News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukan Masalah Psikologis, Ini Alasan Ruben Onsu Perjuangkan Hak Asuh Anak

Minola Sebayang, Kuasa hukum Ruben Onsu ungkap alasan utama perjuangkan hak asuh anak, bukan soal psikologis melainkan hak pertemuan dan dugaan eksploitasi.
Senin, 22 Juni 2026 - 05:02 WIB
Ruben Onsu
Sumber :
  • YouTube Just Ruben

tvOnenews.com - Tim kuasa hukum Ruben Onsu menegaskan bahwa perjuangan hak asuh anak yang dilakukan kliennya bukan dipicu masalah psikologis anak, melainkan kekhawatiran soal eksploitasi dan lingkungan yang dianggap kurang aman bagi anak-anaknya bersama Sarwendah.

Permasalahan hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan publik. Tim kuasa hukum Ruben Onsu mengambil sejumlah langkah hukum untuk memastikan hak pertemuan dengan anak-anaknya dapat terpenuhi sesuai kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prioritas utama tim kuasa hukum saat ini adalah memastikan Ruben Onsu dapat kembali bertemu dan berkumpul dengan anak-anaknya. Hal ini dilakukan sesuai kesepakatan yang ada, sekaligus mematuhi ketentuan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak yang berlaku di Indonesia.

Setelah melalui proses surat-menyurat antara kedua belah pihak, akhirnya disepakati jadwal pertemuan antara Ruben Onsu dan anak-anaknya. Pertemuan tersebut direncanakan berlangsung pada tanggal 11 Juli pukul 16.00 WIB mendatang.

Di balik perjuangan hak asuh ini, pihak kuasa hukum turut menyoroti adanya dugaan eksploitasi terhadap anak. Beberapa hal yang disorot antara lain anak-anak yang diajak bekerja hingga larut malam serta lingkungan yang dinilai kurang aman bagi tumbuh kembang mereka.

Minola Sebayang, selaku kuasa hukum Ruben Onsu, menjelaskan bahwa isu yang kini ramai diperbincangkan publik sebenarnya sudah lama menjadi perhatian timnya.

"Jadi kalau misalnya kemudian perkembangan itu terjadi kan karena akhirnya masyarakat mengetahui ya dan kemudian memperhatikan, sesuatu yang sebenarnya sudah kami perhatikan, sudah kami tegur, sudah kami komplain. Apa itu terkait dengan masalah eksploitasi anak," ujar Minola Sebayang dalam tayangan Intens Investigasi (21/6/2026).

Minola juga menjelaskan secara spesifik bentuk eksploitasi yang dimaksud. Menurutnya, anak-anak yang ikut diajak bekerja hingga malam hari jelas bertentangan dengan prinsip perlindungan anak.

"Eksploitasi anak dalam hal apa? Ketika anak-anak ini ikut diajak bekerja di malam hari, kan ini juga bertentangan dengan perlindungan anak karena anak-anak tidak boleh dipekerjakan di malam hari," tegasnya.

Selain soal jam kerja, lingkungan tempat anak-anak berada turut menjadi perhatian serius tim kuasa hukum. Kondisi tersebut dinilai semakin memperkuat keyakinan Ruben Onsu untuk segera meminta kembali hak asuh anak-anaknya.

"Nah, juga hal-hal lain yang kita lihat bahwa lingkungan yang berada di sekitar anak ini tidak cukup aman. Sehingga itu menguatkan keyakinan bagi Ruben untuk anak-anak ini sudah waktunya diminta kembali hak asuhnya," jelasnya.

Minola menegaskan bahwa isu psikologis anak bukanlah fokus utama saat ini. Pemeriksaan psikologis baru akan dilakukan apabila memang ditemukan tanda-tanda perubahan signifikan pada anak setelah mereka kembali berinteraksi dengan Ruben Onsu.

"Kalau nanti misalnya anak-anaknya sudah ketemu, sudah berkumpul, sudah berinteraksi kembali seperti sediakala dengan Ruben, dan kemudian Ruben melihat ada hal-hal yang berbeda pada anaknya, perbedaan itu diduga karena ada intimidasi atau gangguan psikis akibat tindakan yang membuat anak tertekan. Barulah kita bicara mengenai psikologi anak," paparnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan persoalan ini sebagai masalah psikologis anak semata. Menurutnya, pola pikir yang pragmatis berbeda dengan pendekatan sistematis yang digunakan tim kuasa hukum dalam menangani kasus ini.

"Jadi jangan loncat-loncat. Orang kadang berpikir, oh ini anaknya perlu psikologi anak. Padahal ini pola pikir yang pragmatis, tidak sistematis, berbeda dengan cara dan pola pikir kuasa hukum ketika bekerja," ungkapnya.

Minola turut menanggapi pertanyaan publik mengenai kenapa Ruben Onsu tidak langsung menjemput anak-anaknya di sekolah. Ia menjelaskan bahwa proses tersebut tidak semudah yang dibayangkan banyak orang. "

Sama seperti misalnya orang mengatakan, kenapa enggak dijemput aja di sekolah? Apakah segampang itu? Karena bagaimanapun anak-anak ini pasti dikawal, diantar, dijemput oleh baby sitter, pengasuh, atau sopirnya yang sudah ada pesan pasti dari majikannya. Anak-anak pulang langsung ke rumah, jangan dikasih siapa pun," jelasnya.

Ia menambahkan, jika Ruben Onsu memaksa membawa anak-anaknya pergi secara langsung, hal itu berpotensi menimbulkan perdebatan yang justru tidak baik bagi kondisi kejiwaan anak.

"Jadi kalau misalnya kemudian Ruben meminta anak itu untuk diajak pergi, pasti akan terjadi perdebatan. Perdebatan yang membuat anak ini menjadi rebutan juga enggak baik buat kejiwaan anak-anak ini. Itulah makanya kita tidak melakukan hal seperti itu. Ruben tidak melakukan hal seperti itu," tegasnya.

Minola memahami bahwa secara pandangan masyarakat, langkah praktis seperti langsung menjemput anak mungkin terlihat lebih mudah. Namun ia menegaskan bahwa fokus utama tim kuasa hukum adalah memastikan anak-anak bisa berkumpul kembali dengan ayahnya sesuai kesepakatan yang berlaku.

"Tapi kalau masyarakat pasti secara praktis, kenapa enggak diambil aja? Karena ini bicara masalah anak, anaknya kasihan, wajahnya enggak happy di lingkungan ketika orang tuanya live, misalnya. Oh, ini perlu dicek nih anaknya. Masukan-masukan ini bagus, tetapi yang paling fokus utama kita adalah bagaimana agar anak-anak ini bisa berkumpul bersama dengan ayahnya sesuai dengan apa yang seharusnya terjadi," paparnya.

Ia menegaskan bahwa pemeriksaan psikologis baru akan menjadi langkah lanjutan apabila dalam pertemuan nanti ditemukan tanda-tanda anak mengalami tekanan atau ketakutan yang tidak wajar.

"Dan yang kedua, kalau memang nanti dalam pertemuan itu, dalam berkumpul itu, dilihat ada sesuatu yang membuat anak ini tidak lagi seperti apa yang seharusnya, ada tertekan, ada ketakutan, ada hal-hal yang dianggap aneh. Barulah mungkin perlu pendalaman lebih jauh tentang memeriksa psikologisnya," jelas Minola.

Minola juga menegaskan agar masyarakat tidak gegabah menganggap anak-anak Ruben Onsu mengalami gangguan psikologis tanpa dasar yang jelas.

"Tapi jangan, jangan serta-merta kita memperlakukan anak ini seperti ada masalah. Jangan serta-merta kita membuat anak-anak ini seperti ada gangguan. Anak-anak ini enggak ada gangguan," tegasnya.

Sebagai penutup, Minola menjelaskan bahwa perilaku anak-anak yang terlihat berbeda sering kali hanya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan sekitar mereka, bukan tanda gangguan psikologis.

"Namanya anak-anak itu kadang-kadang akan mengikuti lingkungannya. Suka meniru lingkungan di mana dia berada. Itu menjadi suatu karakter dari anak-anak. Saya kira seperti itulah jawaban kami terkait dengan masalah psikologi anak tadi," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan penjelasan ini, tim kuasa hukum berharap masyarakat dapat memahami duduk perkara hak asuh anak Ruben Onsu secara lebih utuh, bukan semata soal kondisi psikologis, melainkan upaya melindungi anak dari potensi eksploitasi dan lingkungan yang kurang aman.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Andi Gani Ngaku Kantongi Nama Partai Politik yang Tidak Berpihak ke Buruh

Andi Gani Ngaku Kantongi Nama Partai Politik yang Tidak Berpihak ke Buruh

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengaku mengantongi nama partai politik (parpol) yang tidak memikir keberpihakan kepada buruh.
Nasib Keuangan Weton Jumat Kliwon Tanggal 14 Agustus 2026, Siap-siap Hujan Rezeki sambil Awasi Potensi Apesnya

Nasib Keuangan Weton Jumat Kliwon Tanggal 14 Agustus 2026, Siap-siap Hujan Rezeki sambil Awasi Potensi Apesnya

Di satu sisi, celah rezeki nomplok terbuka lebar. Namun, di sisi lain ada potensi ancaman pengeluaran tak terduga juga mengintai pemilik weton Jumat Kliwon.
10 Tradisi Unik di Indonesia untuk Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ada Grebeg Maulud hingga Bale Saji

10 Tradisi Unik di Indonesia untuk Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ada Grebeg Maulud hingga Bale Saji

Berikut sepuluh tradisi perayaan maulid Nabi Muhammad SAW dari berbagai daerah di Indonesia yang tak hanya unik, tapi syarat akan kebudayaan dan kebersamaan.
Prabowo Bakal Ubah Buku Pelajaran Sekolah, DPR Minta Pakar Pendidikan Dilibatkan hingga Uji Publik

Prabowo Bakal Ubah Buku Pelajaran Sekolah, DPR Minta Pakar Pendidikan Dilibatkan hingga Uji Publik

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani menilai tidak masalah dengan rencana Presiden Prabowo Subianto yang akan mengubah buku pelajaran sekolah.
BSKDN Perkuat Tata Kelola Inovasi Lewat Pelindungan Kekayaan Intelektual, SINTESIS Salah Satu Contohnya

BSKDN Perkuat Tata Kelola Inovasi Lewat Pelindungan Kekayaan Intelektual, SINTESIS Salah Satu Contohnya

Inovasi tata kelola pemerintahan perlu dijalankan secara berkelanjutan agar tidak berhenti sebagai gagasan maupun hasil kerja semata. Salah satunya melalui pelindungan kekayaan intelektual.
Kemendagri Dorong Integrasi ASRI dan PSEL untuk Persampahan Nasional Berbasis Kota Cerdas

Kemendagri Dorong Integrasi ASRI dan PSEL untuk Persampahan Nasional Berbasis Kota Cerdas

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong integrasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di sisi hulu dengan teknologi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di sisi hilir, sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota cerdas dan berkelanjutan.

Trending

Siapa Nadhea Devi? Wanita yang Viral Dituding Netizen sebagai Gadis Baju Putih di Booth Miras Newport

Siapa Nadhea Devi? Wanita yang Viral Dituding Netizen sebagai Gadis Baju Putih di Booth Miras Newport

Sosok perempuan bernama Nadhea Devi dituding netizen sebagai sosok gadis baju putih yang tawarkan challenge hafalan surat Ad-Dhuha dengan sebotol miras Newport.
Hellyana ke MK: Hukum Pidana Harus Ada Asas Geen Straf Zonder Schuld, Ijazah Palsu Wajib Diketahui

Hellyana ke MK: Hukum Pidana Harus Ada Asas Geen Straf Zonder Schuld, Ijazah Palsu Wajib Diketahui

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hellyana, melalui Tim Kuasa Hukum dari Law Firm MZA & Partners, secara resmi mengajukan permohonan pengujian materiil
Baru Gabung UFC, Bilal Hasan Langsung Debut di Shanghai Akhir Agustus

Baru Gabung UFC, Bilal Hasan Langsung Debut di Shanghai Akhir Agustus

Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan berpeluang menjalani debut UFC dalam waktu dekat setelah baru saja mendapatkan kontrak dari organisasi MMA terbesar di dunia tersebut.
5 Zodiak Paling Beruntung soal Karier Besok 14 Agustus 2026: Ada yang Dipercaya Atasan hingga Dapat Peluang Baru

5 Zodiak Paling Beruntung soal Karier Besok 14 Agustus 2026: Ada yang Dipercaya Atasan hingga Dapat Peluang Baru

Ramalan karier besok 14 Agustus 2026 mengungkap 5 zodiak paling beruntung di dunia kerja. Ada yang berpeluang mendapat kepercayaan atasan hingga proyek baru.
Besok Presiden Prabowo Bakal Pidato Nota Keuangan, DPR Harap Gaji dan Tunjangan Guru Naik

Besok Presiden Prabowo Bakal Pidato Nota Keuangan, DPR Harap Gaji dan Tunjangan Guru Naik

Presiden RI, Prabowo Subianto akan memberikan pidato nota keuangan dalam Sidang Tahunan MPR RI pada Jumat, 14 Agustus 2026 besok.
Garda Revolusi Iran Nyatakan Siap Konflik Panjang dengan AS

Garda Revolusi Iran Nyatakan Siap Konflik Panjang dengan AS

Iran siap menghadapi konflik berkepanjangan dengan Amerika Serikat demi menjamin kondisi keamanan sepenuhnya.
Denny Indrayana Gelar Sayembara Rp100 Juta Temukan Ijazah Gibran

Denny Indrayana Gelar Sayembara Rp100 Juta Temukan Ijazah Gibran

Polemik mengenai ijazah SMA/sederajat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian setelah muncul sayembara berhadiah Rp100 juta yang digagas Denny Indrayana.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT