News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sempat Ada Ketegangan, Tim Dokter Richard Lee Ungkap Kejadian Sebelum Koh Hanny Cabut Sertifikat Mualaf

Sempat ada ketegangan, tim dokter Richard Lee ungkap kejadian sebelum Hanny Kristianto cabut sertifikat mualaf, lengkap dengan klarifikasi Koh Hanny.
Rabu, 6 Mei 2026 - 02:52 WIB
Kolase Hanny Kristianto dan Richard Lee
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com | Youtube Reyben Entertainment - YouTube dr. Richard Lee, MARS

tvOnenews.com - Polemik pencabutan sertifikat mualaf Dokter Richard Lee masih menjadi perhatian publik. 

Di tengah berbagai spekulasi yang beredar, pihak tim akhirnya buka suara dan membeberkan kronologi yang terjadi sebelum keputusan tersebut diumumkan ke publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti diketahui, sertifikat mualaf dr Richard Lee dicabut oleh pendakwah yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) atau pengurus di Yayasan Mualaf Center Indonesia (MCI) Hanny Kristianto

Pengumuman itu disampaikan Koh Hanny melalui kanal YouTube Reyben Entertainment pada Minggu (3/5/2026). 

Sementara saat ini dr Richard tengah menjalani masa penahanan terkait kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen.

Di tengah memanasnya isu tersebut, salah seorang tim dr Richard Lee, Donny Ramadhan, mengungkap bahwa sebelum polemik mencuat, sebenarnya sempat direncanakan pertemuan antara Koh Hanny dan dr Richard. 

Namun, kondisi kesehatan dr Richard saat itu tidak memungkinkan untuk menerima kunjungan.

Ilustrasi AI - Dokter Richard Lee
Ilustrasi AI - Dokter Richard Lee
Sumber :
  • Kolase tangkapan layar YouTube dr Richard Lee & AI/ChatGPT

“Aku sebenarnya nggak biasa ikut komentar kayak gini. Tapi karena aku tahu kejadian di baliknya, jadi aku mau coba jelasin supaya tidak simpang siur,” ujar Donny melalui akun Instagram pribadinya.

Menurut Donny, pada hari yang direncanakan, dr Richard dalam kondisi kurang sehat sehingga pertemuan tidak dapat terlaksana. 

Situasi tersebut kemudian berlanjut dengan rencana lain, yakni penitipan Al-Quran melalui pihak pengacara.

Komunikasi Tersendat, Ketegangan Muncul

Namun, rencana tersebut juga tidak berjalan mulus. Donny menyebut adanya hambatan dalam komunikasi yang akhirnya memicu kesalahpahaman di antara pihak-pihak terkait.

“Yang aku tahu Koh Hanny itu mau nitipin Al-Quran ke dr Richard lewat PA-nya dokter. Namun karena kondisinya nggak memungkinkan saat itu, akhirnya pertemuan tersebut tidak bisa dilakukan,” jelasnya.

Ketegangan disebut mulai terasa ketika komunikasi tidak berjalan lancar. 

Bahkan, sempat muncul permintaan untuk mengembalikan Al-Quran yang sebelumnya hendak diberikan.

“Karena kecewa, di situ sempat terjadi ketegangan dalam komunikasi. Termasuk adanya permintaan untuk mengembalikan Al-Quran yang tadinya mau dikasih,” ungkap Donny.

Ia menilai, polemik yang kini ramai dibicarakan berawal dari momen komunikasi yang tidak tepat dan kurangnya pemahaman di antara pihak-pihak yang terlibat.

Di sisi lain, Donny juga menggambarkan kondisi dr Richard Lee selama menjalani masa penahanan. 

Ia menyebut sang dokter tetap berusaha menjalani kehidupan dengan nilai-nilai positif, termasuk menjaga kebaikan dan kepedulian sosial.

“Beliau tetap menjaga kebaikan, menghargai orang lain, dan mengingatkan aku untuk terus berbagi, mengingatkan shalat,” tuturnya.

