Selisih Beberapa Hari Sebelum dr. Siti Zahra Maghfira, Dokter Internship di Lampung Timur Dikabarkan Meninggal Dunia
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com- Dunia kedokteran Indonesia tengah berduka, karena ada dokter internship yang dikabarkan meninggal dunia. Salah satunya yang terbaru dr. Siti Zahra Maghfira, dan seorang dokter internship di Lampung.
Tidak diduga dokter internship di Lampung, bernama dr. Muhammad Zulfikar Drakel, M.Res yang meninggal 5 hari sebelum dr. Siti Zahra Maghfira.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Instagram Asosiasi PIDI-PIDGI, kalau dr. Muhammad Zulfikar Drakel, M.Res mengikuti program program internship dokter indonesia sejak Februari 2026.
Lalu dikabarkan meninggal dunia pada 21 Juli 2026. Kasus juga membuat heboh media sosial (medsos), sebab mengapa ada banyak dokter yang ditemukan meninggal dunia selama 2026.
- dok.kolase tvOnenews.com / akun @asosiasi.pidi.pidgi/@rumpi_gosip
Pasalnya dari akun medsos Asosiasi PIDI-PIDGI, "Berita Duka dan Kehilangan Dokter Internsip Bulan Februari-Juli 2026" bunyi judul data tersebut, ada 6 dokter wafat, antara lain:
1. dr. Kartika Ayu Permatasari, mengikuti program internship dokter indonesia pada Agustus 2025. Meninggal pada 15 Februari 2026.
2. dr. Edgar Bezaliel Hartanto mengikuti program internship dokter indonesia pada Mei 2025. Meninggal pada 17 Maret 2026.
3. dr. Andito Muhammad Wibisono mengikuti program internship dokter indonesia pada Agustus 2025. Meninggal pada 26 Maret 2026.
4. dr. Myta Aprilia Azmy mengikuti program internship dokter indonesia pada Agustus 2025. Meninggal pada 1 Mei 2026.
5. dr. Muhammad Zulfikar Drakel, M.Res mengikuti program program internship dokter indonesia pada Februari 2026. Meninggal pada 21 Juli 2026.
6. dr. Siti Zahra Maghfira mengikuti program internship dokter indonesia pada Mei 2026. Meninggal pada 26 Juli 2026.
- ANTARA
Respons Kementerian Kesehatan
Berdasarkan hasil investigasi terkait meninggalnya peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI), dr. Muhammad Zulfikar Drakel, yang bertugas di RSUD KH Ahmad Hanafiah (Sukadana), Kabupaten Lampung Timur. Disebutkan bukan karena korban bullying atau perundungan maupun kelebihan beban kerja selama menjalani program.
Kemenkes menyebutkan ini investigasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Direktorat Jenderal SDM Kesehatan, Kolegium Bedah, Komite Internsip Kedokteran Pusat dan Provinsi, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), serta Federasi Serikat Pekerja Medis dan Kesehatan Indonesia. Kementerian Kesehatan juga bekerja sama dengan Kepolisian setempat untuk menelusuri seluruh kronologi kejadian.
Load more