Strategi Dedi Mulyadi Mengubah Benda Dianggap "Mistis" jadi Bernilai Sejarah, KDM Dukung Kajian Akademik
- jabarprov
Jakarta, tvOnenews.com- Kang Dedi Mulyadi atau disapa KDM memiliki strategi ciamik dalam mengenalkan benda-benda sejarah yang sering kali disebut "mistis".
Secara umum lebih dikenal benda mistis ini, wajar karena tidak mengetahui sejarah secara menyeluruh. Gubernur Dedi Mulyadi pun mendukung langkah kajian akademik.
Hal tersebut disampaikan kala Gubernur Jabar itu Diskusi Kecagarbudayaan dengan topik “Prasasti Batu Tulis dan Makuta Binokasih Sanghyang Pake".
- jabarprov
"Jadi Batutulis nanti harus ada buku akademiknya, memberikan kajian secara komprehensif, dimulai dari tanggal pembuatan, bahan pembuatan, siapa yang membuat, apa arti tulisannya dan nanti kemudian Mahkota Binokasih Sanghyang Pake juga sama," ucapnya, dalam laman jabarprov, Selasa (19/5).
Lebih lanjut kata KDM, Kota Bogor merupakan pusat Kerajaan Pakuan Pajajaran, yang terbukti dengan adanya Prasasti Batutulis. Bisa dijelaskan secara komprehensif.
Selanjutnya, naskah akademik itu dapat menjadi landasan pembuatan tata ruang, tata bangunan, tata kelola pendidikan, dan tata kelola kesehatan di Jawa Barat.
Menurut KDM dengan begitu, ada kesatuan antara sejarah masa lalu dengan masa depan.
Sehubungan dengan ini, menurut Titi Surti Nastiti selaku Ahli Epigrafi bahwa prasasti dibuat atas perintah Raja Surawisesa untuk memperingati jasa pendahulunya yakni Prabu Siliwangi (1482-1521) yang dianggap berjasa memperbaiki penataan di Kota Pakuan Pajajaran sebagai ibukota Kerajaan Sunda.
Selain itu, juga ada pandangan Ahli Arkeometalurgi BRIN Harry Octavianus Sofian menganalisa bahwa Mahkota Binokasih mempunyai hubungan yang tidak terpisahkan dengan budaya masyarakat Sunda yaitu Kosmologi Tritangtu.
Itu merupakan konsep kehidupan yang terbagi ke dalam tiga unsur yakni hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan sesama, dan hubungan manusia dengan alam.
Harry menambahkan, Mahkota Binokasih didesain sedemikian rupa hingga memiliki komponen yang mewakili tiga peranan di Kerajaan Sunda yaitu Rama, Ratu/Prabu, dan Resi.
Sebagaimana diketahui, Dedi Mulyadi salah satu pemimpin daerah yang getol dalam mengembangkan budaya lokal dan sekitar. Hal ini juga bagian dari menjaga sejarah yang bersumber di wilayahnya.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi mengadakan Kirab Mahkota Binokasih di berbagai daerah di Jawa Barat. Termausl Termasuk Bandung yang menjadi cara puncak rangkaian festival budaya kolosal Milangkala Tatar Sunda 2026.
Load more