Usai Respons Warga Kaltim Korban Penipuan AI, Dedi Mulyadi Beri Reaksi Berkelas saat Dilecehkan Warga Pangandaran
- tvOnenews.com/Cepi Kurnia
Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi menyoroti maraknya penyalahgunaan teknologi berbasis artificial intelligence (AI).
Perhatian Dedi Mulyadi tak lepas dari adanya dua video viral di media sosial. Isi rekamannya diduga mengandung unsur penghinaan dan pelecehan kepada Gubernur Jabar tersebut.
Dedi Mulyadi kini merespons video viral terbaru. Di dalamnya menunjukkan luapan amarah dan kekecewaan seorang warga Sidomulih, Kabupaten Pangandaran bernama Sugeng.
Warga Pangandaran itu terekam memberikan makan kepada seekor anabul. Ironisnya, Sugeng menamakan hewan tersebut dengan panggilan "KDM".
"Akhirnya KDM datang juga nih nongol KDM. Semoga KDM berubah menjadi manusia biar bisa memanusiakan manusia," ujar Sugeng dilansir tvOnenews.com dari Instagram pribadi Dedi Mulyadi, Sabtu (30/5/2026).
Reaksi Dedi Mulyadi soal Dilecehkan Warga Pangandaran
- Antara
Dedi Mulyadi tampak sudah mengetahui nama warga Pangandaran tersebut. KDM juga telah mendeteksi identitas Sugeng yang merupakan warga asli Kebumen, Jawa Tengah.
"Pak Sugeng yang baik hati, saya tahu Bapak berasal dari Kebumen baru pindah ke Sidomulih, Pangandaran tahun 2025," kata Dedi Mulyadi.
Mantan Bupati Purwakarta ini langsung menyoroti kondisi psikologis Sugeng. Ia mengetahui warga Pangandaran itu sedang menghadapi masa sulit akibat berpisah dari istrinya.
Ia yang pernah merasakan hal serupa berpendapat tentang perpisahan. Menurutnya, perceraian merupakan bagian dari ujian terberat bagi kehidupan seseorang.
"Tapi sebagai seorang laki-laki, Bapak harus bisa melewati itu," lanjutnya.
KDM justru tidak begitu mempersoalkan pelecehan yang menyasar kepada dirinya. Baginya, situasi tersebut adalah hal bentuk mengungkapkan kemarahan dan kekecewaan Sugeng.
"Saya paham Bapak mengekspresikan seluruh kemarahan dan kekecewaan pada Lembur Pakuan dan pada saya secara personal. Namun, saya tidak akan marah pada Bapak," terangnya.
KDM Tawarkan Bantuan
Alih-alih marah, mantan anggota DPR RI ini justru menawarkan bantuan kepada Sugeng. Ia berharap kehadirannya dapat menyelesaikan permasalahan dialami warga Pangandaran tersebut.
KDM memberikan kabar terbaru kepada Sugeng. Ia telah memperintahkan pihak dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar lewat Rumah Sakit Cisarua.
Tim Rumah Sakit Cisarua, kata dia, segera melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan setempat. Tujuannya untuk memberikan pendampingan hingga layanan kesehatan kepada Sugeng.
"Rencananya akan menjemput ke rumah apabila diizinkan oleh keluarganya," ungkapnya.
Dijemput Tim Dinkes Jabar dan RSJ Cisarua
- Instagram/@dedimulyadi71
Selepas itu, KDM mengabarkan pihak Dinkes Jabar dan rumah sakit jiwa (RSJ) di Cisarua telah menjemput Sugeng. Tujuannya untuk segera memberikan penanganan perawatan secara intensif.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan RSJ Waras Asih Cisarua yang telah menjemput Pak Sugeng ke rumahnya dan membawa ke Rumah Sakit Cisarua," ujar KDM.
"Semoga Pak Sugeng dengan perawatan dilakukan Pemprov Jabar bisa kembali pulih, beraktivitas biasa, lepas berbagai beban psikologi yang selama ini dialami akibat perceraian dari istrinya dan problem hidup dialaminya," lanjutnya.
KDM berjanji akan menengok Sugeng. Ia ingin memastikan warga Pangandaran tersebut benar-benar pulih dan bisa kembali beraktivitas dengan aman dan normal.
Sikap Dedi Mulyadi soal Video Viral Warga Kalimantan Timur Jadi Korban Penipuan Teknologi AI
- Instagram/dedimulyadi71
Sebelumnya, Dedi Mulyadi juga merespons video viral seorang warga Kalimantan Timur (Kaltim). Di dalamnya menunjukkan kekesalan menjadi korban modus penipuan memanfaatkan teknologi AI.
Pria berusia 55 tahun ini mengetahui warga Kaltim tersebut mengalami kerugian secara materil setelah terjerat aksi pihak yang melakukan penipuan melalui video call (VC).
Aksi penipuan terjadi akibat suara pihak dalam VC itu mirip dengan KDM. Karena merasa dirugikan, ia meluapkan kemarahannya kepada Gubernur Jabar tersebut.
Warga Kaltim tersebut sampai membuat kaos hitam bertuliskan "Dedi Mulyadi penipu". KDM pun memberikan respons bijak walaupun dituduh sebagai penipu.
Dedi Mulyadi justru memberikan bantuan kepada korban. Ia berharap persoalan warga Kaltim tersebut terselesaikan dengan baik.
"Saya dituduh apa pun, dibuat brand apa pun oleh siapa pun, bagi saya tidak ada masalah. Paling penting saya akan tetap berbuat sekemampuan saya terhadap sesama manusia," kata KDM.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kata dia, korban diduga mengalami penipuan sebanyak dua kali. Aksi pertama akibat diimingi hadiah mendorong korban membayar sejumlah uang tebusan.
KDM menambahkan, motif dalam aksi kedua akibat tawaran pekerjaan. Kendati demikian, tawaran kepada korban hanya bersifat fiktif.
"Saya tahu Bapak katanya membayar uang tebusan. Kemudian mendapat informasi pekerjaan di Jakarta, tetapi setelah datang ke Jakarta pekerjaannya tidak ada," jelasnya.
Ia pun sudah mendesak timnya menghubungi korban. Hal ini sebagai tindakan tegas untuk menelusuri lebih lanjut terhadap kasus dugaan penipuan memanfaatkan AI.
"Meskipun Bapak warga Kalimantan Timur, tetapi sekemampuan saya akan bantu menyelesaikan. Jangan sampai ada lagi masyarakat yang tertipu. Akibat tertipunya sama AI, marahnya sama saya," tukasnya.
Ia menyampaikan harapannnya. Kasus yang menimpa korban sebagai pelajaran berharga bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap modus penipuan berbasis digital melalui teknologi AI.
(hap)
Load more