Dedi Mulyadi Sikapi Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu, Nostalgia Alibi Terdakwa Fitnah Eks Pegawai Korban
- Kolase tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel & tvOneNews
Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali menyikapi kasus pembunuhan sekeluarga di Indramayu. Insiden ini membuat Haji Sahroni dan empat anggota keluarga tewas pada akhir Agustus 2025.
Dedi Mulyadi mengetahui sebuah video viral belakangan ini. Terdakwa Ririn Rifanto (R) membantah keras sebagai pelaku utama kasus menewaskan Haji Sahroni dan empat anggota keluarga lainnya.
Bantahan tersebut terjadi setelah persidangan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu. Sambil dipaksa, Ririn tetap dibawa petugas menuju mobil tahanan.
Dedi Mulyadi langsung mengundang perwakilan kerabat dan keluarga korban. KDM sapaan akrabnya kembali mengingat saat dirinya mengundang Evan, mantan anak buah korban, Budi Awaludin (45).
"Dulu ada pernah saya pernah ketemu kok ngobrol di Lembur Pakuan dengan pegawainya yang diwawancara itu, Evan. Pernah tuh ada tayangannya, artinya dulu saya pernah mewawancarai para pihak dalam kasus ini," ujar Dedi Mulyadi dilansir dari kanal YouTube pribadinya, Selasa (5/5/2026).
Dedi Mulyadi Nostalgia Alibi Terdakwa Fitnah Evan sebagai Pelaku Pembunuhan Keluarga Haji Sahroni
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Dedi Mulyadi kembali mengingat momen Evan bercerita hampir difitnah sebagai pelaku utama. Hal itu terjadi sebelum pelaku menjadi terdakwa.
"Berarti karyawannya keluarga Haji Sahroni. Waktu itu dia hampir dijadikan kambing hitam dari kasus pembunuhan itu," terang KDM.
KDM pun menyoroti alibi dilakukan oleh pelaku pembunuhan sekeluarga di Indramayu tersebut. Menurutnya, Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan sudah menyusun strategi peristiwa ini.
"Pelaku (terdakwa) ini pintar. Sejak sebelum ditangkap berupaya menjadikan Evan sebagai pelaku," imbuhnya.
Mantan Bupati Purwakarta ini bernostalgia saat kasus pembunuhan ini baru mencuat hingga viral di ruang publik. Ia mengatakan, banyak yang mengira bahwa Evan adalah pelakunya.
Ia berpendapat skenario terdakwa berupaya menggiring orang lain adalah pelakunya. Ia memahami spekulasi publik menyasar kepada orang terdekat para korban.
Pasalnya, Evan sebagai mantan pegawai Budi. Terlebih, pemuda tersebut sempat dihubungi yang ternyata nomor handphone milik korban sudah dikendalikan oleh pelaku.
Pada saat itu, Evan mendapat perintah dari pelaku. Ia disuruh menjual mobil pikap milik korban, termasuk mobil Avanza seharga Rp50 juta, serta mobil Carry seharga Rp 30 juta.
Evan semakin curiga lantaran tidak boleh menelepon nomor WhatsApp Budi. Alasannya karena takut dimarahi Haji Sahroni akibat menjual mobil sembarangan.
Beruntungnya Evan langsung membantah tuduhan disiasati oleh pelaku. Pemuda itu juga menceritakan kondisi sebenarnya saat diundang oleh Dedi Mulyadi.
"Evan hampir menjadi korban karena pelaku menumbalkan Evan. Saking pintarnya, tapi keburu terungkap. Tapi asumsi masyarakat pada waktu itu sudah beranggapan pelaku pembunuhannya itu Evan," beber Gubernur Jabar.
KDM mengatakan, kehadiran Evan membantu pengungkapan pelaku kasus pembunuhan ini. Berkat mantan anak buah Budi tersebut, dua pelaku, Ririn dan Priyo berhasil ditangkap polisi.
"Akhirnya terungkap pelakunya dan berhasil disidangkan," lanjutnya.
Sayangnya kasus ini sempat menghilang di ruang publik. Namun pembunuhan menewaskan lima orang tersebut kembali mencuat saat video Ririn membantah sebagai pelaku viral di media sosial.
Menyikapi hal ini, KDM menginginkan kasus ini cepat selesai. Namun fokus utama saat ini adalah mengungkap siapa pelaku sebenarnya agar segera dijebloskan ke dalam penjara.
"Target kita ingin pelaku pembunuhannya dipenjara sesuai dengan perbuatan yang dilakukan yang sangat kejam membunuh satu keluarga," paparnya.
KDM Soroti Alibi Lain dari Terdakwa Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu
Kemudian, KDM juga mendalami jejak perjalanan dua terdakwa, Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan selama menjalani persidangan. Mereka menyebut ada empat nama lain sebagai pelaku.
Menurut Dedi Mulyadi, Ririn seharusnya menginformasikan siapa pelaku lainnya. Dari pengakuan ini, ia merasa curiga alasan para pelaku belum terungkap sampai saat ini.
"Berarti Ririn tahu dong empat pelaku, tinggal sebut identitasnya, KTP, alamatnya, itu kan gampang polisi buat menangkapnya. Tapi, kenapa sampai sekarang yangg empat belum ditangkap. Apa memang ada wujudnya," heran KDM.
Puncak Ririn selaku terdakwa menepis tudingan dirinya sebagai pelaku. Padahal, banyak saksi hingga barak bukti yang kuat sebagai bahan penyidikan pihak Kepolisian.
Di momen itu, Ema, kerabat korban meyakini Ririn dan Priyo sebagai pelaku pembunuhan yang membuat jenazah Haji Sahroni dan empat anggota keluarga lainnya dikubur secara keji di belakang rumah korban di Indramayu pada akhir Agustus 2025.
(hap)
Load more