News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gubernur Sherly Tjoanda sampai Dua Kali Kaget Dengar Pengakuan Nelayan soal Pinjaman KUR: Bapak Berani Ambil Cicilan?

Gubernur Malut, Sherly Tjoanda, sampai kaget dua kali saat bertanya soal pinjaman KUR ke salah satu nelayan di Ternate. Jawaban nelayan tersebut bikin kaget.
Senin, 18 Mei 2026 - 22:53 WIB
Sherly Tjoanda Gubernur Malut
Sumber :
  • YouTube

tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda, terkejut ketika mendengar pernyataan salah seorang nelayan penerima kredit usaha rakyat atau KUR.

Bahkan bukan cuma sekali, melainkan sampai dua kali Sherly Tjoanda terkejut mendengar pengakuan nelayan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sherly Tjoanda saat itu sedang menghadiri acara serah terima bantuan mesin kapal untuk nelayan penerima KUR di Dufa-Dufa, Ternate.

Bantuan ini diharapkan mampu membantu para nelayan untuk meningkatkan tangkapan ikannya.

Selain itu, dengan program KUR untuk pembelian kapal baru ini juga berarti meningkatkan keselamatan nelayan saat melaut. 

Setelah membuka acara, Sherly Tjoanda lantas menuju dermaga untuk melihat secara langsung kondisi kapal baru yang dimiliki para nelayan penerima KUR.

Sherly Tjoanda begitu antusias untuk berbincang-bincang dengan nelayan di sana.

"Mana nelayannya, mana yang punya?" kata Sherly Tjoanda, seperti dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube GubSherly.

Kemudian Sherly Tjoanda bertanya kepada beberapa nelayan terkait pinjaman KUR yang mereka dapat.

"Dapat pinjaman KUR berapa?" tanya Sherly Tjoanda.

Salah seorang nelayan menjawab bahwa dirinya mendapat pinjaman KUR senilai Rp30 juta.

"Bayar kapal berapa?" tanya Sherly Tjoanda.

Ternyata dari pinjaman senilai Rp30 juta tersebut, digunakanlah untuk membeli kapal seharga Rp25 juta.

Tak lupa Sherly Tjoanda memastikan apakah kapal yang diterima para nelayan dalam kondisi yang bagus dan sudah dicoba lebih dulu.

"Sudah coba kapalnya bagus?" kata Sherly Tjoanda.

Setelah memastikan kondisi kapal baru, Sherly Tjoanda kemudian mengalihkan fokus pertanyaan kepada kemampuan para nelayan dalam melunasi cicilan KUR mereka.

Hal ini penting untuk diketahui karena tentunya pendapatan nelayan terkadang tidak menentu di tiap bulannya karena tergantung pada hasil tangkapan.

Sementara cicilan KUR setiap bulannya tetap harus dibayarkan. 

"Cicilan satu bulan berapa ke bank?" tanya Sherly Tjoanda.

Jawaban salah satu nelayan membuat Gubernur Malut tersebut terkaget-kaget.

"2,6 juta," jawab salah seorang nelayan.

Saking kagetnya, Sherly Tjoanda sampai mengulang kembali pertanyaannya, memastikan apakah benar nelayan tersebut cicilan KUR-nya sebulan sebesar Rp2,6 juta.

"Cicilan, cicilan?" tegas Sherly Tjoanda.

Nelayan tersebut kembali menegaskan bahwa benar cicilannya Rp2,6 juta sebulan.

"Iya, 2,6 juta," kata sang nelayan.

Padahal angsuran nelayan lainnya tidak ada yang lebih dari 1 juta per bulannya.

Masih merasa heran, Sherly Tjoanda mencoba untuk menyakan berapa tahun tenor pinjaman nelayan tersebut.

"Berapa panjang kemarin ambil?" tanya Sherly Tjoanda.

Pantas saja cicilan per bulannya cukup besar, ternyata nelayan tersebut mengambil tenor pinjaman hanya 1 tahun.

Sherly Tjoanda lantas menanyakan apakah nelayan tersebut mampu membayar cicilan yang begitu besar.

"Oh memang maunya 1 tahun aja, mampu?" tanya Sherly Tjoanda.

"Bapak kira-kira bisa omset berapa satu bulan? Pendapatan bisa berapa? Hasil tangkapan bisa berapa?" lanjutnya.