Bahkan, dr Richard disebut masih aktif memberikan arahan kepada timnya untuk melanjutkan kegiatan sosial yang selama ini dijalankan.

“Meski dokter sedang di dalam, aku dan tim diminta untuk tetap fokus pada DRL berbagi,” tambahnya.

Mualaf sekaligus pendakwah, Hanny Kristianto
Mualaf sekaligus pendakwah, Hanny Kristianto
Sumber :
  • Tim tvOne - Selalu Ada Hikmah

Klarifikasi Koh Hanny Kristianto

Setelah video dari tim kreatif Richard Lee beredar, Hanny Kristianto langsung menghubungi Donny melalui video call WhatsApp untuk memberikan penjelasan.

Dalam percakapan tersebut, Hanny menyampaikan bahwa konten yang dibuat Donny berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, bahkan dianggap seperti fitnah.

Ia juga menjelaskan alasan mengapa Al-Quran yang sebelumnya ingin diberikan akhirnya diminta kembali. Menurutnya, itu adalah keputusan pribadi dan bukan karena emosi.

"Mas Donny kan bikin konten, jadi kayak fitnah, Mas," ujar Koh Hanny.

Koh Hanny menegaskan bahwa urusan ibadah, seperti shalat, merupakan tanggung jawab masing-masing individu dengan Tuhan, bukan urusannya. 

Ia mengaku sudah beberapa kali mengajak, namun tidak ingin mencampuri lebih jauh.

Selain itu, ia membantah bahwa dirinya yang meminta pertemuan. Justru menurutnya, permintaan bertemu datang dari pihak Richard Lee.

Hanny juga menegaskan bahwa ia tidak ingin masalah ini semakin panjang atau memicu konflik. 

Ia meminta agar dirinya tidak dilibatkan dalam perselisihan, terutama yang bisa memecah sesama umat.

Terkait pencabutan sertifikat, Hanny menepis anggapan bahwa hal itu dilakukan karena marah. 

Ia menilai jika memang karena emosi, keputusan tersebut bisa saja diambil jauh sebelumnya.

Ia pun berharap publik tidak salah menafsirkan situasi dan tidak menggiring opini yang keliru terhadap dirinya.

"Tapi jadinya opininya seakan-akan saya cabut sertifikat karena saya marah. Berbeda kalau karena saya marah, Mas. Kenapa saya cabut bulan Mei, kenapa nggak saya cabut kemarin-kemarin, gampang saja kalau saya mau," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jangan pernah libatkan saya dalam pertikaian sesama muslim," pungkasnya.

(gwn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Pelatih Hillstate Kang Sung-hyung sanggupi ajakan makan pecel dan rempeyek khas jawa setelah menyaksikan pertandungan Megawati Hangestri di final Proliga 2026.
Pihak dr Richard Lee Mulai Gerah, Kuasa Hukum Beri Peringatan Keras untuk Doktif

Pihak dr Richard Lee Mulai Gerah, Kuasa Hukum Beri Peringatan Keras untuk Doktif

Di tengah proses hukum yang dijalani dr Richard Lee, kuasa hukum beri peringatan keras untuk Doktif. Abdul Haji Talaohu ungkap kliennya tak nyaman dengan Doktif
Peringatan Keras Gubernur Malut Sherly Tjoanda: ASN Telat Input Data Gaji? Kepala OPD Siap-Siap Saja

Peringatan Keras Gubernur Malut Sherly Tjoanda: ASN Telat Input Data Gaji? Kepala OPD Siap-Siap Saja

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengeluarkan instruksi keras terkait kedisiplinan administrasi dan target pendapatan daerah di hadapan ribuan pegawainya. 
Bukayo Saka Kirim Arsenal ke Final Liga Champions usai Tumbangkan Atletico Madrid 1-0

Bukayo Saka Kirim Arsenal ke Final Liga Champions usai Tumbangkan Atletico Madrid 1-0

Gol tunggal Bukayo Saka berhasil mengantarkan Arsenal melenggang ke final Liga Champions 2025-2026. Mereka menang tipis dengan skor 1-0 atas Atletico Madrid di leg kedua semifinal.
Klarifikasi Koh Hanny usai Diduga Cabut Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee karena Marah: Jadi Kayak Fitnah

Klarifikasi Koh Hanny usai Diduga Cabut Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee karena Marah: Jadi Kayak Fitnah

Klarifikasi Koh Hanny Kristianto usai diduga cabut sertifikat mualaf Dokter Richard Lee karena marah, langsung telepon tim kreatif dr Richard: Jadi kayak fitnah
Kurniawan Dwi Yulianto Bungkam Para Peragu, Timnas Indonesia U-17 Awali Piala Asia U-17 2026 dengan Sensasional

Kurniawan Dwi Yulianto Bungkam Para Peragu, Timnas Indonesia U-17 Awali Piala Asia U-17 2026 dengan Sensasional

Timnas Indonesia U-17 berhasil mengawali Piala Asia U-17 2026 dengan raihan yang positif. Hal ini seakan membungkam keraguan yang sempat disematkan kepada pelatih Kurniawan Dwi Yulianto.

Trending

Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Megawati Hangestri berbinar-binar setelah ditraktir makan siang ala Korea oleh pelatih Hillstate Kang Sung-hyung setelah datang ke final Proliga 2026 silam.
Penahanan Dokter Richard Lee Resmi Diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya Ungkap Alasannya

Penahanan Dokter Richard Lee Resmi Diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya Ungkap Alasannya

Penahanan dokter Richard Lee resmi diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya beberkan alasannya.
Top 3: Gubernur Malut Sherly Tjoanda Salah Ucap, 3 Alasan Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Media Malaysia Soroti STY

Top 3: Gubernur Malut Sherly Tjoanda Salah Ucap, 3 Alasan Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Media Malaysia Soroti STY

Top 3: Gubernur Malut Sherly Tjoanda salah ucap, 3 alasan utama sertifikat mualaf dokter Richard Lee dicabut, hingga media Malaysia soroti Shin Tae-yong (STY).
Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Gubernur Malut Sherly Tjoanda kehabisan kata-kata ketika tahu ada warganya yang istrinya berusia 40 tahun lebih muda saat kunjungan atau sidak ke masyarakat.
Klarifikasi Koh Hanny usai Diduga Cabut Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee karena Marah: Jadi Kayak Fitnah

Klarifikasi Koh Hanny usai Diduga Cabut Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee karena Marah: Jadi Kayak Fitnah

Klarifikasi Koh Hanny Kristianto usai diduga cabut sertifikat mualaf Dokter Richard Lee karena marah, langsung telepon tim kreatif dr Richard: Jadi kayak fitnah
Jauh Sebelum Sertifikat Mualaf Dicabut, dr Richard Lee Pernah Tanya ke Istri soal Mualaf, dr Reni Effendi Bilang Begini

Jauh Sebelum Sertifikat Mualaf Dicabut, dr Richard Lee Pernah Tanya ke Istri soal Mualaf, dr Reni Effendi Bilang Begini

Jauh sebelum sertifikat mualafnya dicabut oleh pihak MCI, dr Richard Lee pernah tanya ke istri soal mualaf, dr Reni Effendi pun menjawab begini.
Dari Kisah Evan, Gubernur Dedi Mulyadi Nilai Pembunuh Satu Keluarga Haji Sahroni di Indramayu Jago Manipulatif

Dari Kisah Evan, Gubernur Dedi Mulyadi Nilai Pembunuh Satu Keluarga Haji Sahroni di Indramayu Jago Manipulatif

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) menyikapi babak baru kasus pembunuhan Haji Sahroni sekeluarga di Indramayu. Pelaku dinilai jago merekayasa berkaca dari Evan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT