Kasus Dugaan Pembakaran 3 Santri di Lombok Tengah Kembali Disorot, Satu Korban Meninggal Dunia, Denny Sumargo: Tolong Bantu Kawal!
- instagram Sumagodenny
tvOnenews.com - Kasus dugaan pembakaran terhadap tiga santri di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali menjadi perhatian publik setelah kisah para korban ramai diperbincangkan di media sosial.
Peristiwa yang disebut terjadi pada November 2025 itu baru mendapat sorotan luas setelah video kondisi korban beredar dan memicu gelombang simpati masyarakat.
Tragedi tersebut menyisakan duka mendalam. Dari tiga anak yang menjadi korban, satu di antaranya meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama sekitar dua bulan di RSUD Praya.
Sementara dua korban lainnya masih berjuang menjalani pemulihan akibat luka bakar serius yang mereka alami.
Perhatian publik semakin besar setelah aktor sekaligus presenter Denny Sumargo ikut menyuarakan kasus tersebut. Melalui akun Instagram pribadinya, ia meminta agar proses penanganan perkara dilakukan secara transparan dan mengajak masyarakat mengawal penyelidikan hingga tuntas.
Denny Sumargo Soroti Kondisi Korban dan Minta Transparansi
Denny Sumargo mengungkapkan bahwa ketiga anak tersebut diduga menjadi korban pembakaran di sebuah pondok pesantren di Lombok Tengah.
"Anak diduga menjadi korban pembakaran, sebuah pondok pesantren di Lombok Tengah, NTB," ujar Denny Sumargo melalui unggahan di Instagram, Rabu (8/7/2026).
Menurut Denny, salah satu korban meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama dua bulan di RSUD Praya.
"Bagaimana kalau itu anak kalian? Apa yang akan kalian lakukan? Kasus ini menurut keluarga korban sudah dilaporkan," kata Denny.
Ia juga menyoroti perjuangan dua korban yang selamat. Setelah sempat dirawat di RSUD Praya, kedua anak tersebut dirujuk sendiri oleh orang tua mereka ke RSUD Provinsi NTB pada Juni 2026.
Selama menjalani pemulihan, keluarga harus melakukan kontrol rutin dua kali setiap pekan, sementara sebagian biaya disebut tidak ditanggung BPJS Kesehatan.
Melihat kondisi tersebut, Denny mengaku berinisiatif membantu keluarga korban agar dapat datang ke Jakarta.
- instagram Sumagodenny
"Kami kemarin memutuskan untuk membelikan tiket dan menyiapkan akomodasi, agar keluarganya bisa datang ke Jakarta. Tepatnya tuh hari ini," ujarnya.
Namun, rencana keberangkatan tersebut akhirnya batal. Denny pun mempertanyakan penyebabnya dan berharap seluruh proses penanganan kasus dapat dijelaskan secara terbuka kepada publik.
"Sampai tidak jadi berangkat. Apa yang sebenarnya terjadi? Masyarakat itu bukan ingin menyalahkan. Justru karena mereka melihat korban yang sudah kehilangan begitu banyak tapi masih kesulitan untuk menyampaikan suaranya," katanya.
Ia menegaskan bahwa keterbukaan merupakan cara terbaik untuk menghindari munculnya berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
"Kalau memang tidak ada yang salah dalam prosesnya, oke. Keterbukaan itu adalah jawaban terbaik. Sebaliknya, jika pertanyaan-pertanyaan ini terus dibiarkan tanpa penjelasan, nggak bisa juga disalahkan masyarakat apabila muncul berbagai asumsi. Tolong bantu kawal," tegas Denny.
Peristiwa Terjadi pada November 2025
Berdasarkan informasi yang beredar, dugaan pembakaran terjadi pada November 2025 di sebuah pondok pesantren di Dusun Sengkol II, Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah.
Meski peristiwanya telah berlangsung beberapa bulan sebelumnya, kasus ini baru menjadi perhatian luas setelah video korban viral di media sosial pada awal Juni 2026.
Dalam video tersebut terlihat salah seorang korban menangis kesakitan sambil memperlihatkan luka bakar di sejumlah bagian tubuh yang telah dibalut perban saat menjalani perawatan di rumah sakit. Suara anggota keluarga yang berusaha menenangkan korban juga terdengar dalam rekaman tersebut.
Berdasarkan informasi awal, terdapat tiga santri yang menjadi korban. Mereka diduga disiram bahan bakar sebelum dibakar oleh sesama santri di lingkungan pondok pesantren.
Akibat kejadian itu, dua korban mengalami luka bakar serius, sedangkan satu korban meninggal dunia setelah menjalani perawatan.
Video yang beredar luas di media sosial kemudian memicu reaksi publik dan mendorong perhatian terhadap penanganan kasus tersebut.
Polisi Mulai Selidiki Dugaan Pembakaran
Polres Lombok Tengah menyatakan telah memulai penyelidikan setelah menerima laporan resmi dari keluarga korban.
Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Punguan Hutahaean mengatakan laporan dari orang tua korban diterima pada Senin (2/6/2026), sementara pelapor dijadwalkan memberikan keterangan lebih lanjut kepada penyidik.
"Informasi baru kami terima dan orang tua korban akan memberikan laporan resmi serta keterangan tambahan," ujar Punguan saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).
Setelah laporan diterima, penyidik langsung melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti guna mengungkap secara terang peristiwa tersebut.
"Mulai hari ini kami melakukan pemeriksaan saksi dan tindakan penyelidikan untuk mendalami peristiwa tersebut," jelasnya.
Hingga kini, kepolisian masih mendalami kronologi kejadian, termasuk dugaan keterlibatan para pihak dalam kasus tersebut. Penyidik juga terus mengumpulkan keterangan saksi dan bukti pendukung untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.
Kasus ini menjadi perhatian luas karena melibatkan anak-anak sebagai korban. Publik kini menantikan hasil penyelidikan aparat penegak hukum sekaligus berharap seluruh proses dilakukan secara profesional, transparan, dan berpihak pada perlindungan hak-hak korban. (udn)
Load more