Kuasa Hukum Ruben Onsu Klarifikasi soal Unggahan Anjing yang Heboh Dikaitkan Sarwendah, Ngaku Tak Bermaksud Menyindir
- Instagram @minola6000
tvOnenews.com - Sebuah unggahan Instagram story tentang filosofi anjing mendadak menjadi bahan perbincangan panas di media sosial. Bukan karena isinya semata, melainkan karena siapa yang mengunggahnya. Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, langsung jadi sorotan dan dipaksa buka suara.
Pada 6 Juni 2026, Minola Sebayang mengunggah foto di Instagram story-nya dengan keterangan yang langsung memantik reaksi warganet.
"Anjing adalah hewan yang setia, tidak akan pernah menggigit orang yang merawat dan mengasihaninya," tulisnya.
Ia kemudian melanjutkan, "Yang menyedihkan adalah jika ada manusia yang 'menggigit' orang yang merawat dan mengasihaninya, karena itu membuatnya lebih buruk dari anjing."
Tak perlu waktu 24 jam, unggahan tersebut langsung viral di media sosial. Banyak warganet yang mengaitkan isi unggahan tersebut dengan polemik yang tengah memanas antara kliennya, Ruben Onsu, dan mantan istrinya, Sarwendah.
Minola Sebayang pun tak bisa menghindar dari pertanyaan awak media yang mempertanyakan apakah unggahan tersebut memang ditujukan untuk menyindir pihak Sarwendah.
Minola Sebayang langsung memberikan klarifikasi tegas.
"Iya. Jadi, saya enggak ada maksud dan tujuan untuk menyindir siapapun dan saya buat postingan itu bukan untuk menyindir siapa-siapa. Jadi saya hanya ingin berbagi tentang filosofi ya," jawab Minola Sebayang dalam tayangan YouTube Grid ID (7/6/2026).
Ia pun menjelaskan panjang lebar mengenai filosofi yang ia maksud.
"Kita akan tahu bahwa anjing itu adalah salah satu hewan yang setia ya. Sehingga masyarakat Indonesia juga banyak yang memelihara hewan tersebut ya. Karena selain setia bisa mencari rumah kan begitu ya. Dan mengerti tentang bahasa kasih ya. Jadi kalau misalnya majikannya itu memberikan perhatian, mengurus, merawatnya, dia pasti juga akan membalas dengan kesetiaan ya dan tidak akan pernah menggigit atau tidak akan pernah mencederai majikannya ya," jelas Minola Sebayang.
Ia juga menyoroti sisi positif hewan tersebut dalam kehidupan manusia.
"Dan di banyak cerita kita melihat bahwa hewan itu juga malahan sering sekali menjadi penolong bagi banyak orang gitu ya. Menjadi penolong bagi orang yang tidak bisa melihat misalnya sebagai hewan penuntun. Bahkan di beberapa kejadian kecelakaan, banjir dan sebagainya, hewan itu juga adalah hewan yang sangat bermanfaat sekali ya," ucap Minola Sebayang.
Minola Sebayang kemudian menjelaskan inti dari pesan yang ingin ia sampaikan lewat unggahan tersebut.
"Jadi saya hanya ingin membagikan filosofi tersebut karena kebetulan heboh ya, heboh dengan kata-kata hewan tersebut. Jadi saya hanya ingin menyampaikan tentang filosofi bagaimana hewan itu adalah hewan yang setia ya. Jadi yang buruk itu adalah kalau misalnya ada manusia, ya ini kan kita bicara hewan, ada manusia yang justru perilakunya lebih buruk dari perilaku hewan ini gitu," ujarnya.
Ia pun mempertegas siapa yang dimaksud sebagai manusia yang lebih buruk dari hewan.
"Manusia seperti apa itu? Manusia yang tidak mengenal kesetiaan. Manusia yang tidak pernah mengingat bahwa dia pernah dirawat, pernah dikasihi, pernah ditolong. Kan begitu ya. Itu adalah manusia yang artinya itu menurut saya lebih buruk dari hewan tersebut ya. Hewan aja memiliki kesetiaan dan dia mengenal orang yang berbuat baik kepadanya. Masa sih kita manusia enggak, kan begitu ya," tegasnya.
Soal unggahannya yang dikait-kaitkan dengan polemik Ruben Onsu dan Sarwendah, Minola Sebayang mengakui hal itu tidak lepas dari posisinya sebagai kuasa hukum kliennya.
"Jadi ini hanya merupakan salah satu filosofi yang bersifat general yang saya bagikan ke semua orang, tidak bertujuan untuk bicara tentang siapapun atau orang-orang tertentu. Nah, namun karena mungkin hewan tersebut sekarang lagi populer kan begitu ya, lagi viral, dan kebetulan saya juga mungkin adalah kuasa hukumnya Ruben Onsu," ucap Minola Sebayang.
Ia pun merespons dengan santai soal kebebasan netizen dalam menafsirkan unggahannya.
"Jadi mungkin orang mengait-ngaitkan ya. Dan kalau memang misalnya kemudian masyarakat netizen menganggap bahwa memang itu ada persamaannya dan kemudian disama-samakan, itu kan juga adalah kebebasan masyarakat dan netizen untuk bersuara dan berpendapat," ujarnya.
Minola Sebayang menutup klarifikasinya dengan pesan yang ia sebut berlaku untuk semua orang tanpa terkecuali.
"Jadi agar sekaligus mengingatkan kita sebagai manusia agar jangan sampai perilaku kita itu lebih buruk dari perilaku hewan. Saya kira seperti itu," pungkas Minola Sebayang.
![]()
(anf)
Load more