News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gubernur Dedi Mulyadi bakal Kirim Sembilan Siswa ke Barak Militer, Buntut Nge-bully Bu Atun Guru SMAN 1 Purwakarta

Gubernur Dedi Mulyadi mengatakan siap mengirim beberapa siswa SMAN 1 Purwakarta yang mem-bully Bu Atun waktu lalu. Siswa tersebut viral karena acung jari tengah
Kamis, 23 April 2026 - 11:26 WIB
Gubernur Dedi Mulyadi bakal Kirim Sembilan Siswa ke Barak Militer, Buntut Nge-bully Bu Atun Guru SMAN 1 Purwakarta
Sumber :
  • youtube dedi mulyadi official

Jakarta, tvonenews.com- Gubernur Dedi Mulyadi menindak tegas kasus bully di SMAN 1 Purwakarta waktu lalu. Ada sejumlah siswa yang acungkan jari ke guru.

Video siswa yang mengacungkan jari tengah kepada guru Bu Atun tersebut viral di media sosial (Medsos). Kang Dedi Mulyadi pun menyayangkan perilaku mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bukan Skorsing 19 Hari, Dedi Mulyadi Lebih Sarankan Hukuman yang Berbulan-bulan untuk Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Viral Acung Jari Tengah
Bukan Skorsing 19 Hari, Dedi Mulyadi Lebih Sarankan Hukuman yang Berbulan-bulan untuk Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Viral Acung Jari Tengah
Sumber :
  • dok.kolase tvonenews.com

Melihat kasus viral ini, KDM pun memutuskan akan mengirim para siswa yang neg-bully guru ke Barak militer.

Bukan tanpa alasan, kata Bapa Aing itu siswa yang berjumlah sembilan akan mendapatkan bimbingan di Sekolah dan Barak militer.

"Mereka juga sudah mendapatkan arahan, ini bukan sebagai hukuman. Namun juga ada bimbingan yang (diterima siswa), dengan mengirim ke barak ya untuk medapatkan bimbingan," katanya, dikutip dari Instagramnya, Kamis (23/4).

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat itu juga mengatakan kalau sanksi yang diberikan sekolah belum tepat.

Gubernur Dedi Mulyadi bakal Kirim Sembilan Siswa ke Barak Militer, Buntut Nge-bully Bu Atun Guru SMAN 1 Purwakarta
Gubernur Dedi Mulyadi bakal Kirim Sembilan Siswa ke Barak Militer, Buntut Nge-bully Bu Atun Guru SMAN 1 Purwakarta
Sumber :
  • youtube dedi mulyadi official

Lewat video yang ia unggah di Instagram pribadinya. Kang Dedi Mulyadi menyarankan sanksi diberikan berupa kegiatan di dalam sekolah atau tidak lepas dari ranah pendidikan.

Utamanya, ia menekankan para siswa tetap bisa mengikuti kegiatan belajar (KBM) di Sekolah.

"Saya cukup prihatin dengan peristiwa tersebut. Kronologisnya saya sudah mendengarkan paparan dari Kepala Dinas Pendidikan," katanya dikutip dari akun instagramnya, Minggu (19/4).

Dengan dua hukuman, seperti membersihkan toilet dan bersihkan halaman sekolah yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Mulai dari sebulan sampai berbulan-bulan juga dipantau perkembangan anaknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini saya memberikan saran, anak itu tidak perlu diskorsing selama 19 hari. Mudah-mudahan sarannya bisa digunakan, tapi diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari dan membersihkan toilet," pesan KDM.

"Waktunya bisa satu bulan, dua bulan, atau tiga bulan, tergantung perkembangan anak itu sendiri,” sambungnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

14 Pendaki Gunung Merapi Dipulangkan, 11 Orang Akui Terhubung Medsos Open Trip Ilegal

14 Pendaki Gunung Merapi Dipulangkan, 11 Orang Akui Terhubung Medsos Open Trip Ilegal

Sebanyak 14 pendaki ilegal yang memasuki kawasan Gunung Merapi telah dipulangkan setelah sebelumnya diamankan oleh petugas.
Viral di Media Sosial, Ini 5 Fakta Pernikahan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Terungkap Asal-usul Sang Istri

Viral di Media Sosial, Ini 5 Fakta Pernikahan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Terungkap Asal-usul Sang Istri

Kabar bahagia datang dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat yang resmi menikah lagi dengan perempuan bernama Septhelena Maria Yosepha. Berikut 5 faktanya.
Guru Besar UIN Jakarta Burhanuddin Muhtadi Raih APSIPOL Distinguished Political Scientist Award 2026

Guru Besar UIN Jakarta Burhanuddin Muhtadi Raih APSIPOL Distinguished Political Scientist Award 2026

Burhanuddin menyampaikan pidato akademik yang menggarisbawahi pentingnya menjaga keberagaman metodologi di tengah dominasi pendekatan kuantitatif pada diskursus ilmu politik global. 
Pakhtakor Tashkent vs Al Nassr 2-6 di LCA 2026: Cristiano Ronaldo Tak Dimainkan, Joao Felix Cetak Brace

Pakhtakor Tashkent vs Al Nassr 2-6 di LCA 2026: Cristiano Ronaldo Tak Dimainkan, Joao Felix Cetak Brace

Hasil positif diraih skuad Al Nassr, meski mereka harus tampil tanpa kehadiran sang megabintang andalan, Cristiano Ronaldo di Liga Champions Elit AFC 2026 (LCA)
Waspada Ancaman DBD saat Musim Hujan, Sejumlah Fasilitas Operasional di LRT Jabodebek Jalani Fogging

Waspada Ancaman DBD saat Musim Hujan, Sejumlah Fasilitas Operasional di LRT Jabodebek Jalani Fogging

Memasuki musim hujan, sejumlah fasilitas operasional di LRT Jabodebek menjalani fogging pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 untuk mengantisipasi risiko DBD.
Herri Pras Unggah Hal Ini setelah Videonya Digeruduk Sekelompok OTK karena Tantang 'Fight' Viral

Herri Pras Unggah Hal Ini setelah Videonya Digeruduk Sekelompok OTK karena Tantang 'Fight' Viral

YouTuber Herri Pras langsung mengunggah dan singgung tentang orang yang disebut kuat sukses meredam amarahnya. Itu setelah video digeruduk OTK viral di medsos.

Trending

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Kronologi Pembunuhan Anak Usia 20 Bulan di Toilet Stasiun Kebayoran Lama: Pelaku Kesal hingga Dicelupkan ke Bak Air

Menurut pelaku AR (22), ia membunuh SF dengan cara mencelupkan kepala korban ke bak air di toilet dekat Stasiun Kebayoran Lama dan kakinya diangkat ke atas.
Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Seorang netizen meluapkan kekecewaannya terhadap lambatnya respons para nakes di RSUD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, saat menangani pasien gawat darurat.
Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Hasil Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Bawakan Kabar Bahagia

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, membawakan kabar gembira menjelang FIFA Matchday November 2026. Sang gelandang berhasil membantu klubnya meraih kemenangan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT