Dukun Cabul Divonis 14 Tahun usai Tipu Korban Hamil Genderuwo, Kenapa Praktik Dukun Masih Dipercaya Banyak Orang?
- Ist
Pelaku biasanya memahami kondisi tersebut. Mereka membangun hubungan emosional, menciptakan rasa bergantung, lalu perlahan mengendalikan korban melalui ancaman, rasa bersalah, maupun cerita-cerita mistis.
Karena itu, para ahli menilai pencegahan tidak cukup hanya melalui penegakan hukum. Edukasi mengenai literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kesehatan mental, serta pemahaman mengenai modus manipulasi psikologis menjadi langkah penting agar masyarakat tidak mudah terjebak.
Kasus ABP dan KS memperlihatkan bahwa pelaku bukan mengandalkan kemampuan gaib, melainkan memanfaatkan ketakutan dan kepercayaan korban. Semakin tinggi literasi masyarakat, semakin kecil pula peluang kejahatan berkedok spiritual untuk kembali memakan korban. (udn)
Load more