Menurut pengakuan nelayan tersebut, ia mampu mendapat penghasilan kotor sebesar Rp5 juta.

"Bisa 5 juta," ungkap nelayan.

Sherly Tjoanda kembali dibuat terkejut karena dengan penghasilan Rp5 juta berani ambil cicilan 2 jutaan per bulannya.

"5 juta itu Bapak berani ambil cicilan 2,5 juta? Bisa?" kata Sherly Tjoanda terkejut.

Rupanya 5 juta itu pendapatan kotor dalam 1 kali trip atau sekali melaut sementara nelayan tersebut bisa melakukan lebih dari 1 kali trip dalam sebulan.

"Oh 5 juta 1 trip?" ujar Sherly Tjoanda.

"Satu bulan berapa trip?" lanjutnya.

Nelayan tersebut dalam sebulan bisa melakukan 3 kali trip sehingga jika ditotal pendapatan kotornya dalam satu bulan kurang lebih sekitar Rp15 juta.

"Berarti satu bulan bisa 15 juta? Iya?" tanya Sherly Tjoanda.

"Berarti bisa cicil 2,5 juta?" lanjutnya.

Untuk memastikan kembali kemampuan nelayan tersebut, Sherly Tjoanda mencoba untuk menghitung ongkos dalam sekali trip.

"Buang ongkos BBM ama es kira-kira? Setengah sampai?" kata Sherly Tjoanda.

"Satu trip kan 5 juta, buang minyak berapa?" lanjutnya.

Dalam sekali perjalanan, nelayan itu butuh 40 liter bahan bakar atau sekitar Rp400 ribu dan Rp50 ribu untuk membeli es pengawet ikan.

"Jadi ongkos 500 ribu saja, dari 5 juta ongkos 500 ribu, bersih 450," terang Sherly Tjoanda.

Jika dihitung-hitung, ternyata nelayan tersebut punya pendapatan yang cukup besar, sekitar Rp10 juta per bulannya sehingga masih aman untuk membayar cicilan Rp2 jutaan per bulan.

"Berarti kalau 3 trip satu bulan 15 juta kurang lebih, buang ongkos 1,5 juta, anggaplah buang ongkor 2 juta, Bapak cicil 1,5 juta dan lain-lain Bapak masih dapat bersih 10 juta, kurang lebih," kata Sherly Tjoanda.

Terakhir, Sherly Tjoanda bertanya apakah ini kapal pertama yang dimiliki oleh nelayan tersebut.

"Ini kapal Bapak yang pertama?" tanya Sherly Tjoanda.

Nelayan itu mengaku bahwa ini adalah kapal pertama yang ia miliki.

"Jadi ini perdana, pecah telor," ujar Sherly Tjoanda.

Bantuan mesin kapal dan KUR untuk para nelayan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku Utara sekaligus menjaga harga ikan di sana sehingga mampu dijangkau oleh seluruh warga.

(far)


 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jangan Dilewatkan, Shalat Dhuha di Waktu Ini Pahalanya Setara Haji

Jangan Dilewatkan, Shalat Dhuha di Waktu Ini Pahalanya Setara Haji

UAH pernah menjelaskan mengenai keutamaan shalat dhuha dalam ceramahnya yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya.
Polisi Siapkan Pengamanan 3 Lapis Sidang Roy Suryo yang Dihadiri Jokowi Hari Ini, Brimob dan Intelijen Dikerahkan

Polisi Siapkan Pengamanan 3 Lapis Sidang Roy Suryo yang Dihadiri Jokowi Hari Ini, Brimob dan Intelijen Dikerahkan

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), dijadwalkan hadir sebagai saksi dalam perkara dugaan pencemaran nama baik yang menjerat Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma.
Ada Rekayasa Lalu Lintas Imbas Sidang Dugaan Ijazah Jokowi di PN Jakarta Timur, Pengendara Sebaiknya Hindari Jalan Ini

Ada Rekayasa Lalu Lintas Imbas Sidang Dugaan Ijazah Jokowi di PN Jakarta Timur, Pengendara Sebaiknya Hindari Jalan Ini

Calon pengendara sebaiknya hindari jalur ini imbas rekayasa lalu lintas sidang dugaan ijazah palsu Presiden RI ke-7 Jokowi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Kata Suami Korban Soal Pelaku Pembunuhan dan Perampokan di Indramayu: Tetangga yang Sering Diberi Pekerjaan

Kata Suami Korban Soal Pelaku Pembunuhan dan Perampokan di Indramayu: Tetangga yang Sering Diberi Pekerjaan

Menurut keterangan dari suami korban, terduga pelaku pembunuhan disertai perampokan di Indramayu adalah tetangga yang sering diberikan pekerjaan oleh Komariyah.
Pakar Hukum Bongkar Tiga Syarat Mutlak Penyadapan agar Tidak Dianggap Ilegal

Pakar Hukum Bongkar Tiga Syarat Mutlak Penyadapan agar Tidak Dianggap Ilegal

Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh penting oleh tiga tersangka, yakni LSP, ASN, dan EH terus menuai sorotan. 
Jokowi Hadir Sebagai Saksi, PN Jaktim Terapkan Aturan Ketat untuk Pengunjung Sidang

Jokowi Hadir Sebagai Saksi, PN Jaktim Terapkan Aturan Ketat untuk Pengunjung Sidang

Pengadilan Negeri Jakarta Timur menerapkan aturan ketat pada sidang agenda pembuktian kasus dugaan ijazah palsu Jokowi, yang digelar hari ini, Kamis (5/11). 

Trending

Temui Presiden Prabowo di Istana, Mualem Bahas Nasib Dana Otsus hingga Bendera Aceh

Temui Presiden Prabowo di Istana, Mualem Bahas Nasib Dana Otsus hingga Bendera Aceh

Presiden Prabowo Subianto menerima kedatangan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/11).
Kata Suami Korban Soal Pelaku Pembunuhan dan Perampokan di Indramayu: Tetangga yang Sering Diberi Pekerjaan

Kata Suami Korban Soal Pelaku Pembunuhan dan Perampokan di Indramayu: Tetangga yang Sering Diberi Pekerjaan

Menurut keterangan dari suami korban, terduga pelaku pembunuhan disertai perampokan di Indramayu adalah tetangga yang sering diberikan pekerjaan oleh Komariyah.
Hari Ini Jokowi Hadiri Sidang Roy Suryo di PN Jakarta Timur

Hari Ini Jokowi Hadiri Sidang Roy Suryo di PN Jakarta Timur

Kepolisian menyiapkan pengamanan dalam sidang kasus tudingan ijazah palsu Jokowi dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11). 
Deretan Pemenang AMI Awards 2026: dari Idgitaf, Tulus, Cakra Khan hingga Burgerkill

Deretan Pemenang AMI Awards 2026: dari Idgitaf, Tulus, Cakra Khan hingga Burgerkill

Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026 mengumumkan berbagai musik hingga grup musik yang meraih penghargaan dari 67 kategori termasuk 4 kategori tambahan.
Jokowi Hadir Sebagai Saksi, PN Jaktim Terapkan Aturan Ketat untuk Pengunjung Sidang

Jokowi Hadir Sebagai Saksi, PN Jaktim Terapkan Aturan Ketat untuk Pengunjung Sidang

Pengadilan Negeri Jakarta Timur menerapkan aturan ketat pada sidang agenda pembuktian kasus dugaan ijazah palsu Jokowi, yang digelar hari ini, Kamis (5/11). 
Diminta Shin Tae-yong Ucap 'Gue Persija', Egy Maulana Vikri Malu-malu

Diminta Shin Tae-yong Ucap 'Gue Persija', Egy Maulana Vikri Malu-malu

Egy Maulana Vikri tersipu malu ketika Shin Tae-yong memintanya untuk mengucapkan 'Gue Persija' disertai menunjukkan simbol jari jempol telunjuk khas Jakmania.
Geger! Orang Tua Ajak Anak Berusia 3 Tahun Naik Bukit Jalur Ekstrim Tanpa Pengaman, Warganet Geram

Geger! Orang Tua Ajak Anak Berusia 3 Tahun Naik Bukit Jalur Ekstrim Tanpa Pengaman, Warganet Geram

Viral di media sosial seorang anak balita berusia 3 tahun di Tenggarong diajak oleh orang tuanya mendaki Bukit Biru yang jalurnya dikenal terjal tanpa pengaman.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT