Kades Hoho Tegas Tolak Seleksi Ulang Perangkat Desa: Kita Tetap Akan Perjuangkan Hak-hak Masyarakat
- tvOnenews.com Edit / Instagram @hoho_alkaff
tvOnenews.com - Sikap Welas Yuni Nugroho alias Kades Hoho kini semakin tegas di tengah polemik seleksi perangkat desa Purwasaba, Banjarnegara. Meski mendapat penolakan dari pemerintah kabupaten hingga diminta menggelar ujian ulang, Kades Hoho justru memastikan dirinya tetap akan memperjuangkan hak peserta yang dinilai lolos secara sah.
Pernyataan itu disampaikan langsung Kades Hoho dalam unggahan Instagram terbarunya pada 11 Mei 2026. Dalam video tersebut, ia tampak lantang menyuarakan penolakannya terhadap keputusan yang membatalkan hasil seleksi perangkat desa.
Diketahui, hingga pertengahan Mei 2026, Kades Hoho masih bersikukuh akan melantik tiga perangkat desa terpilih hasil seleksi Februari lalu. Ia meyakini seluruh proses penjaringan telah berjalan sesuai prosedur dan menjadi kewenangan kepala desa.
Sebelumnya, Bupati Banjarnegara meminta agar seleksi diulang setelah adanya temuan audit Inspektorat. Namun Kades Hoho menilai keputusan tersebut cacat hukum dan tidak adil bagi peserta yang sudah mengikuti proses seleksi.
Bahkan melalui kuasa hukumnya, Kades Hoho dikabarkan tengah menyiapkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Tiga calon perangkat desa terpilih juga disebut siap ikut menggugat keputusan tersebut.
Dalam video unggahannya, Kades Hoho mengawali penjelasannya kepada warga Purwasaba terkait polemik yang sedang terjadi.
“Assalamualaikum warga Purwasaba. Khususnya Kadus 2, Kadus 4, dan Kadus 5 besok kita akan melaksanakan sosialisasi yang mana bupati telah menolak, atau tidak merekomendasi terhadap 3 kadus yang sudah mengikuti proses penjaringan dan penyaringan proses seleksi melalui tes CAT ataupun tes praktik ya,” ujar Kades Hoho.
Ia menjelaskan bahwa alasan penolakan tersebut berasal dari hasil temuan Inspektorat.
“Tetapi bupati tidak merekomendasi atas dasar temuan dari Inspektorat,” lanjutnya.
Kades Hoho juga menyebut dirinya akan menjelaskan langsung kepada masyarakat terkait penolakan rekomendasi pelantikan perangkat desa Purwasaba.
“Di sini juga saya akan mensosialisasikan hal tersebut, bahwasannya tidak merekomendasi atau tidak memberikan rekom untuk pelantikan atau pengangkatan perangkat desa Purwasaba,” katanya.
Meski begitu, Kades Hoho tetap bersikeras akan melantik tiga peserta dengan nilai tertinggi hasil seleksi.
“Dan saya juga akan mensosialisasikan bahwa saya akan tetap melantik tiga peserta penjaringan tersebut yang sudah mendapatkan nilai tinggi dan sudah selayaknya mendapatkan hak-hak mereka,” tegasnya.
Menurut Kades Hoho, pemerintah seharusnya tidak merampas hak masyarakat yang sudah diperjuangkan melalui proses seleksi.
“Kita tetap akan perjuangkan hak-hak masyarakat yang seharusnya sudah mereka dapatkan. Kita pemerintah, kita tidak seharusnya berbuat seperti itu atau merampas hak-hak masyarakat,” ujar Kades Hoho.
Ia juga mengungkap bahwa sebelum adanya audit khusus, dirinya sudah diminta sejumlah pejabat daerah untuk menggelar ujian ulang. Namun permintaan itu ditolak mentah-mentah.
“Negara kita negara sudah merdeka, mereka sudah bersusah payah melakukan ujian dan kemudian bupati tiba-tiba menolak atas dasar temuan Inspektorat. Padahal sebelumnya adanya riksus atau audit bupati juga sudah memerintah kepada saya lewat sekretaris daerah, lewat kepala Inspektorat, kepala Dispermades, dan Asisten Satu untuk saya melakukan atau melaksanakan ujian ulang tetapi saya menolak tegas saya tidak mau,” ungkapnya.
Di akhir video, Kades Hoho kembali menegaskan bahwa dirinya akan tetap menyosialisasikan keputusan penolakan tersebut kepada masyarakat Purwasaba.
“Jadi besok akan saya sosialisasikan terkait keinginan bupati untuk tidak merekomendasi atau untuk menolak acara pelantikan atau acara pengangkatan perangkat desa Purwasaba,” tutup Kades Hoho.
![]()
Unggahan Kades Hoho. (Sumber: Instagram @hoho_alkaff)
(anf)
Load more