Gubernur Jabar KDM: Mulai 18 Mei Tahun ini Jadi Peringatan Hari Tatar Sunda, Sudah Disetujui Kemendagri
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Sumedang, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) menyampaikan kabar gembira. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar menetapkan Hari Tatar Sunda sebagai agenda tahunan.
KDM menegaskan Milangkala Tatar Sunda menjadi agenda rutin. Penyelenggaraan ini akan diselenggarakan setiap tanggal 18 Mei dan mulai berlangsung pada tahun ini.
KDM mengatakan bahwa, penetapan hajat ini sudah diperkuat melalui regulasi Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda.
KDM menambahkan, kebijakan ini juga telah disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Artinya, agenda Hari Tatar Sunda akan dimulai pada 18 Mei 2026.
"Kegiatan ini (Minangkala Tatar Sunda) rutin. Makanya lahirlah yang disebut dengan Milangkala Tatar Sunda. Nanti ditetapkannya kan dalam pergub, sudah persetujuan Mendagri tanggal 18 Mei," ujar KDM di Sumedang dikutip, Minggu (3/5/2026).
Apakah Hari Tatar Sunda hanya di Jabar? Begini Kata KDM
- ANTARA/Ilham Nugraha
Lebih lanjut, KDM menjelaskan perayaan peringatan ini tidak hanya mencakup di wilayah administrasi Jabar. Wilayah lain juga bisa ikut merayakan agenda milangkala tahunan ini.
Kata KDM, keterlibatan wilayah lain didasari dengan catatan yang masih mempunyai keterikatan terhadap budaya Sunda.
Dedi Mulyadi mencontohkan Provinsi Banten. Menurutnya, wilayah ini masih berkaitan sebagai tempat berkembangnya kebudayaan, sejarah, bahasa, dan masyarakat Sunda.
Secara kultural dan geografis, Banten masih menjadi bagian dari Tatar Pasundan. Pasalnya, provinsi ini pernah masuk dalam administratif Provinsi Jawa Barat sebelum berpisah pada 2000.
"Kemudian, sebagian dari wilayah Jawa Tengah juga ada desa-desanya yang itu masih bertradisi Sunda. Nah, itu mereka bisa menjadi bagian untuk diingatkan," jelasnya.
Salah satu ikon permulaan peringatan ini adalah Kirab Panji Mahkota Binokasih. Kirab berarti proses perjalanan dari satu tempat menuju tempat lainnya menggunakan tema budaya dan Sawala.
Sementara, tema yang diusung dalam peringatan Tatar Sunda bertajuk "Nyuhun Buhun, Nata Nagara". Arti tema ini adalah mengangkat kembali tradisi baik dari para leluhur.
Arti tersebut dikaitkan bersamaan upaya menata negara untuk menjaga nilai yang baik. Dalam hal ini, yang dimaksud adalah Jabar.
Berdasarkan keterangan dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar Iendra Sofyan, Jumat (1/5/2026), agenda tahunan ini sudah dimulai sejak 2 Mei dan berakhir pada 18 Mei 2026.
Mahkota Binokasih diarak dalam kegiatan napak tilas Tatar Pasundan yang ditetapkan di delapan titik. Langkah pertama dari Kabupaten Sumedang (2 Mei).
Kemudian berlangsung di Kabupaten Ciamis (3 Mei), Kabupaten Tasikmalaya (4 Mei), Kabupaten Cianjur (5 Mei), Kota Bogor (6 Mei), Kota Depok (8 Mei), Kabupaten Karawang (9 Mei), Kota Cirebon (10 Mei), dan Kota Bandung (16-17 Mei).
Dedi Mulyadi menjelaskan, rangkaian peringatan ini digelar di sejumlah titik dengan tujuan dapat membentuk jalur budaya yang lebih utuh.
"Dari sini (Sumedang) ke induknya, dulu ke Kawali. Dari Kawali nanti kan melewati Cianjur. Mudah-mudahan ke depan semua wilayah yang dilalui itu bisa ikut terlibat, tidak lagi terbatas seperti sekarang karena masih ada keterbatasan waktu," bebernya.
Adapun puncak peringatan tahun ini akan berlangsung di sekitar kawasan Gedung Sate. Meski area halaman ini masih dalam tahap revitalisasi, tidak menghalangi perayaan tersebut.
KDM menjelaskan, gelaran puncak peringatan Tatar Sunda di sekitar kawasan Gedung Sate akan berbentuk drama musikal.
KDM Ungkap Dampak Acara Peringatan Hari Tatar Sunda
Dalam kesempatan itu, KDM menjelaskan kegiatan ini tidak sekadar peringatan rutin secara tahunan. Ia meyakini agenda tersebut juga berdampak pada ekonomi masyarakat sekitar secara signifikan.
Mantan anggota DPR RI ini berpendapat peringatan ini bisa menguatkan di berbagai sektor ekonomi. Contohnya dampaknya sudah dirasakan oleh para pelaku UMKM dan pariwisata di Sumedang.
"Tentu tinggi (potensi ekonomi). Ya, kalau setiap perayaan kegiatan kan selalu melahirkan UMKM. Yang paling utama nanti ya karena mungkin tahun ini mendadak. Tahun depan Sumedang sudah berdandan agar lebih siap," tukasnya.
(ant/hap)
Load more