News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Curiga Usai Temukan Banyak Luka Misterius di Punggung Anak

Kasus daycare Little Aresha di Yogyakarta makin memprihatinkan. Orang tua korban ungkap temuan luka misterius di punggung anak yang muncul setelah dititipkan.
Minggu, 26 April 2026 - 22:07 WIB
Penganiayaan anak secara massal di daycare Little Aresha Yogyakarta
Sumber :
  • Threads/tittaa555

tvOnenews.com - Kasus dugaan kekerasan di daycare Little Aresha yang berlokasi di Umbulharjo terus menjadi perhatian publik.

Setelah sebelumnya muncul berbagai kesaksian terkait kondisi anak yang menurun hingga dugaan kelalaian, kini kecurigaan orang tua semakin menguat setelah ditemukannya luka misterius di tubuh anak, khususnya di bagian punggung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peristiwa ini terungkap setelah seorang mantan karyawan daycare melaporkan dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak yang dititipkan.

Karyawan tersebut mengaku tidak tahan dengan kondisi yang terjadi di dalam, hingga akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri.

Namun, proses resign itu disebut sempat terhambat karena ijazahnya ditahan oleh pihak daycare. Laporan ke kepolisian pun menjadi pintu awal terbongkarnya kasus ini.

Salah satu orang tua korban, Noorman, mengungkapkan pengalaman yang membuatnya curiga terhadap kondisi anaknya selama berada di daycare tersebut.

Ia menyebut bahwa anaknya yang berusia dua setengah tahun mengalami luka di bagian punggung dan bibir, yang sebelumnya tidak ada saat berangkat dari rumah.

“Anak saya yang 2 tahun setengah itu ada luka di punggung dan di bibir. Padahal kalau pagi saya mandikan dari rumah itu tidak ada luka di badan,” ujarnya.

Penganiayaan anak secara massal di daycare Little Aresha Yogyakarta
Penganiayaan anak secara massal di daycare Little Aresha Yogyakarta
Sumber :
  • Threads/@riskynaaku via X/@bilbiils_

Menurut Noorman, kejanggalan mulai terasa ketika pihak daycare melaporkan adanya luka pada anaknya hanya beberapa jam setelah dititipkan.

Pihak daycare disebut menyatakan bahwa luka tersebut sudah ada sejak anak diantar, sesuatu yang justru bertolak belakang dengan kondisi yang dilihat orang tua sebelumnya.

“Kemudian begitu kita antar ke daycare, selisih beberapa jam ada laporan dari daycare bahwa ada luka di punggung sama di bibir. Katanya sudah ada dari awal,” lanjutnya.

Pada awalnya, Noorman dan keluarga tidak langsung menaruh curiga. Namun, kejadian serupa terulang beberapa hari kemudian dengan pola yang hampir sama.

Hal ini membuat kecurigaan semakin kuat, terlebih setelah mengetahui bahwa kasus serupa juga dialami oleh orang tua lain.

“Sekali itu kami tidak curiga. Tapi beberapa hari kemudian ada lagi. Lukanya sama, di bibir dan punggung. Ini hampir sama dengan yang dialami orang tua lain,” ungkapnya.

Ia pun mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab luka tersebut.

Namun, berbagai dugaan muncul di benaknya, mulai dari kemungkinan anak diikat hingga berontak, atau bahkan adanya tindakan kekerasan fisik.

“Saya enggak tahu ini lukanya karena apa. Mungkin diikat terus berontak, atau waktu teriak dipukul. Kita masih praduga,” katanya.

Kesaksian ini semakin memperkuat dugaan adanya pola perlakuan yang tidak wajar terhadap anak-anak di daycare tersebut.

Apalagi, laporan menyebutkan bahwa sebanyak 53 anak diduga menjadi korban penganiayaan oleh pengurus dan pengasuh daycare Little Aresha.

Kasus ini tidak hanya menyangkut luka fisik, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis anak-anak.

Banyak orang tua mulai melaporkan perubahan perilaku anak setelah dititipkan, seperti menjadi lebih takut, mudah menangis, hingga sulit berinteraksi seperti biasanya.

Situasi ini memicu kekhawatiran luas di kalangan masyarakat, terutama para orang tua yang selama ini mengandalkan daycare sebagai tempat penitipan anak.

Kepercayaan terhadap layanan penitipan anak pun mulai dipertanyakan, terutama terkait standar keamanan dan pengawasan.

Di sisi lain, kasus ini juga menyoroti pentingnya transparansi dan tanggung jawab dari pihak pengelola daycare.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Orang tua berharap ada kejelasan terkait apa yang sebenarnya terjadi di dalam fasilitas tersebut, serta jaminan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang di masa depan.

Pihak berwenang kini diharapkan dapat mengusut tuntas kasus ini, mengingat dampaknya yang sangat besar terhadap keselamatan dan kesejahteraan anak-anak di Yogyakarta. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dugaan Korupsi Program MBG di BGN: Kejagung Bedah Dua Klaster Modus Besar

Dugaan Korupsi Program MBG di BGN: Kejagung Bedah Dua Klaster Modus Besar

Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mendalami kasus dugaan korupsi yang menjerat Badan Gizi Nasional (BGN) terkait tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2025-2026. 
Haji Bolot Dirawat Hampir Dua Pekan karena Serangan Jantung, Asisten Ungkap Detik-detik Sebelum Dilarikan ke RS

Haji Bolot Dirawat Hampir Dua Pekan karena Serangan Jantung, Asisten Ungkap Detik-detik Sebelum Dilarikan ke RS

Kondisi kesehatan komedian senior Haji Bolot masih menjadi perhatian setelah kabar dirinya menjalani perawatan intensif akibat serangan jantung.
Pertamina Pastikan Pasokan Pertalite Aman dan Distribusi Lancar di Seluruh Indonesia

Pertamina Pastikan Pasokan Pertalite Aman dan Distribusi Lancar di Seluruh Indonesia

PT Pertamina Patra Niaga memberikan jaminan bahwa ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite saat ini dalam kondisi mencukupi. 
Kebijakan Ekonomi Nasional Dinilai Ada di Jalur yang Benar, Masyarakat Diimbau Tak Terprovokasi Narasi 'Sell Indonesia'

Kebijakan Ekonomi Nasional Dinilai Ada di Jalur yang Benar, Masyarakat Diimbau Tak Terprovokasi Narasi 'Sell Indonesia'

Jagat media sosial dihebohkan dengan narasi 'Sell Indonesia' di tengah gejolak ekonomi global dan nasional belakangan ini.
Seskab Teddy: Harga Pertamax Ikuti Pasar Dunia, Pertalite dan Solar Tetap Stabil

Seskab Teddy: Harga Pertamax Ikuti Pasar Dunia, Pertalite dan Solar Tetap Stabil

Pemerintah memberikan penjelasan resmi terkait penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax. 
Ketum PSSI, Erick Thohir Pasang Target Tinggi! John Herdman Ditantang Bawa Timnas Indonesia Tembus 100 Besar Ranking FIFA

Ketum PSSI, Erick Thohir Pasang Target Tinggi! John Herdman Ditantang Bawa Timnas Indonesia Tembus 100 Besar Ranking FIFA

Timnas Indonesia naik ke peringkat 118 FIFA usai mengalahkan Oman dan Mozambik. Erick Thohir meminta John Herdman membawa Skuad Garuda menembus 100 besar dunia

Trending

Seskab Teddy: Harga Pertamax Ikuti Pasar Dunia, Pertalite dan Solar Tetap Stabil

Seskab Teddy: Harga Pertamax Ikuti Pasar Dunia, Pertalite dan Solar Tetap Stabil

Pemerintah memberikan penjelasan resmi terkait penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax. 
Dedi Mulyadi Buka Suara Usai Kisruh SPMB Jabar, Anak Tak Lolos Sekolah Negeri Dijamin Bisa Sekolah Gratis di Swasta

Dedi Mulyadi Buka Suara Usai Kisruh SPMB Jabar, Anak Tak Lolos Sekolah Negeri Dijamin Bisa Sekolah Gratis di Swasta

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan siswa dari keluarga tidak mampu yang gagal masuk SMA/SMK negeri tetap bisa bersekolah gratis di swasta. Pernyataan
Kapten Alireza Disebut Dapat Pesan Timnas Iran Dilindungi Kartel Meksiko di Piala Dunia 2026? Cek Faktanya

Kapten Alireza Disebut Dapat Pesan Timnas Iran Dilindungi Kartel Meksiko di Piala Dunia 2026? Cek Faktanya

Fakta sebenarnya mengenai sesi wawancara kapten Timnas Iran, Alireza Jahanbakhsh menceritakan pengalaman pribadi di Meksiko, bukan seputar isu Piala Dunia 2026.
Kejati Jabar Tetapkan Wabup Indramayu Syaefudin Tersangka Kasus Tunjangan Perumahan, Sakit Saat Panggilan Pemeriksaan

Kejati Jabar Tetapkan Wabup Indramayu Syaefudin Tersangka Kasus Tunjangan Perumahan, Sakit Saat Panggilan Pemeriksaan

Kerugian negara dalam jumlah fantastis ditemukan dalam kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan dan transportasi anggota DPRD Kabupaten Indramayu tahun anggaran 2022–2025. 
Ruben Onsu Blak-blakan Soal Nafkah Rp 225 Juta untuk Sarwendah, Warganet: Pantas Kerja Mati-matian

Ruben Onsu Blak-blakan Soal Nafkah Rp 225 Juta untuk Sarwendah, Warganet: Pantas Kerja Mati-matian

Video lama Ruben Onsu soal uang bulanan untuk Sarwendah kembali viral. Nominal nafkah yang mencapai ratusan juta rupiah per bulan menjadi sorotan di tengah memanasnya konflik
Pertamina Pastikan Pasokan Pertalite Aman dan Distribusi Lancar di Seluruh Indonesia

Pertamina Pastikan Pasokan Pertalite Aman dan Distribusi Lancar di Seluruh Indonesia

PT Pertamina Patra Niaga memberikan jaminan bahwa ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite saat ini dalam kondisi mencukupi. 
Ketum PSSI, Erick Thohir Pasang Target Tinggi! John Herdman Ditantang Bawa Timnas Indonesia Tembus 100 Besar Ranking FIFA

Ketum PSSI, Erick Thohir Pasang Target Tinggi! John Herdman Ditantang Bawa Timnas Indonesia Tembus 100 Besar Ranking FIFA

Timnas Indonesia naik ke peringkat 118 FIFA usai mengalahkan Oman dan Mozambik. Erick Thohir meminta John Herdman membawa Skuad Garuda menembus 100 besar dunia
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT