News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Blak-blakan ke Dedi Mulyadi, Pengacara Toni Beberkan Kejanggalan Kasus Pembunuhan Keluarga Haji Sahroni

Pengacara Toni blak-blakan ke Dedi Mulyadi soal sosok Joko yang diduga kendalikan kasus pembunuhan keluarga Haji Sahroni di Indramayu dari balik layar. 
Kamis, 28 Mei 2026 - 14:36 WIB
Dedi Mulyadi dan Pengacara Toni RM
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

tvOnenews.com - Dalam pertemuan langsung dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, kuasa hukum Ririn, Pengacara Toni, membeberkan satu per satu kejanggalan yang ia temukan selama mengikuti persidangan.

Lima jasad satu keluarga terkubur di halaman belakang rumah sendiri. Kasus pembunuhan keluarga Haji Sahroni di Indramayu yang mengguncang Jawa Barat kini menyimpan satu nama yang terus membayangi jalannya persidangan, yaitu Joko. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Kelurahan Paoman, Indramayu, Jawa Barat merupakan tragedi keji yang terjadi pada akhir Agustus 2025. Jasad lima korban ditemukan terkubur bersama di halaman belakang rumah mereka pada 1 September 2025.

Hingga masa persidangan pada Mei 2026, kasus ini bergulir rumit dan memicu polemik hukum besar yang melibatkan perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dalam kunjungannya ke rumah Dedi Mulyadi yang kemudian diunggah di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi, Pengacara Toni memaparkan secara gamblang kronologi peristiwa pembunuhan yang melibatkan beberapa pihak, termasuk Ririn dan Prio, serta sosok misterius bernama Joko.

Pengacara Toni menyampaikan kecurigaan utamanya: Joko bukan sekadar pihak yang mengetahui kasus ini, melainkan orang yang menggerakkan semua pihak dari balik layar, termasuk dengan menyamar sebagai korban bernama Budi melalui ponsel.

Dugaan ini didasari pada kejanggalan bahasa dalam pesan WhatsApp yang ditemukan dalam persidangan, serta fakta bahwa Joko diketahui memegang ponsel milik Budi.

"Saya menduga yang pura-pura jadi Budi itu Joko, Pak Gubernur," ujar Pengacara Toni.

"Oh gitu, Evan terkecoh," respons Dedi Mulyadi.

"Iya. Yang menjadi, yang pegang handphone-nya Budi itu, ya saya menduga Joko," tegas Pengacara Toni.

Toni kemudian menjelaskan dasar kecurigaannya secara lebih rinci berdasarkan fakta-fakta yang ia amati langsung di persidangan.

"Nah, di persidangan saya amati tuh Pak Gubernur. WA handphone Evan disita. WA-nya masih ada dari WA yang namanya Budi. Beda bahasanya. Tapi intinya dia percayalah, ya sudah kan. Tapi saya melihatnya dari fakta-fakta persidangan, ada kejanggalan bahwa itu adalah Budi. Tapi apa pun itu, saya tidak menyalahkan Evan, SDM berbeda ya Pak Gubernur. Nah, tapi saya melihatnya, maksudnya ada orang lain yang menggerakkannya itu," papar Pengacara Toni.

Kejanggalan tidak berhenti di situ. Toni mengungkapkan fakta mengejutkan lainnya: Joko diketahui menguasai KTP asli milik Budi, yang kemudian diserahkan kepada Ririn untuk keperluan check-in di penginapan.

"Joko mengeluarkan KTP-nya Budi, dikasih ke Ririn," ungkap Pengacara Toni.

"Copy-nya?" tanya Dedi Mulyadi.

"Asli," jawab Pengacara Toni.

Dedi Mulyadi langsung menarik kesimpulan dari keterangan tersebut.

"Berarti KTP Budi itu dikuasai Joko," kata Dedi Mulyadi.

Toni meyakini Joko adalah sosok yang menggerakkan Evan, Ririn, dan Prio. Joko diduga memberikan serangkaian instruksi kepada Prio, mulai dari mengambil koper di rumah Budi hingga melakukan transaksi melalui aplikasi Dana.

Yang paling mengejutkan, Toni menyebutkan bahwa Joko sempat memerintahkan Prio untuk membunuh Ririn karena dianggap terlalu banyak bertanya mengenai kasus tersebut.

"Di situ Joko ngomong ke Priyo, 'Ririn tuh banyak nanya katanya. Kata Pak Aman Yani, bunuh aja katanya.' Itu Pak Joko menyampaikan kepada Priyo," ungkap Pengacara Toni.

Joko juga dicurigai sebagai sosok di balik perintah membuang ponsel inventaris terakhir yang digunakan untuk berkomunikasi sebelum mereka pergi ke mes nelayan. Instruksi itu disampaikan melalui telepon saat Priyo berada di tengah perjalanan.

"Di pertengahan Sidoarjo, Priyo ditelepon lagi oleh Joko. Suruh buang tuh Pak handphone inventaris terakhir. Priyo buang," jelas Pengacara Toni.

Serangkaian pengungkapan ini semakin memperkuat dugaan bahwa ada sosok pengendali yang belum sepenuhnya tersentuh hukum dalam kasus pembunuhan keluarga Haji Sahroni.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kunjungan Pengacara Toni ke rumah Dedi Mulyadi menjadi salah satu momen penting yang membawa perhatian publik lebih luas terhadap kejanggalan-kejanggalan yang selama ini luput dari sorotan.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

2 Kasus Begal Terbaru di Jakarta Utara, Pemuda Dibacok Brutal hingga Komplotan Pelaku Ditangkap

2 Kasus Begal Terbaru di Jakarta Utara, Pemuda Dibacok Brutal hingga Komplotan Pelaku Ditangkap

Kasus Begal di Jakarta Utara kembali menjadi sorotan setelah pemuda dibacok brutal di Koja dan komplotan pelaku berhasil ditangkap di Pademangan.
Geger! Mayat Pria Ditemukan Tergeletak di Jalan Dharmawangsa Jaksel, Ternyata Faktanya...

Geger! Mayat Pria Ditemukan Tergeletak di Jalan Dharmawangsa Jaksel, Ternyata Faktanya...

Peristiwa ini diunggah dalam akun Instagram @TMCPoldaMetro, dengan keterangan bahwa mayat tersebut ditemukan pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 20.43 WIB.
Sebanyak 522 Anak di Sidorajo Positif HIV/AIDS, KPAI Minta Pemerintah Fasilitasi Pengobatan dan Pendidikan

Sebanyak 522 Anak di Sidorajo Positif HIV/AIDS, KPAI Minta Pemerintah Fasilitasi Pengobatan dan Pendidikan

KPAI menegaskan bahwa anak dengan HIV/AIDS adalah korban yang harus dilindungi, bukan disalahkan atau dikucilkan. Di Sidoarjo sebanyak 522 anak terpapar HIV,
Enam Mahasiswa Unhas Terjebak di Goa Kalibbong Alloa saat KKN, Basarnas Langsung Evakuasi

Enam Mahasiswa Unhas Terjebak di Goa Kalibbong Alloa saat KKN, Basarnas Langsung Evakuasi

Basarnas Makassar mengevakuasi enam mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang terjebak di Goa Kalibbong Alloa, Desa Belae, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. 
Polres Tabanan Tetapkan 5 Tersangka Pengeroyokan Pria yang Diduga Mencuri Ayam

Polres Tabanan Tetapkan 5 Tersangka Pengeroyokan Pria yang Diduga Mencuri Ayam

Polres Tabanan menetapkan lima warga sebagai tersangka kasus pengeroyokan terhadap pria yang diduga mencuri ayam di Desa Batunya, Bali, hingga tewas.
Petani Tembakau Sumenep Berharap Harga Tembus Rp100 Ribu per Kg saat Panen 2026

Petani Tembakau Sumenep Berharap Harga Tembus Rp100 Ribu per Kg saat Panen 2026

Harapan ribuan petani tembakau di Kabupaten Sumenep pada musim panen 2026 kini bertumpu pada komitmen perusahaan rokok (PR) lokal untuk menyerap hasil panen dengan harga yang layak.

Trending

Demi Sejajar dengan Mitchell Baker, John Herdman Hampir Mau Naik Kursi Demi Bisa Foto Bareng Debutan Timnas Indonesia

Demi Sejajar dengan Mitchell Baker, John Herdman Hampir Mau Naik Kursi Demi Bisa Foto Bareng Debutan Timnas Indonesia

‎Timnas Indonesia baru saja meraih hasil gemilang dalam laga Piala AFF 2026. Skuad Garuda berjaya menggilas Kamboja dengan skor telak 5-1.
4 Shio yang Dihampiri Keuntungan Besar pada 29 Juli 2026, Siapa Saja?

4 Shio yang Dihampiri Keuntungan Besar pada 29 Juli 2026, Siapa Saja?

4 shio yang dihampiri keuntungan besar pada 29 Juli 2026 sudah terungkap! Cek ramalan keuangan dan angka hoki 12 shio Rabu besok, siapa yang paling beruntung?
Debut dan Cetak Hattrick di Timnas Indonesia, Mitchell Baker: Berada di Sini Seperti Mimpi Menjadi Kenyataan ‎

Debut dan Cetak Hattrick di Timnas Indonesia, Mitchell Baker: Berada di Sini Seperti Mimpi Menjadi Kenyataan ‎

Timnas Indonesia mengawali langkahnya dengan meraih kemenangan atas Kamboja di Piala AFF 2026. Skor akhir 5-1 tercipta pada pertandingan tersebut.
Satu Hal yang Buat John Herdman Kecewa meski Timnas Indonesia Kalahkan Kamboja di Laga Perdana Piala AFF 2026

Satu Hal yang Buat John Herdman Kecewa meski Timnas Indonesia Kalahkan Kamboja di Laga Perdana Piala AFF 2026

Meski berhasil meraih kemenangan telak pada laga perdana Piala AFF 2026, John Herdman tetap merasa kecewa dengan penampilan Timnas Indonesia. Ada satu catatan.
Soal Geng Motor Diduga Pelaku Pembunuhan Satpam di Waduk Jatiluhur, Ini Kata Polda Jabar

Soal Geng Motor Diduga Pelaku Pembunuhan Satpam di Waduk Jatiluhur, Ini Kata Polda Jabar

Selain mengumpulkan rekaman kamera pengawas (CCTV) dan melakukan autopsi, polisi juga telah memeriksa sekitar 11 saksi untuk mengungkap penyebab kematian korban
Tak Cukup Lima Gol, Marc Klok Sebut Timnas Indonesia Seharusnya Bisa Menang 8-1 atas Kamboja di Piala AFF 2026

Tak Cukup Lima Gol, Marc Klok Sebut Timnas Indonesia Seharusnya Bisa Menang 8-1 atas Kamboja di Piala AFF 2026

Timnas Indonesia membuka langkah di Piala AFF 2026 dengan kemenangan telak 5-1 atas Kamboja. Namun, bagi Marc Klok, hasil tersebut ternyata masih kurang baik.
Polisi Bongkar Makam Terduga Pencuri Ayam di Bali Demi Ungkap Penyebab Pasti Kematian

Polisi Bongkar Makam Terduga Pencuri Ayam di Bali Demi Ungkap Penyebab Pasti Kematian

Rina mengatakan pembongkaran makam korban pengeroyokan dilakukan di Setra Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali dilakukan pada Senin (27/7/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT