News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Takut Disidak Dedi Mulyadi, Pengelola Tambang Liar Subang Malah Minta Difasilitasi Bayar Pajak Resmi

Dedi Mulyadi sidak tambang liar Subang, pengelola malah curhat capek dipungli dan minta difasilitasi bayar pajak resmi. Simak fakta lengkapnya di sini! 
Minggu, 24 Mei 2026 - 09:25 WIB
Dedi Mulyadi dan Pengelola Tambang
Sumber :
  • tvOnenews.com Edit / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

tvOnenews.com - Bukannya kabur atau panik, pengelola tambang ilegal di Subang justru tampil tenang saat didatangi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Lebih mengejutkan lagi, mereka malah meminta tolong agar bisa bayar pajak resmi,  sebuah pemandangan tak biasa dari sebuah sidak yang viral di YouTube KANG DEDI MULYADI.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung ke lokasi galian ilegal seluas sekitar 3 hektar di Kabupaten Subang setelah menerima laporan dari warga setempat yang resah dengan aktivitas tambang liar di lingkungan mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di lokasi, ia menemukan penambangan tanah tanpa izin resmi yang dijalankan oleh enam pemilik lahan menggunakan tiga unit alat berat. Dedi Mulyadi langsung mempertanyakan legalitas operasi tersebut dan menyoroti kondisi jalan kabupaten yang rusak parah akibat dilintasi kendaraan tambang berat setiap harinya.

Yang paling mengejutkan dari sidak ini bukan soal tambangnya, melainkan pengakuan terang-terangan para pekerja soal aliran uang yang selama ini menjaga operasi ilegal mereka tetap berjalan tanpa gangguan.

Para pekerja mengaku secara rutin menyetor uang kepada oknum aparat, dengan rincian sekitar Rp10 juta per bulan ke oknum Polres, Rp5 juta ke Polsek, ditambah Rp1 juta per titik lokasi ke Satpol PP. Total setoran bulanan pun melampaui Rp15 juta.

Dedi Mulyadi langsung merespons keras pengakuan tersebut, "Pantas tidak ditutup karena terima uang ya."

Ia pun menegaskan akan memanggil seluruh pemilik lahan dan pembeli tanah untuk dimintai pertanggungjawaban atas aktivitas galian ilegal tersebut.

Momen yang paling mengejutkan lagi saat sidak tersebut adalah ketika para pengelola mengakui bahwa aktivitas penambangan tanah mereka untuk proyek Patimban tidak memiliki izin resmi. Mereka berdalih kegiatan ini dilakukan atas permintaan petani untuk meratakan lahan agar bisa dijadikan sawah.

Namun di balik dalih itu, terungkap pula adanya praktik setor uang secara rutin kepada oknum aparat, termasuk dari pihak kepolisian dan Satpol PP, agar aktivitas ilegal tersebut tetap bisa berjalan tanpa hambatan.

Di sinilah ironi terbesar muncul. Para pengelola tambang mengaku sebenarnya ingin mengurus legalitas sejak lama, namun selalu menemui jalan buntu saat berhadapan dengan birokrasi.

"Saya itu malah dulu sudah bikin NIB, tapi malah buntu," ungkap salah satu pengelola.

Frustrasi dengan sistem yang tidak berpihak, mereka akhirnya memilih membayar pungli kepada oknum aparat sebagai jalan keluar. Kini, kehadiran Dedi Mulyadi membuka harapan baru bagi mereka.

"Ya justru mau bayar pajak gimana caranya? Bapak siap mendampingi membantu?" tanya pengelola tambang.

"Ke sini saja. Makanya saya minta ke sini, nanti saya fasilitasi," jawab Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi berjanji memfasilitasi koordinasi dengan Dinas Pertanian, Lingkungan Hidup, dan Badan Pendapatan Daerah agar aktivitas penambangan bisa segera memiliki payung hukum yang jelas. Tujuannya agar pajak galian masuk ke kas daerah dan dimanfaatkan untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak, bukan masuk ke kantong oknum.

Ia menggambarkan visinya secara gamblang kepada para pengelola.

"Gubernur sudah diberi tahu, jalannya diberitahukan ke bupatinya, ke dinas lingkungan hidupnya, caranya seperti ini. Begitu kan, jalan yang dilalui ini kan rusak-rusak, ini Subang jalannya banyak yang rusak. Semoga saja di sini pajak dapat misalnya 500 juta, lumayan," ujar Dedi Mulyadi.

"Amin. Mudah-mudahan," sambut pengelola tambang.

Ia bahkan menawarkan skema kompensasi langsung berupa pembangunan jalan dari hasil pajak galian.

"Atau ada jalan yang paling bagus, dihitung berapa ya, dihitung berapa ini potensinya, langsung saja jalan oleh Akang kompensasinya, misalnya Pemda Kabupaten Subang berhak mendapat pajak nilainya sekian, misalnya nilainya Rp500 juta, Akang sudah, senilai 500 juta itu dibelanjakan, diizinkan jalan yang rusak langsung dibeton, bermanfaat," jelasnya.

"Amin," respons pengelola tambang.

"Kan bagus kan? Begitu, daripada ngiler-ngiler terus. Lumayan, setor tiap bulan Rp10 juta," lanjut Dedi Mulyadi.

"Lebih enak, lebih enak difasilitasi," jawab pengelola tambang.

Suasana sidak yang biasanya tegang justru berubah menjadi dialog terbuka dan penuh harapan. Para pengelola tambang bercerita panjang lebar soal beban pungli yang mereka tanggung selama ini, hingga akhirnya sampai pada satu kesimpulan.

"Kalau difasilitasi sama Bapak mah enak," ujar pengelola tambang.

Setelah mencurahkan seluruh keluh kesah soal praktik pungli yang membelit mereka, pengelola pun berterus terang, "Lebih baik saya bayar pajak."

"Dibantu, dipermudahlah, tolong dibantu izinnya, soalnya banyak permintaan," sambungnya.

Mereka bahkan menyebut kedatangan Dedi Mulyadi sebagai berkah tersendiri.

"Tapi kedatangan Bapak ada hikmahnya, Pak. Bisa membantu memfasilitasi buat izin," ujar pengelola tambang.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa ia tidak ingin menghambat aktivitas yang bermanfaat bagi masyarakat, termasuk pembukaan lahan pertanian. Namun ia bersikukuh semua kegiatan harus berjalan secara legal dan transparan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga menekankan pentingnya membenahi sistem dari dalam agar aparat menjalankan fungsi pengawasan dengan benar, bukan justru menjadi beking bagi praktik ilegal demi keuntungan pribadi. Pajak galian yang selama ini mengalir ke kantong oknum, tegasnya, sudah seharusnya kembali ke kas daerah dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Betapa Bahagianya John Herdman Lihat Timnas Indonesia Hancurkan Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026: Garuda Makin Kompak

Betapa Bahagianya John Herdman Lihat Timnas Indonesia Hancurkan Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026: Garuda Makin Kompak

Timnas Indonesia mengawali langkah di Piala AFF 2026 dengan hasil meyakinkan. Skuad Garuda membungkam Kamboja 5-1 pada laga Grup A di Stadion Pakansari, Bogor.
Buntut Kasus Lari WNA di Canggu, Dispar Bali Minta Acara Lari Wajib Berizin

Buntut Kasus Lari WNA di Canggu, Dispar Bali Minta Acara Lari Wajib Berizin

Seluruh masyarakat yang ingin menggelar kegiatan lari wajib berizin, buntut kasus WNA yang menggelar lari tanpa izin dan terindikasi rasisme di Canggu. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bali I Wayan Sumarajaya.
Soal Kasus Eks Jampidsus, Ketua PBNU Yakini Publik Objektif Nilai Kepemimpinan ST Burhanuddin

Soal Kasus Eks Jampidsus, Ketua PBNU Yakini Publik Objektif Nilai Kepemimpinan ST Burhanuddin

Gus Fahrur meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin bersikap tegas dan transparan dalam menyikapi kasus yang menyeret eks Jampidsus Febrie Adriansyah terkait TPPU.
Selama Periode Januari-Juni 2026, Pemkab Lebak Menemukan 60 Kasus HIV Baru

Selama Periode Januari-Juni 2026, Pemkab Lebak Menemukan 60 Kasus HIV Baru

Sebanyak 60 kasus positif Human Immunodeficiency Virus (HIV) ditemukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Banten, selama periode Januari hingga Juni 2026.​​
Skandal Amplop Raja Juli, KPK Menduga Bupati Kuansing Siapkan 46.500 Dolar Singapura untuk Menhut

