Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pembakaran 3 Santri di Lombok Tengah, Kasus Kini Naik ke Tahap Penyidikan
- instagram Sumagodenny
Korban juga disebut mengalami halusinasi pendengaran, kehilangan rasa percaya diri, dan selalu menutupi tubuhnya ketika bertemu orang lain akibat bekas luka bakar yang masih terlihat.
Di sisi lain, keluarga mengaku menghadapi beban ekonomi yang berat selama proses pengobatan. Orang tua salah satu korban bahkan mengaku harus berutang dan menjual sapi miliknya untuk membiayai perawatan.
Pihak pondok pesantren membantah tudingan telah lepas tangan. Ketua pondok pesantren, Ahmad Muzakki Rahmatullah, menyatakan pihaknya rutin menjenguk korban dan memberikan bantuan selama menjalani perawatan.
"Jadi selama si korban ini berada di rumah sakit, kami sering datang untuk menjenguknya. Dan setiap kali penjengukan itu kami bawakan dia bantuan. Bantuan berupa uang, berupa makanan dan lain sebagainya," ujarnya.
Ia juga membantah isu mengenai adanya denda bagi keluarga yang membuka kronologi kejadian dan menegaskan bahwa santri yang diduga sebagai pelaku telah dikeluarkan dari pondok pesantren.
Sementara itu, keluarga korban memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan penganiayaan berat ke Polres Lombok Tengah.
Kini, setelah status perkara resmi naik ke tahap penyidikan, publik menaruh harapan agar seluruh fakta dapat diungkap secara transparan, termasuk penetapan pihak yang bertanggung jawab atas tragedi yang merenggut nyawa seorang santri dan meninggalkan trauma mendalam bagi para korban yang selamat. (udn)
Load more