Dedi Mulyadi Tawarkan Pekerjaan Bergaji Menggiurkan, Sepasang Lansia Ini Justru Bingung Lalu Pergi
- tvOnenews.com Edit / YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL
tvOnenews.com - Sosok Dedi Mulyadi kembali mencuri perhatian publik. Kali ini, bukan karena kebijakan besar, melainkan momen tak terduga saat ia bertemu sepasang lansia pemungut botol di pinggir jalan.
Niat baik Dedi Mulyadi menawarkan pekerjaan bergaji jutaan rupiah justru berakhir dengan kebingungan dan perpisahan sederhana yang menyisakan cerita haru sekaligus menggelitik.
Dalam perjalanan kunjungan lapangannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu sepasang suami istri lanjut usia, Kakek Joni dan Nenek Enci.
![]()
Dedi Mulyadi dan Sepasang Lansia. (Sumber: YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL)
Setiap hari, keduanya menggantungkan hidup dengan memungut botol bekas di jalanan. Melihat kondisi tersebut, Dedi Mulyadi langsung tergerak untuk membantu dengan cara yang lebih berkelanjutan.
Ia pun menawarkan pekerjaan sebagai petugas kebersihan di kawasan wisata Tangkuban Parahu dengan gaji Rp4,2 juta per bulan. Namun, percakapan yang terjadi justru berjalan di luar dugaan.
“Waduh, cuma berdua saja dengan si Abah ini,” ujar Dedi Mulyadi dalam tayangan YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL.
“Iya,” jawab Kakek Joni.
“Oh, cuma berdua saja. Tadi sebenarnya sedang mencari apa? Dapat apa?” tanya Dedi Mulyadi.
“Oh, hanya melihat-lihat barang yang bisa dipulung. Hebat, terus memulung,” ujar Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi kemudian mencoba menggali lebih jauh aktivitas mereka. Namun, komunikasi yang kurang nyambung justru membuat suasana berubah menjadi momen yang mengundang tawa.
“Aduh, ini seperti pasangan suami istri mini, Romeo dan Juliet. Bagaimana kalau begini, mulai memulungnya dari Jalan Cagak?” ujar Dedi Mulyadi.
“Di jalan-jalan,” jawab Kakek Joni.
“Oh, tunggu dulu, ini saya mau menjelaskan. Bagaimana kalau memulungnya dimulai dari Jalan Cagak,” jelas Dedi Mulyadi.
“Dari rontong saja,” kata Kakek Joni.
“Maksudnya begini, saya jelaskan ya,” lanjut Dedi.
“Dijelaskan? Oh, di Jalan Cagak banyak,” timpal Nenek Enci.
“Bukan soal banyak di Jalan Cagak. Bagaimana kalau memulungnya dimulai dari Jalan Cagak, lalu nanti ujungnya sampai ke Tangkuban Parahu? Digaji tiap bulan, mau tidak dijadikan pekerja? Digaji sebulan Rp4,2 juta,” jelas Dedi Mulyadi.
Melihat Kakek Joni masih kurang memahami, Dedi pun mencoba menjelaskan kembali kepada Nenek Enci dengan lebih rinci.
“Bagaimana kalau memulungnya seperti ini, mulai dari Jalan Cagak sampai ke Tangkuban Parahu. Setiap hari berjalan ke sana, memungut plastik-plastik saja. Nanti disediakan wadahnya, lalu digaji sebulan Rp4.200.000,” ujar Dedi.
Namun, meski sudah dijelaskan berulang kali, pasangan lansia tersebut tampak belum benar-benar memahami maksud tawaran tersebut. Dedi Mulyadi kemudian memberikan sejumlah uang dan meminta Nenek Enci menghitungnya.
Nenek Enci menyebut jumlah uang itu sekitar Rp700 ribu. Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi kembali menambahkan uang yang ia berikan.
Di akhir pertemuan, Dedi Mulyadi sempat memastikan kembali apakah keduanya memahami pembicaraan tersebut. Namun, Kakek Joni dan Nenek Enci masih terlihat kebingungan. Mereka pun akhirnya berpamitan dan melanjutkan perjalanan memungut botol seperti biasa.
Momen ini menjadi sorotan, bukan hanya karena aksi spontan Dedi Mulyadi, tetapi juga menggambarkan realita bahwa niat baik dan solusi besar tak selalu mudah dipahami oleh mereka yang hidup dalam keterbatasan. Kisah sederhana ini pun sukses menyentuh hati.
(anf)
Load more