Nasib 252 Santri dan Santriwati Usai Ponpes Ndholo Kusumo yang Diasuh Kiai Ashari Ditutup Kemenag
- YouTube tvOnenews
tvOnenews.com - Begini nasib dari total 252 santri dan santriwati yang tengah menimba ilmu di Ponpes Ndholo Kusumo Pati, pesantren yang didirikan Kiai Ashari.
Sebelumnya, Kemenag RI memutuskan untuk mencabut tanda daftar Ponpes Ndholo Kusumo buntut dari kelakuan bejat Kiai Ashari, sang pendiri dan pengasuh pondok.
Ashari bin Karsana atau Kiai Ashari atau AS (51), pendiri sekaligus pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo Pati beberapa waktu terakhir buat muak masyarakat.
Pasalnya, status Kiai Ashari sebagai seorang pemuka agama malah dipergunakan untuk melakukan tindakan tidak pantas yaitu pencabulan terhadap santriwati.
Sejauh ini ada 50 santriwati menurut kuasa hukum Ali Yusron yang sudah terdata sebagai korban nafsu sesaat Kiai Ashari. Kepolisian langsung bergerak mendapati laporan itu.
Jakarta, Bogor dan Solo sempat menjadi titik pelarian Kiai Ashari sebelum diringkus pihak berwajib di Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, tempat persembunyian terakhirnya.
Tim gabungan Polresta Pati dan Jatanras Polda Jateng langsung mengamankan Kiai Ashari yang saat itu hendak pergi ke suatu tempat pakai motor bebeknya.
Izin Ponpes Ndholo Kusumo Dicabut Kemenag
- tvOneNews
Kepala Kemenag Pati Ahmad Syaiku mengungkapkan bahwa pihaknya langsung bersikap tegas dengan mencabut izin dari Ponpes Ndholo Kusumo tersebut.
Ahmad Syaiku menegaskan kalau tidak ada ruang untuk pelecehan seksual di dunia pendidikan, sehingga kasus pencabulan Kiai Ashari diproses oleh Kemenang RI.
“Jadi kami sudah melakukan verifikasi faktual bersama dengan satgas pesantren ramah anak dari kemenang RI dan juga kepala bidang pontren dan tim Kemenag Pati — maka kami mengambil keputusan untuk merekomendasikan agar tanda daftar Ponpes Tahfidzul Qur'an Ndholo Kusumo Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten pati untuk dicabut,” kata Syaiku di YouTube tvOne (3/5/2026).
“Ponpes Tahfidzul Qur'an Ndholo Kusumo itu baru mendapatkan izin dari Kemenag RI itu tanggal 29 Oktober 2020,“ jelasnya.
Nasib 252 Santri dan Santriwati
- Kolase YouTube FHI Multimedia & X/@neVerAl0nely___
Ahmad Syaikhu menjelaskan bahwa 252 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, telah dipulangkan kepada orang tua masing-masing sejak Minggu (3/5/2026).
Rinciannya adalah empat orang di tingkat Raudhatul Athfal (RA), 89 di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan 30 anak lainnya di kelas 6 yang baru selesaikan ujian pada 4-12 April.
Kemudian, ada 91 santri yang belajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP), 50 santri di Madrasah Aliyah, serta 8 santri yang hanya mondok atau mukim di pesantren.
Pengecualian untuk santri kelas 6 MI, mereka untuk sementara tetap berada di ponpes dengan pendampingan guru untuk mengikuti ujian madrasah pekan lalu.
“Semua siswa yang berjumlah 252 yang belajarnya ada yang di RA, ada yang di MI, ada yang di SMP, dan juga ada yang di Aliyah, itu semuanya sudah dipulangkan ke rumah orang tuanya dan pembelajarannya melalui daring,” ujar Ahmad Syaikhu.
Kini, tidak ada aktivitas di dalam Ponpes Ndholo Kusumo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati. Pondok tersebut disegel dan terkunci dari luar.
(han)
Load more