News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kades Hoho Tegas Tolak Seleksi Ulang Perangkat Desa: Kita Tetap Akan Perjuangkan Hak-hak Masyarakat

Kades Hoho tetap ngotot melantik perangkat desa Purwasaba dan siap perjuangkan hak peserta seleksi meski ditolak bupati Banjarnegara. Simak berita selengkapnya!
Selasa, 12 Mei 2026 - 14:59 WIB
Ilustrasi Kades Hoho
Sumber :
  • tvOnenews.com Edit / Instagram @hoho_alkaff

tvOnenews.com - Sikap Welas Yuni Nugroho alias Kades Hoho kini semakin tegas di tengah polemik seleksi perangkat desa Purwasaba, Banjarnegara. Meski mendapat penolakan dari pemerintah kabupaten hingga diminta menggelar ujian ulang, Kades Hoho justru memastikan dirinya tetap akan memperjuangkan hak peserta yang dinilai lolos secara sah.

Pernyataan itu disampaikan langsung Kades Hoho dalam unggahan Instagram terbarunya pada 11 Mei 2026. Dalam video tersebut, ia tampak lantang menyuarakan penolakannya terhadap keputusan yang membatalkan hasil seleksi perangkat desa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, hingga pertengahan Mei 2026, Kades Hoho masih bersikukuh akan melantik tiga perangkat desa terpilih hasil seleksi Februari lalu. Ia meyakini seluruh proses penjaringan telah berjalan sesuai prosedur dan menjadi kewenangan kepala desa.

Sebelumnya, Bupati Banjarnegara meminta agar seleksi diulang setelah adanya temuan audit Inspektorat. Namun Kades Hoho menilai keputusan tersebut cacat hukum dan tidak adil bagi peserta yang sudah mengikuti proses seleksi.

Bahkan melalui kuasa hukumnya, Kades Hoho dikabarkan tengah menyiapkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Tiga calon perangkat desa terpilih juga disebut siap ikut menggugat keputusan tersebut.

Dalam video unggahannya, Kades Hoho mengawali penjelasannya kepada warga Purwasaba terkait polemik yang sedang terjadi.

“Assalamualaikum warga Purwasaba. Khususnya Kadus 2, Kadus 4, dan Kadus 5 besok kita akan melaksanakan sosialisasi yang mana bupati telah menolak, atau tidak merekomendasi terhadap 3 kadus yang sudah mengikuti proses penjaringan dan penyaringan proses seleksi melalui tes CAT ataupun tes praktik ya,” ujar Kades Hoho.

Ia menjelaskan bahwa alasan penolakan tersebut berasal dari hasil temuan Inspektorat.

“Tetapi bupati tidak merekomendasi atas dasar temuan dari Inspektorat,” lanjutnya.

Kades Hoho juga menyebut dirinya akan menjelaskan langsung kepada masyarakat terkait penolakan rekomendasi pelantikan perangkat desa Purwasaba.

“Di sini juga saya akan mensosialisasikan hal tersebut, bahwasannya tidak merekomendasi atau tidak memberikan rekom untuk pelantikan atau pengangkatan perangkat desa Purwasaba,” katanya.

Meski begitu, Kades Hoho tetap bersikeras akan melantik tiga peserta dengan nilai tertinggi hasil seleksi.

“Dan saya juga akan mensosialisasikan bahwa saya akan tetap melantik tiga peserta penjaringan tersebut yang sudah mendapatkan nilai tinggi dan sudah selayaknya mendapatkan hak-hak mereka,” tegasnya.

Menurut Kades Hoho, pemerintah seharusnya tidak merampas hak masyarakat yang sudah diperjuangkan melalui proses seleksi.

“Kita tetap akan perjuangkan hak-hak masyarakat yang seharusnya sudah mereka dapatkan. Kita pemerintah, kita tidak seharusnya berbuat seperti itu atau merampas hak-hak masyarakat,” ujar Kades Hoho.

Ia juga mengungkap bahwa sebelum adanya audit khusus, dirinya sudah diminta sejumlah pejabat daerah untuk menggelar ujian ulang. Namun permintaan itu ditolak mentah-mentah.

“Negara kita negara sudah merdeka, mereka sudah bersusah payah melakukan ujian dan kemudian bupati tiba-tiba menolak atas dasar temuan Inspektorat. Padahal sebelumnya adanya riksus atau audit bupati juga sudah memerintah kepada saya lewat sekretaris daerah, lewat kepala Inspektorat, kepala Dispermades, dan Asisten Satu untuk saya melakukan atau melaksanakan ujian ulang tetapi saya menolak tegas saya tidak mau,” ungkapnya.

Di akhir video, Kades Hoho kembali menegaskan bahwa dirinya akan tetap menyosialisasikan keputusan penolakan tersebut kepada masyarakat Purwasaba.

“Jadi besok akan saya sosialisasikan terkait keinginan bupati untuk tidak merekomendasi atau untuk menolak acara pelantikan atau acara pengangkatan perangkat desa Purwasaba,” tutup Kades Hoho.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

kades hoho
Unggahan Kades Hoho. (Sumber: Instagram @hoho_alkaff)

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Pemeriksaan Senin merupakan pemeriksaan kedua terhadap Bobby dalam penyidikan perkara tersebut. KPK sebelumnya memeriksa Bobby sebagai saksi pada 16 Juli 2026.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Jumlah korban yang melaporkan dugaan kekerasan seksual di Ponpes Abul Barokat Wannafahat, di Lombok Tengah, bertambah menjadi 16 orang.

Trending

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai Petir Diperkirakan Terus Melanda Arab Saudi, Warga Diimbau untuk Waspada

Badai petir diperkirakan akan terus melanda sebagian besar wilayah Arab Saudi hingga Jumat mendatang (2/10). Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mengimbau masyarakat untuk waspada.
Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Abah Eks Pimpinan Ponpes yang Diduga Lecehkan Belasan Satriwati di Lombok Diperiksa Polisi

Sebelumnya, AIS alias Abah merupakan eks pimpinan Ponpes Abdul Barokat Wannafahat, diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap belasan santriwatinya.
Ombudsman Siap "Bongkar" Fakta-fakta Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Hadapan DPR

Ombudsman Siap "Bongkar" Fakta-fakta Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong di Hadapan DPR

Ombudsman siap berkoordinasi dan memberikan informasi yang diperlukan kepada DPR RI sebagai bagian dari upaya bersama memperbaiki tata kelola pelayanan publik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT