ke-81 RI, Organisasi Kepemudaan dan Mahasiswa Ditantang 'Unjuk Gigi' di Kompetisi Badminton

Momentum HUT ke-81 RI, Organisasi Kepemudaan dan Mahasiswa Ditantang 'Unjuk Gigi' di Kompetisi Badminton

Berbagai kemeriahan bakal dihadirkan kelompok masyarakat dalam momentum HUT ke-81 RI tak terkecuali datang dari Pengurus Pusat Pemuda Katolik (PP Pemuda Katolik).
Jaga Kualitas Komunikasi, TBIG Sabet Dua Penghargaan

Jaga Kualitas Komunikasi, TBIG Sabet Dua Penghargaan

Ajang 7th PR Popular Awards 2026 berikan dua penghargaan kepada PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).
Festival Inspirasi 2026 Bawa Misi Bangun Gaya Hidup Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Festival Inspirasi 2026 Bawa Misi Bangun Gaya Hidup Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) menggelar Festival Inspirasi 2026 bertema 'Sustainable Living for All: Kolaborasi Lintas Sektor dalam Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan' sekaligus momentum hari jadi ke-12 tahunnya.

Trending

Rahasia Tetap Aktif di Usia 40, 50, hingga Lansia! Instruktur Sarankan Rutin Lakukan Senam Ini

Rahasia Tetap Aktif di Usia 40, 50, hingga Lansia! Instruktur Sarankan Rutin Lakukan Senam Ini

Senam Bogor Bugar kini banyak diminati karena menggabungkan unsur peregangan, koordinasi gerak, latihan pernapasan, keseimbangan, serta penguatan otot dalam satu rangkaian gerakan.
Persib Tanggung Jawab FIFA Registration Ban yang Seret Robert Rene Alberts, Maung Bandung Selesaikan Bursa Transfer Pemain Lebih Cepat?

Persib Tanggung Jawab FIFA Registration Ban yang Seret Robert Rene Alberts, Maung Bandung Selesaikan Bursa Transfer Pemain Lebih Cepat?

Persib terkena masa hukuman tidak bisa mendaftarkan pemain baru dalam tiga kali bursa transfer pemain setelah FIFA memasukkan nama Maung Bandung dalam FIFA Registration Ban list per hari Senin (10/8/2026). 
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bengkulu

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bengkulu

Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, diguncang gempa berkekuatan magnitudo 5,1 pada Selasa dini hari sekitar pukul 00.08 WIB dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Kenapa Banyak Orang Sulit Bermeditasi? Ternyata Mengosongkan Pikiran Bukan Satu-satunya Cara

Kenapa Banyak Orang Sulit Bermeditasi? Ternyata Mengosongkan Pikiran Bukan Satu-satunya Cara

Di tengah meningkatnya tekanan hidup dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental, praktik meditasi semakin banyak dipilih sebagai salah satu cara untuk menenangkan diri.
Kolombia Diguncang Gempa Magnitudo 7,4, Enam Bandara Ditutup

Kolombia Diguncang Gempa Magnitudo 7,4, Enam Bandara Ditutup

Enam bandara di Kolombia bagian barat mengalami kerusakan dan harus ditutup menyusul gempa bumi berkekuatan magnitude 7,4 yang mengguncang wilayah tersebut, ungkap Otoritas Penerbangan Sipil Kolombia (Aerocivil) pada Senin.
Bakal Dibuka Lagi, Wali Kota Bandung Sebut Husein Sastranegara Kini Berstatus Bandar Udara Internasional

Bakal Dibuka Lagi, Wali Kota Bandung Sebut Husein Sastranegara Kini Berstatus Bandar Udara Internasional

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut Bandara Husein Sastranegara kini berstatus bandar udara internasional.
Festival Inspirasi 2026 Bawa Misi Bangun Gaya Hidup Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Festival Inspirasi 2026 Bawa Misi Bangun Gaya Hidup Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) menggelar Festival Inspirasi 2026 bertema 'Sustainable Living for All: Kolaborasi Lintas Sektor dalam Mendorong Gaya Hidup Berkelanjutan' sekaligus momentum hari jadi ke-12 tahunnya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT