Dedi Mulyadi Mendadak Terdiam Dengar Curhatan Pilu Anak Penyapu Kantor Gubernur Jadi Korban Pencabulan: Masa Kita Nggak Tahu!
- YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
tvOnenews.com - Suasana di lingkungan Kantor Gubernur Jawa Barat mendadak berubah haru saat seorang ibu yang bekerja sebagai penyapu menyampaikan kisah tragis yang menimpa anaknya langsung kepada Dedi Mulyadi.
Awalnya, percakapan berlangsung santai. Sang ibu mengucapkan terima kasih karena telah diberi pekerjaan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Namun, di tengah obrolan tersebut, ia tiba-tiba mengungkap kenyataan pahit yang selama ini dipendamnya.
- YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
“Anak abis dicabulin,” ujar ibu tersebut lirih.
Mendengar pengakuan itu, Dedi Mulyadi langsung terkejut dan berulang kali memastikan kronologi kejadian yang dialami anak pegawainya tersebut.
"Ya Allah ya robbi, lagi di mana?" tukas KDM.
"Lagi main di jembatan tuh pak, disuruh sekolah gak mau," jelas si ibu.
Menurut penuturan sang ibu, korban merupakan anak perempuan berusia 8 tahun.
- YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Peristiwa memilukan itu disebut terjadi di kawasan Mundu pada awal bulan lalu. Anak tersebut diduga menjadi korban penculikan sebelum akhirnya mengalami kekerasan seksual.
Dedi Mulyadi kemudian menanyakan kondisi korban saat ini, termasuk apakah sudah mendapatkan penanganan medis dan psikologis.
Sang ibu menjelaskan bahwa anaknya kini masih mengalami trauma berat. Bahkan, korban disebut sempat diancam oleh pelaku agar tidak melapor kepada polisi.
"Masih trauma 'ibu jangan ditahan om-nya nanti ibunya dibunuh' pelakunya tuh ngomong di anaknya. Awas ya jangan bilang-bilang lapor polisi nanti ibu kamu dibunuh, gitu pak. Saya tuh sampai nangis pak," kata sang ibu sambil menahan tangis.
- YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Korban sendiri akhirnya ditemukan setelah dipulangkan kembali oleh pelaku ke lokasi jembatan tempat awal ia bermain. Kondisi anak saat itu disebut sudah mengalami luka dan mengeluarkan darah.
"Pulang sendiri dianterin sama penculiknya di jembatan lagi, anak udah berdarah pak," jelas sang ibu.
Mendengar cerita tersebut, Dedi Mulyadi langsung meminta jajarannya untuk memberikan perhatian serius terhadap kondisi korban.
"Ya udah nanti ada tim dari dokter, dokter anak sama psikolognya, nanti saya kirimin timnya ya," kata KDM.
Ia juga mengaku heran karena kasus yang menimpa keluarga pegawai di lingkungan kantor gubernur justru belum sepenuhnya diketahui oleh staf terkait.
"Lah kenapa nggak tahu kita biasa ngurusin," ujar Dedi karena stafnya tidak tahu akan persoalan ini.
- YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
"Bukan, maksudnya gini loh, kita tiap hari ngurusin korban anak-anak di bawah umur, masa pegawai kita nggak tahu, nanti kalau orang nganggap ini penyapu di kantor Gubernur tapi anaknya korban nggak ada perhatian, jangan begitu," tegas KDM.
Mantan Bupati Purwakarta itu kemudian memastikan bahwa korban akan mendapatkan pendampingan lanjutan dari tim dokter anak dan psikolog.
Ia juga meminta agar perlindungan terhadap korban terus diperkuat agar trauma yang dialami anak tersebut tidak semakin memburuk.
Sementara itu, pihak keluarga mengaku kasus tersebut kini sudah ditangani aparat kepolisian. Pelaku disebut telah diamankan dan proses hukum sedang berjalan.
Peristiwa ini pun kembali menjadi sorotan publik setelah video percakapan tersebut beredar luas di media sosial.
Banyak warganet ikut prihatin terhadap kondisi korban dan meminta pelaku dihukum seberat-beratnya. (asl)
Load more