Skandal Amplop Raja Juli, KPK Menduga Bupati Kuansing Siapkan 46.500 Dolar Singapura untuk Menhut

Budi menjelaskan uang tersebut mulanya dikumpulkan dalam bentuk rupiah dari kepala desa ataupun camat, serta koperasi unit desa yang beranggotakan para petani.
Prabowo Mau Bangun Industri Kapal Nasional, Kampus Diminta Kuasai Teknologi Perkapalan

Prabowo Mau Bangun Industri Kapal Nasional, Kampus Diminta Kuasai Teknologi Perkapalan

Presiden Prabowo Subianto mengarahkan, percepatan pengembangan industri kapal nasional dengan menggandeng perguruan tinggi untuk memperkuat riset dan penguasaan teknologi perkapalan.

Trending

Debut dan Cetak Hattrick di Timnas Indonesia, Mitchell Baker: Berada di Sini Seperti Mimpi Menjadi Kenyataan ‎

Debut dan Cetak Hattrick di Timnas Indonesia, Mitchell Baker: Berada di Sini Seperti Mimpi Menjadi Kenyataan ‎

Timnas Indonesia mengawali langkahnya dengan meraih kemenangan atas Kamboja di Piala AFF 2026. Skor akhir 5-1 tercipta pada pertandingan tersebut.
Soal Geng Motor Diduga Pelaku Pembunuhan Satpam di Waduk Jatiluhur, Ini Kata Polda Jabar

Soal Geng Motor Diduga Pelaku Pembunuhan Satpam di Waduk Jatiluhur, Ini Kata Polda Jabar

Selain mengumpulkan rekaman kamera pengawas (CCTV) dan melakukan autopsi, polisi juga telah memeriksa sekitar 11 saksi untuk mengungkap penyebab kematian korban
Demi Sejajar dengan Mitchell Baker, John Herdman Hampir Mau Naik Kursi Demi Bisa Foto Bareng Debutan Timnas Indonesia

Demi Sejajar dengan Mitchell Baker, John Herdman Hampir Mau Naik Kursi Demi Bisa Foto Bareng Debutan Timnas Indonesia

‎Timnas Indonesia baru saja meraih hasil gemilang dalam laga Piala AFF 2026. Skuad Garuda berjaya menggilas Kamboja dengan skor telak 5-1.
Ibu Dokter Intern yang Tewas Jatuh dari Lantai 18 Apartemen di Kalibata Alami Syok, Polisi: Belum Bisa Dimintai Keterangan

Ibu Dokter Intern yang Tewas Jatuh dari Lantai 18 Apartemen di Kalibata Alami Syok, Polisi: Belum Bisa Dimintai Keterangan

Ibu dokter intern yang tewas jatuh dari lantai 1 apartemen di Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu (26/7/2026) lalu mengalami syok.
Polisi Bongkar Makam Terduga Pencuri Ayam di Bali Demi Ungkap Penyebab Pasti Kematian

Polisi Bongkar Makam Terduga Pencuri Ayam di Bali Demi Ungkap Penyebab Pasti Kematian

Rina mengatakan pembongkaran makam korban pengeroyokan dilakukan di Setra Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali dilakukan pada Senin (27/7/2026).
Ditetapkan Sebagai Tersangka TPPU, Ini Jawaban Penasehat Hukum Febrie Adriansyah

Ditetapkan Sebagai Tersangka TPPU, Ini Jawaban Penasehat Hukum Febrie Adriansyah

Penerbitan surat perintah penyidikan (sprindik) oleh Tim Sembilan Kejaksaan Agung untuk kasus dugaan tindak pidana pencucian uang dipertanyakan kuasa hukum tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Febrie Adriansyah.
Terungkap Alasan John Herdman Nonton dari Tribun saat Timnas Indonesia Bantai Kamboja 5-1, Ternyata Sengaja Direncanakan

Terungkap Alasan John Herdman Nonton dari Tribun saat Timnas Indonesia Bantai Kamboja 5-1, Ternyata Sengaja Direncanakan

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman terlihat menyaksikan jalannya pertandingan dari tribun pada awal laga sebelum akhirnya turun ke area bench dengan Steven Vitoria memberikan arahan pemain
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT