News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Suara Bergetar Menahan Tangis, Ega Bantah Fitnah ke Dedi Mulyadi: Lima Kali Bolak-Balik ke Bandung Cari Ayah

Suara bergetar menahan tangis, Ega bantah fitnah ke Dedi Mulyadi soal pencarian ayahnya, Aman Yani, yang hilang sejak 2016 tanpa jejak. Simak keterangannya!
Senin, 25 Mei 2026 - 07:31 WIB
Dedi Mulyadi dan Ega, Anak Aman Yani
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

tvOnenews.com - Sembilan tahun memendam luka, Ega akhirnya angkat bicara. Di hadapan Dedi Mulyadi, putri dari Aman Yani, pria yang menghilang tanpa jejak sejak Februari 2016, dengan suara bergetar menahan tangis membantah fitnah yang selama ini menghantui keluarganya. 

Bukan hanya soal hutang ratusan juta yang namanya dijadikan kedok, tetapi juga tuduhan keji bahwa keluarga tidak pernah berusaha mencari sang ayah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nama Ega sebelumnya telah dikaitkan dengan hutang ratusan juta rupiah yang diklaim sebagai biaya pendidikan kedokterannya. 

Namun uang itu tidak pernah ia sentuh sepeser pun. Kini, di atas tuduhan itu, muncul fitnah baru yang tak kalah menyakitkan, bahwa keluarga seolah tidak peduli dan tidak pernah mencari Aman Yani setelah ia pergi tanpa kabar.

Ega menjelaskan kepada Dedi Mulyadi bahwa ada alasan mengapa keluarga baru berani bicara terbuka saat ini. Selama ini bukan karena diam, melainkan karena belum ada ruang dan kesempatan untuk bersuara.

"Jadi izinnya Pak Gubernur, kenapa kita baru bersuara? Karena kita kan baru dikasih kesempatan untuk berbicara ya," ucap Ega dalam tayangan YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, 23 Mei 2025.

Dorongan untuk akhirnya bicara terbuka juga datang dari tuduhan pihak lain yang menyudutkan keluarga. 

Ega mengungkapkan bahwa pengacara dari pihak keluarga Aman Yani menyebarkan klaim bahwa sang ibu dua kali mangkir dari panggilan Polres. Ega dengan tegas membantah hal tersebut.

"Kemarin pun kita kan dapat panggilan tuh, Pak, dari Polres ya. Nah, pengacaranya dari saudaranya Pak Aman Yani, yang adik kakaknya itu, kan bilang kalau Mama dapat panggilan dua kali mangkir. Kenyataannya tidak, Pak," jelas Ega.

Ega meluruskan bahwa keluarganya hanya menerima satu kali panggilan dan memenuhinya tepat waktu tanpa ada kelalaian sedikit pun.

"Kami baru dapat panggilan satu kali dan belum lewat jadwalnya, dan kami penuhi gitu," tegasnya.

Yang paling membuat Ega tak kuasa menahan air mata adalah tuduhan bahwa anak-anak Aman Yani tidak pernah berusaha mencarinya. Dengan suara yang sudah bergetar, ia membantah fitnah itu sambil menegaskan dirinya adalah saksi mata dari semua upaya yang telah dilakukan keluarga.

"Dan mereka memfitnah anak-anak tidak pernah mencari. Kata siapa? Saya saksi matanya sendiri, Pak, lima kali bolak-balik ke Bandung," jelas Ega dengan suara bergetar menahan tangis.

Upaya keluarga mencari Aman Yani memang bukan sekadar cerita. Ega sendiri yang menyetir membawa sang ibu dan dua adiknya bolak-balik ke Bandung, mendatangi kantor terakhir sang ayah hingga Gedung Sate. 

Laporan kehilangan pun telah ditempuh secara resmi, hingga pada Maret 2017 keluarga berhasil mendapatkan surat penetapan orang hilang dari pengadilan.

Sementara itu, di balik perjuangan panjang itu, keluarga juga harus menanggung beban hutang lebih dari Rp1 miliar yang ditinggalkan Aman Yani, termasuk tagihan dari Ririn, keponakan Aman Yani, sebesar Rp300 juta yang diklaim sebagai pinjaman untuk biaya kuliah kedokteran Ega. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Klaim yang juga dibantah keras oleh Ega dan ibunya sebagai bentuk manipulasi sang ayah sebelum menghilang.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Legislator: Korupsi Kepala Daerah Kebutuhan atau Keserakahan?

Legislator: Korupsi Kepala Daerah Kebutuhan atau Keserakahan?

Maraknya kepala daerah yang terjerat kasus korupsi dan terjaring OTT KPK menjadi persoalan yang mengkhawatirkan. Pemerintah diminta segara mengatasi akar masalahnya.
Terbongkar, 50 Adegan Rekonstruksi Ungkap Detik-detik Maut Kasus Santri Terbakar di Lombok Tengah

Terbongkar, 50 Adegan Rekonstruksi Ungkap Detik-detik Maut Kasus Santri Terbakar di Lombok Tengah

Misteri kasus kebakaran yang menimpa sejumlah santri di sebuah pondok pesantren di wilayah Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, mulai menemui titik terang. 
Uang Rp1,2 Miliar Raib Sekejap, Polisi Ringkus Spesialis Gembos Ban di Bogor, Sisa Uangnya Cuman Sebegini

Uang Rp1,2 Miliar Raib Sekejap, Polisi Ringkus Spesialis Gembos Ban di Bogor, Sisa Uangnya Cuman Sebegini

Polisi Tim Subdirektorat Reserse Mobile (Resmob) Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk seorang pria berinisial SA (53), anggota komplotan pencuri spesialis gembos ban dan pecah kaca. 
Penerima MBG akan Disaring Lagi, Pemerintah Target Penataan Ulang Beres sebelum 5 Agustus

Penerima MBG akan Disaring Lagi, Pemerintah Target Penataan Ulang Beres sebelum 5 Agustus

Pemerintah menarget penataan ulang penerima Program Makan Bergizi Gratis selesai sebelum 5 Agustus 2026. Daerah dengan stunting, ibu hamil, dan balita akan jadi prioritas pertama.
Lewat Program Desa Emas, Vini Menyulap Diri Jadi Insipirasi Pelaku UMKM

Lewat Program Desa Emas, Vini Menyulap Diri Jadi Insipirasi Pelaku UMKM

Vini pemilik Riva Cake di Bogor merupakan pelaku UMKM yang mengikuti berbagai program pelatihan diantaranya dari Yayasan Indonesia Setara (YIS).
Marak Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, DPR Singgung Biaya Politik hingga Kewenangan Jadi Akar Masalah Korupsi

Marak Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, DPR Singgung Biaya Politik hingga Kewenangan Jadi Akar Masalah Korupsi

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf menyinggung tingginya biaya politik, persoalan pendapatan, dan besarnya kewenangan menjadi akar persoalan korupsi di daerah.

Trending

Viral di Media Sosial Tukang Martabak Mini di Jakarta Selatan Jadi Korban Pencurian, Dua Ponsel untuk Kado Ulang Tahun Anak Raib

Viral di Media Sosial Tukang Martabak Mini di Jakarta Selatan Jadi Korban Pencurian, Dua Ponsel untuk Kado Ulang Tahun Anak Raib

Viral di media sosial @wargajakarta.id sebuah video memperlihatkan tukang martabak mini menjadi korban pencurian.
Marak Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, DPR Singgung Biaya Politik hingga Kewenangan Jadi Akar Masalah Korupsi

Marak Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, DPR Singgung Biaya Politik hingga Kewenangan Jadi Akar Masalah Korupsi

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf menyinggung tingginya biaya politik, persoalan pendapatan, dan besarnya kewenangan menjadi akar persoalan korupsi di daerah.
Terbongkar, 50 Adegan Rekonstruksi Ungkap Detik-detik Maut Kasus Santri Terbakar di Lombok Tengah

Terbongkar, 50 Adegan Rekonstruksi Ungkap Detik-detik Maut Kasus Santri Terbakar di Lombok Tengah

Misteri kasus kebakaran yang menimpa sejumlah santri di sebuah pondok pesantren di wilayah Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, mulai menemui titik terang. 
Uang Rp1,2 Miliar Raib Sekejap, Polisi Ringkus Spesialis Gembos Ban di Bogor, Sisa Uangnya Cuman Sebegini

Uang Rp1,2 Miliar Raib Sekejap, Polisi Ringkus Spesialis Gembos Ban di Bogor, Sisa Uangnya Cuman Sebegini

Polisi Tim Subdirektorat Reserse Mobile (Resmob) Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk seorang pria berinisial SA (53), anggota komplotan pencuri spesialis gembos ban dan pecah kaca. 
Lewat Program Desa Emas, Vini Menyulap Diri Jadi Insipirasi Pelaku UMKM

Lewat Program Desa Emas, Vini Menyulap Diri Jadi Insipirasi Pelaku UMKM

Vini pemilik Riva Cake di Bogor merupakan pelaku UMKM yang mengikuti berbagai program pelatihan diantaranya dari Yayasan Indonesia Setara (YIS).
Momen Pelajar SMAN 1 Plus Matauli Berbaur dengan Puluhan Militer dari 5 Negara

Momen Pelajar SMAN 1 Plus Matauli Berbaur dengan Puluhan Militer dari 5 Negara

SMAN 1 Plus Matauli Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut) mendadak didatangi tamu berupa 35 personel militer yang berasal Amerika Serikat, Kanada, Jerman, dan Australia.
Penerima MBG akan Disaring Lagi, Pemerintah Target Penataan Ulang Beres sebelum 5 Agustus

Penerima MBG akan Disaring Lagi, Pemerintah Target Penataan Ulang Beres sebelum 5 Agustus

Pemerintah menarget penataan ulang penerima Program Makan Bergizi Gratis selesai sebelum 5 Agustus 2026. Daerah dengan stunting, ibu hamil, dan balita akan jadi prioritas pertama.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT