Dedi Mulyadi Gerah dengan Calo Tambang Subang, Langsung Fasilitasi Pengelola dan Pembeli Bertransaksi Resmi
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Di sela diskusi, Dedi Mulyadi juga menegaskan agar Sekda dan dinas terkait segera mendata dan menertibkan seluruh lokasi tambang ilegal di Kabupaten Subang.
Mereka pun terlihat berdiskusi dan menghitung berapa banyak titik serta luas tanah yang sudah digali secara ilegal.
"Ya udah, tinggal instruksikan camat mendata seluruh galian ilegal di Kabupaten Subang," tegasnya.
Dedi Mulyadi memberikan ultimatum tegas: seluruh galian ilegal yang tidak mau mematuhi aturan legalitas akan ditutup paksa.
Persoalan kian pelik ketika pihak pengelola tambang mengajak negosiasi soal sulitnya mengurus proses perizinan akibat banyaknya calo yang bermain. Hal ini membuat Dedi Mulyadi gerah dan langsung menawarkan solusi konkret.
"Ya sudah, begini saja. Nanti hari Senin besok, Pak, sekalian. Tapi memang besok saya ada rapat di Purwakarta, sama Pemda Karawang. Sekalian undang saja pihak Patimban, undang agar mereka ber-MOU," kata Dedi Mulyadi.
"Jadi di-MOU antara pembeli dengan penjual, tidak lagi lewat calo," tegasnya.
Pengelola tambang pun membenarkan betapa mengguritanya peran calo selama ini.
"Banyak calo yang untung di tol, Pak, gitu," ujar pengelola tambang.
Dedi Mulyadi langsung merespons dengan gambaran nyata bagaimana uang yang seharusnya mengalir ke masyarakat justru tersedot oleh para perantara.
"Ya udah, panggil mereka. Tidak boleh lagi agar bisa membeli harga kompetitif dan bayar pajak. Akhirnya kan tol mengeluarkan uang banyak, pengembang Patimban mengeluarkan uang banyak, uangnya lari ke calo, lari ke oknum, jalan rusak, yang memproduksi tanah juga rugi," tegas Dedi Mulyadi.
Pengelola tambang pun mengamini gambaran tersebut.
"Calo mah banyak untungnya, mobil kagak punya, galian enggak punya, tapi dia bisa ngatur semuanya. Tapi kalau kami dipertemukan dengan pembeli, itu tadi kata Bapak, ya itu lebih bagus," ujar pengelola tambang.
"Ya sudah, pembeli di-MOU-kan, kan Bapak yang punya areal tanah," tutup Dedi Mulyadi.
(anf)
Load more