News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kecam Penyembelihan Tapir Mesuji, Audrey "King of the Jungle" Minta Masyarakat Perbanyak Literasi Satwa

Kasus penyembelihan Tapir di Mesuji, Lampung, mendapat kecaman Audrey "King of the Jungle" yang minta masyarakat perbanyak literasi soal satwa dilindungi.
Minggu, 5 Juli 2026 - 12:21 WIB
Audrey "King of the Jungle" dan Tapir di Mesuji
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / Instagram @audreyaofficial

tvOnenews.com - Kreator konten sekaligus pencinta satwa, Audrey "King of the Jungle", ikut angkat bicara terkait kasus penyembelihan tapir di Mesuji, Lampung. Ia mengecak tindakan tersebut dan meminta masyarakat lebih peduli terhadap satwa endemik.

Audrey A, yang dikenal luas lewat julukan "King of the Jungle", merupakan kreator konten asal Indonesia dengan jutaan pengikut di YouTube dan Instagram. Lewat konten edukasi dan interaksinya dengan berbagai hewan eksotis, ia dikenal sebagai figur yang aktif menyuarakan pelestarian satwa. Ia juga merupakan pendiri Indoexoticpets, perusahaan penyedia hewan peliharaan eksotis yang telah berdiri sejak 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Audrey menuliskan kekecewaannya atas kematian tapir yang disembelih di Mesuji tersebut.

"Masa iya sih hewan selucu ini kalian tega untuk menghilangkan nyawanya? Please, stop jadi manusia yang apatis dan ignorant. Perbanyak informasi tentang satwa di sekitar kita semua supaya tidak ada satwa yang nyawanya hilang sia-sia. Pidanakan!!! Kawal!!" tulis Audrey.

Tak hanya itu, Audrey juga menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang cenderung heboh dan norak saat berhadapan dengan satwa liar, alih-alih memahami cara menyikapinya dengan benar.

"Perhatian buat seluruh warga Indonesia yang saya cintai, stop menjadi udik ya, dan norak ya, kalau ngeliat satwa, apalagi satwa endemik," ujarnya.

Menurut Audrey, minimnya literasi dan rasa ingin tahu yang tidak terarah menjadi salah satu pemicu utama terjadinya kasus semacam ini.

"Ini kejadian-kejadian begini itu karena kurangnya informasi dan logika, ataupun kaya gerakan-gerakan tambahan yang sebenarnya dia mungkin udah tahu ini binatang harusnya dilindungi atau seharusnya dijaga," katanya.

Ia menambahkan, rasa iseng dan penasaran tanpa dibekali pengetahuan yang cukup kerap berujung pada tindakan yang merugikan satwa liar, seperti yang terjadi di Lampung.

"Tapi karena iseng-iseng dan penasaran, terjadilah ini penyembelihan dan keanehan yang terjadi di daerah Lampung ini ya," ucapnya.

Audrey pun mengajak masyarakat untuk lebih peduli mempelajari jenis-jenis satwa di sekitar lingkungan tempat tinggal, termasuk status perlindungannya.

"Maksudnya kita harus belajar sesuatu apa yang ada di sekitar kita. Mana yang dilindungi, mana yang enggak, mana yang boleh dimakan, mana yang enggak boleh, mana yang harus dikonservasi, mana yang bisa dibudidaya, atau bisa dimakan, bisa dipelihara gitu loh. Literasi ini yang kurang," pungkasnya.

Sebagai informasi, kasus penyembelihan tapir di Mesuji ini telah menjerat empat tersangka dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara, sementara dua orang lainnya masih berstatus buron dan tengah diburu oleh pihak kepolisian.

Berikut versi update yang lebih lengkap dan detail, mencakup nama keempat pelaku, peran masing-masing, ancaman hukuman, serta dua DPO yang masih diburu:

Update Kasus: Nama Pelaku, Ancaman Hukuman, dan DPO yang Masih Diburu

Kasus penyembelihan tapir di Mesuji ini telah menjerat empat tersangka yang identitasnya telah diketahui. Mereka adalah Ketut Suwarne, anak dari Kuning, yang diduga berperan menombak tapir; Wayan Supatre, yang diduga membawa kepala tapir; Tri Suharyanto bin Tumidi, yang diduga menyembelih tubuh tapir; serta Made Putra Yasa, anak dari Ketut Sami, yang diduga sebagai pemilik golok yang digunakan untuk menyembelih. Keempatnya diketahui merupakan warga Register 45, Kabupaten Mesuji.

Terkait ancaman hukuman, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, Kabid Humas Polda Lampung, menjelaskan dasar hukum yang menjerat para pelaku.

"Ancaman pidananya itu 3 tahun, paling lama 15 tahun, karena melanggar aturan pada Pasal 40A ayat 1 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024. Di situ sudah tertera," ujar Yuni.

Selain empat tersangka yang telah diamankan, polisi turut memburu dua orang lainnya yang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). Yuni mengungkapkan kedua buron itu diketahui berinisial W dan SR.

"Untuk saat ini ada dua DPO yang sudah dicatat oleh Polres Mesuji, yakni berinisial W dan berinisial SR," ungkap Yuni.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polisi memastikan proses pengejaran terhadap kedua DPO tersebut masih terus dilakukan hingga saat ini.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Viral Video Erupsi Gunung Anak Krakatau dari Kapal, Badan Geologi Pastikan Hoaks

Viral Video Erupsi Gunung Anak Krakatau dari Kapal, Badan Geologi Pastikan Hoaks

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria menegaskan setelah dilakukan pengecekan teknis, video tersebut bukan rekaman terbaru aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Piala Dunia 2026: Matheus Cunha Waspadai Trio Mematikan Norwegia

Piala Dunia 2026: Matheus Cunha Waspadai Trio Mematikan Norwegia

Penyerang Timnas Brasil, Matheus Cunha, memberikan perhatian khusus kepada kekuatan lini depan Norwegia jelang pertemuan kedua tim pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Lisa Mariana Tersandung Kasus Baru, Kini Dilaporkan Gegara Kasus Piyama

Lisa Mariana Tersandung Kasus Baru, Kini Dilaporkan Gegara Kasus Piyama

Kasus ini mencuat usai seorang perempuan bernama Dewi Wulan melaporkan Lisa Mariana ke Polres Jakarta Timur dan Polres Metro Jakarta Selatan.
Banyak Warga Takut Didata, DPR Tegaskan Sensus Ekonomi Tidak untuk Cabut Jatah Bansos dan Naikkan Pajak

Banyak Warga Takut Didata, DPR Tegaskan Sensus Ekonomi Tidak untuk Cabut Jatah Bansos dan Naikkan Pajak

DPR menegaskan data Sensus Ekonomi 2026 dikumpulkan pemerintah mendukung penyusunan kebijakan publik, bukan menjadi dasar pencabutan bansos atau menaikkan pajak.
Pelatih Inggris Thomas Tuchel Mengeluh Sakit Kepala dan Sulit Tidur

Pelatih Inggris Thomas Tuchel Mengeluh Sakit Kepala dan Sulit Tidur

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengaku mengalami kesulitan tidur jelang menghadapi Meksiko pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Alyssa Daguise Curhat Dibilang Gendutan usai Melahirkan, Responsnya Bikin Salut

Alyssa Daguise Curhat Dibilang Gendutan usai Melahirkan, Responsnya Bikin Salut

Alyssa Daguise kembali menjadi sorotan. Namun kali ini, perhatian warganet bukan tertuju pada penampilannya yang kerap tampil modis dan elegan.

Trending

Bukan Megawati Hangestri, Timnas Voli Indonesia Mendadak Kembali Jadi Trending Topik di Korea Selatan

Bukan Megawati Hangestri, Timnas Voli Indonesia Mendadak Kembali Jadi Trending Topik di Korea Selatan

Indonesia kembali menjadi perbincangan hangat di media Korea Selatan. Namun kali ini bukan karena sosok Megawati Hangestri, melainkan Timnas Voli Indonesia yang menjadi atensi usai mengalahkan skuad Negeri Ginseng di final AVC Men's Cup 2026.
Pilot AMA Ditembak dari Jarak Sangat Dekat, Jenazah Dipulangkan ke AS

Pilot AMA Ditembak dari Jarak Sangat Dekat, Jenazah Dipulangkan ke AS

Pilot maskapai AMA, Nicholas Gosselin, meninggal dunia akibat luka tembak yang dilepaskan dari jarak sangat dekat.
Kronologi Menhut Raja Juli Antoni Terima Amplop dari Bupati Kuansing sebelum Terjaring OTT KPK

Kronologi Menhut Raja Juli Antoni Terima Amplop dari Bupati Kuansing sebelum Terjaring OTT KPK

Raja Juli paparkan kronologi dugaan pemberian amplop Bupati Kuansing kepadanya. Raja Juli menegaskan tidak ada pelepasan kawasan hutan di Kuantan Singingi, Riau
KPK Sebut Pengembalian Amplop Raja Juli Tak Hapus Unsur Pidana: Harusnya Laporkan!

KPK Sebut Pengembalian Amplop Raja Juli Tak Hapus Unsur Pidana: Harusnya Laporkan!

KPK mengatakan Raja Juli Antoni semestinya melaporkan dugaan gratifikasi berupa amplop yang ditinggalkan Bupati Kuansing tersebut kepada lembaga antirasuah.
Peringati Warisan Ali Khamenei, Presiden Iran Bicara Revolusi dan Kepemimpinan Baru Komunitas Muslim

Peringati Warisan Ali Khamenei, Presiden Iran Bicara Revolusi dan Kepemimpinan Baru Komunitas Muslim

Lembaga-lembaga internasional dinilai gagal menghentikan tindakan Israel di kawasan Timur Tengah, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Sabtu (4/7) juga mengkritik badan-badan global tetap diam sementara Israel secara terbuka berbicara tentang pembunuhan dan serangan yang ditargetkan.
Pilot Tewas Ditembak, DPR Khawatir Distribusi Logistik ke Pedalaman Papua Bakal Terganggu

Pilot Tewas Ditembak, DPR Khawatir Distribusi Logistik ke Pedalaman Papua Bakal Terganggu

Anggota Komisi XIII DPR RI, Fauqi Hapidekso, mengaku khawatir insiden penembakan pilot asal AS akan berdampak pada distribusi logistik ke pedalaman Papua.
Piala Dunia 2026: Respons Pelatih Maroko Usai Permalukan Kanada 3-0 dan Lolos ke Perempat Final, Ketenangan Jadi Penentu Kemenangan

Piala Dunia 2026: Respons Pelatih Maroko Usai Permalukan Kanada 3-0 dan Lolos ke Perempat Final, Ketenangan Jadi Penentu Kemenangan

Pelatih Timnas Maroko, Mohamed Ouahbi, mengungkap faktor utama di balik kemenangan meyakinkan 3-0 atas Kanada pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT