News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Efek Investigasi Dedi Mulyadi Tak Main-main, Pengacara Toni Sebut Ririn Ditanyai Penyidik Sumbernya YouTube KDM

Investigasi Dedi Mulyadi di YouTube KDM berdampak nyata. Pengacara Toni ungkap pertanyaan penyidik ke Ririn semuanya bersumber dari tayangan KDM. 
Kamis, 28 Mei 2026 - 15:03 WIB
Dedi Mulyadi dan Pengacara Toni RM
Sumber :
  • YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

tvOnenews.com - Investigasi Dedi Mulyadi lewat YouTube bukan sekadar tontonan. Ketika pertanyaan penyidik kepada terdakwa Ririn ternyata bersumber langsung dari tayangan kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi, satu hal menjadi jelas: apa yang digali Gubernur Jawa Barat itu sudah merambah masuk ke ruang pemeriksaan resmi aparat penegak hukum.

Melalui kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan investigasi mendalam yang membongkar sederet kejanggalan dalam kasus pembunuhan berencana keluarga Haji Sahroni di Indramayu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu temuan paling mengejutkan adalah soal sosok Aman Yani. Di persidangan, terdakwa Ririn Rifanto mendadak menuduh Aman Yani sebagai otak intelektual pembunuhan. Namun hasil penelusuran KDM ke pihak keluarga mengungkap bahwa Aman Yani adalah mantan karyawan bank yang sudah dilaporkan hilang secara misterius sejak tahun 2016.

Kejanggalan berlapis juga ditemukan pada aliran dana. Meski Aman Yani telah hilang bertahun-tahun, dana pensiun bulanan dan uang pesangonnya senilai ratusan juta rupiah tetap bisa cair di bank menggunakan surat kuasa yang sidik jari dan tanda tangannya diduga dimanipulasi oleh pihak tertentu.

Demi memecahkan kebuntuan dan membuktikan apakah Aman Yani benar-benar terlibat atau hanya dijadikan kambing hitam, Dedi Mulyadi bahkan merilis sayembara berhadiah Rp750 juta bagi siapa saja yang bisa menemukan keberadaannya, baik dalam kondisi hidup maupun mati.

Dampak investigasi itu kini terasa nyata di ruang pemeriksaan. Pengacara Toni RM, kuasa hukum Ririn, mengungkapkan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya: seluruh pertanyaan yang dilontarkan penyidik kepada Ririn saat pemeriksaan semalam ternyata bersumber dari tayangan channel KDM.

"Nah, untuk pencairan dana pensiun, luar biasa. Semalam saya mendampingi Ririn diperiksa penyidik. Pertanyaannya dari channel KDM semua," ungkap Pengacara Toni RM.

Salah satu pertanyaan penyidik yang langsung menyasar isu utama adalah soal tuduhan bahwa Ririn ditugaskan mencairkan dana pensiun Aman Yani. Toni menegaskan kliennya membantah tudingan tersebut.

"Saya dampingi sampai malam itu. Apakah benar saudara ditugaskan oleh Aman Yani untuk mencairkan dana pensiun? Jawaban Ririn: tidak. Karena Ririn ke Khotib itu cuma minta kuasa sebagai pengacaranya untuk menagih utang. Jawabannya seperti itu," jelas Pengacara Toni.

Toni kemudian membeberkan secara rinci alur pencairan dana pensiun yang sebenarnya berdasarkan keterangan Ririn di hadapan penyidik.

Bermula dari Ririn yang menghubungkan nomor ponsel Aman Yani kepada Khotib, dan sebaliknya.

"Setelah itu, Ririn ngasih nomor handphone-nya Aman Yani kepada Khotib. Ririn juga ngasih nomor handphone-nya Khotib kepada Aman Yani."

Alasannya sederhana namun menyimpan petunjuk penting.

"Kenapa harus dikasih? Kenapa Aman Yani harus dikasih? Karena Ririn tahu Aman Yani ini gonta-ganti nomor. Jadi kalau tidak dikasih, Aman Yani nanti Khotib telepon enggak akan nyambung," papar Pengacara Toni.

Toni melanjutkan bahwa Ririn sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi selanjutnya antara Khotib dan pihak dana pensiun.

"Nah, Ririn tidak tahu apa yang terjadi belakangan. Khotib meminta Ririn untuk datang ke bank, ke Dapen. Ke Dapen itu Ririn, Khotib, Evan. Evan sama Ririn duduk di ruang tunggu. Khotiblah yang ketemu dengan Pak Roni, orang Dapen. Sepulangnya ngobrol, 'Susah, harus ada Aman Yaninya,' katanya, kan itu sudah pulang," ungkap Pengacara Toni.

Proses pencairan pun berlanjut melalui serangkaian langkah yang melibatkan slip penarikan dan foto tanda tangan.

"Kemudian Pak Khotib menerima SMS sesuai cerita di sini. Nah, itu dikirimkan ke sana. Kemudian diberikan kemudahan biar orangnya tidak ada. Yang penting ada slip penarikan yang ditandatangani dan difoto dari berbagai sisi. Dapat slip penarikan blangko kosongnya, Khotib dari Dapen, diserahkan ke Ririn," jelas Toni.

"Ririn telepon Aman Yani. Sebelumnya kuasa juga begitu. Kuasa itu surat kuasa Aman Yani ke Ririn ya, Aman ke Khotib, itu Ririn, Pak Khotib kasih ke Ririn. Ririn telepon Aman Yani. Ketemu di Kucing, ditekan sama Aman Yani Pak. Kemudian diberikanlah ke Khotib," lanjut Pengacara Toni.

Seminggu setelah pertemuan itu, slip penarikan yang sudah ditandatangani pun datang.

"Untuk slip penarikan yang ada fotonya, ditelepon Aman Yani ya, ketemu di Kucing, tapi tidak langsung ditandatangani, dibawa oleh Aman Yani. Seminggu kemudian datang slip penarikan yang sudah tanda tangan, beserta foto, berdasarkan permintaan Pak Khotib. Dikasih ke Ririn, Ririn kasihkan ke sana," terang Pengacara Toni.

Selanjutnya muncul permintaan rekening bank atas nama Aman Yani.

"Lalu muncul lagi permintaan dari Pak Khotib, minta rekening bank, minta rekening atas nama Aman Yani. Disampaikan lagi ke Aman Yani, dikirim lagi itu Pak rekening bank ke Ririn. Nah, di situ Aman Yani mengatakan, ini nanti untuk bayar utang ke kamu, pencairan dana pensiun, gitu," ungkap Toni.

Setelah semua persyaratan terpenuhi dan diverifikasi, dana pun cair, namun bukan ke rekening Ririn.

"Nah, akhirnya Pak Khotib semua persyaratan dibawa ke sana. Menurut Pak Khotib di sini, setelah sampai sana diverifikasi oleh empat pegawai Dapen, mengatakan ini benar Aman Yaninya, makanya di-acc. Terus Khotib bilang, 'Plong saya Pak,' berarti kan Ririn benar, kan gitu. Akhirnya cair, ke mana cairnya? Ke rekeningnya Aman Yani," papar Pengacara Toni.

Berdasarkan seluruh uraian tersebut, Toni menegaskan bahwa tuduhan Ririn mencairkan dana pensiun Aman Yani adalah tidak benar.

"Jadi Ririn tidak mencairkan dana pensiunnya Aman Yani. Aman Yani menguasakan kepada Khotib. Ririn mah nunggu, kalau cair kan buat bayar saya, itu cairnya juga ke rekening miliknya Aman Yani," tegas Pengacara Toni.

Ia juga memperjelas di mana letak persoalan sesungguhnya.

"Jadi persoalannya bukan Ririn sama bank swasta. Tetapi kalau sudah masuk ke rekening Aman Yani, persoalannya nanti Ririn sama Aman Yani. Ririn memakai uangnya Aman Yani hasil pensiun. Ini benar tidak, kan gitu Pak, nanti," ujar Toni.

Toni pun meluruskan simpang siur informasi yang beredar soal siapa yang sebenarnya mengurus pencairan.

"Jadi bukan persoalan sama bank, merasa sudah memenuhi syarat ya. Apalagi yang pertama ngomongnya Aman Yani langsung ya. Yang pertama tuh ngomongnya Khotib, Pak Khotib yang ngurus ya. Saya enggak tahu mana yang benar ya. Tapi itulah, jadi tidak ada," ucap Pengacara Toni.

"Kemudian saya buka mengenai isu Ririn mencairkan dana. Tidak benar. Itu murni Pak Khotib dapat kuasa dari Aman Yani," tutup Pengacara Toni.

Dedi Mulyadi pun menegaskan kembali satu fakta yang paling mencolok dari seluruh penjelasan itu.

"Walaupun Pak Khotibnya enggak pernah bertemu dengan Aman Yani?" tanya Dedi Mulyadi.

"Iya," jawab Pengacara Toni.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Satu kata yang justru menjadi tanda tanya terbesar dalam kasus ini.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Dalami Aliran Permintaan Uang Bupati Pemalang Non Aktif Anom Widiyanto

KPK Dalami Aliran Permintaan Uang Bupati Pemalang Non Aktif Anom Widiyanto

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan sejumlah saksi terkait dugaan korupsi di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang, Jawa -
Pengamat Senior Ini Tiba-tiba Prediksi Marc Marquez Bisa Pensiun dari MotoGP Lebih Cepat Gara-gara Hal Ini

Pengamat Senior Ini Tiba-tiba Prediksi Marc Marquez Bisa Pensiun dari MotoGP Lebih Cepat Gara-gara Hal Ini

Pengamat senior MotoGP, Carlo Pernat, melontarkan prediksi mengejutkan mengenai masa depan dari juara bertahan musim ini, Marc Marquez.
Panggung AMI Awards 2026 Bertabur Musisi, dari Opick hingga SMASH Meriahkan Arena Tren Musik di Indonesia

Panggung AMI Awards 2026 Bertabur Musisi, dari Opick hingga SMASH Meriahkan Arena Tren Musik di Indonesia

Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026 tidak hanya menjadi momentum pengumuman para pemenang, tapi juga menggelar rangkaian pertunjukan musik, termasuk sejumlah kolaborasi yang melibatkan musisi lintas generasi.
Hasil Melbourne Victory Vs Persib di Babak Pertama: Skor 0-0, Tendangan Balsa Sekulic Hantam Mistar Gawang

Hasil Melbourne Victory Vs Persib di Babak Pertama: Skor 0-0, Tendangan Balsa Sekulic Hantam Mistar Gawang

Persib Bandung dominan saat menghadapi Melbourne Victory, tetapi peluang Balsa Sekulic dan Eliano Reijnders belum mengubah skor 0-0 sampai akhir babak pertama.
Nusron Wahid Rampung Diperiksa KPK, Bungkam Soal Materi Dugaan Suap Lahan HGB

Nusron Wahid Rampung Diperiksa KPK, Bungkam Soal Materi Dugaan Suap Lahan HGB

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid rampung menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK pada Rabu (4/11/2026). Nusron keluar dari Gedung Merah Putih KPK sekira ...
Drama Charles Leclerc dan Lewis Hamilton di F1 GP Meksiko Terus jadi Sorotan, Legenda Formula 1 Sampai Bilang Begini

Drama Charles Leclerc dan Lewis Hamilton di F1 GP Meksiko Terus jadi Sorotan, Legenda Formula 1 Sampai Bilang Begini

Perseteruan Lewis Hamilton dan Charles Leclerc saat F1 GP Meksiko masih menjadi perbincangan hingga mendapatkan komentar dari salah satu legenda Formula 1.

Trending

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Tentara Nasional Indonesia kerahkan pasukan dalam skala besar ke Jakarta. TNI AL mengerahkan 20.980 personel untuk mendukung pengamanan di ibu kota DKI Jakarta.
Kabar Duka, Dadang Sastrapraja Pengurus PSSI Kota Bandung Meninggal Dunia saat Bertugas di PORPROV Jawa Barat 2026

Kabar Duka, Dadang Sastrapraja Pengurus PSSI Kota Bandung Meninggal Dunia saat Bertugas di PORPROV Jawa Barat 2026

Dadang Sastrapraja, Direktur Kompetisi Askot PSSI Kota Bandung tutup usia saat menjadi Koordinator Panpel Cabang Olahraga Gulat PORPROV XV Jawa Barat 2026.
Kang Sung-hyung Ungkap Biang Kerok Kekalahan Hyundai Hillstate, Singgung Performa Megawati Hangestri

Kang Sung-hyung Ungkap Biang Kerok Kekalahan Hyundai Hillstate, Singgung Performa Megawati Hangestri

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung mengungkapkan biang kerok anak asuhnya bisa menelan kekalahan di laga perdana mereka di Liga Voli Korea 2026-2027. Ia juga turut menyoroti performa sejumlah pemain terutama Megawati Hangestri.
Habib Bahar Buka Suara soal Aksi Unjuk Rasa Penolakan Konser Andrea Bocelli: Ada Sebab dan Alasan

Habib Bahar Buka Suara soal Aksi Unjuk Rasa Penolakan Konser Andrea Bocelli: Ada Sebab dan Alasan

Habib Bahar bin Smith buka suara soal aksi unjuk rasa penolakan konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/11/2026) malam. Habib Bahar mengatakan penolakan konser ada sebab dan alasannya.
Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Yusril menjelaskan laporan penyadapan disampaikan Kapolri kepada Prabowo dan sejumlah menteri merupakan persoalan serius yang menyangkut kepentingan negara.
Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Komariah ditemukan meninggal dunia dalam kondisi hangus terbakar di dalam mobilnya di kawasan hutan jati Desa Cikamurang, Terisi, Indramayu, Selasa (3/11/2026).
Soroti Pernyataan Herri Pras yang Diduga Mencela Tokoh Agama UAH dan UAS, Koh Hanny: Tidak Mencerminkan Ajaran Islam

Soroti Pernyataan Herri Pras yang Diduga Mencela Tokoh Agama UAH dan UAS, Koh Hanny: Tidak Mencerminkan Ajaran Islam

Konten kreator Herri Pras menuai kecaman karena konten-kontennya ada yang menghina tokoh agama atau pihak tertentu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT